Harga Emas Turun Tipis di Tengah Spekulasi Kebijakan Hawkish The Fed - Koran Mandalika

Harga Emas Turun Tipis di Tengah Spekulasi Kebijakan Hawkish The Fed

Senin, 15 Desember 2025 - 15:00

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Harga Emas Turun Tipis di Tengah Spekulasi Kebijakan Hawkish The Fed

Harga emas (XAU/USD) kembali bergerak melemah pada perdagangan Selasa (9/12) seiring meningkatnya kehati-hatian pelaku pasar jelang keputusan suku bunga Federal Reserve (The Fed). Berdasarkan data pasar, XAU/USD diperdagangkan di kisaran $4.195, turun 0,27% setelah sempat menyentuh level tertinggi harian di $4.219. Pergerakan ini mencerminkan sentimen pasar yang defensif jelang pertemuan kebijakan moneter The Fed, yang diperkirakan akan kembali memangkas suku bunga untuk ketiga kalinya berturut-turut menjelang tahun 2026.

Menurut analisis Dupoin Futures Indonesia, Andy Nugraha, prospek emas saat ini masih berada dalam jalur trend bullish yang menguat, mengacu pada kombinasi pola candlestick serta indikator teknikal Moving Average yang menunjukkan momentum kenaikan masih mendominasi. Namun, tekanan jangka pendek tetap bergantung pada retorika kebijakan The Fed dan arah ekonomi AS ke depan.

Secara teknikal, Andy memproyeksikan pergerakan emas hari ini berada pada dua skenario utama. Jika tekanan bullish berlanjut dan sentimen pasar mendukung aset safe-haven, harga emas berpotensi menguji kembali resistance terdekat di $4.218. Level ini menjadi titik psikologis penting, yang jika berhasil dilewati, dapat membuka ruang penguatan lanjutan menuju zona resistance berikutnya.

Namun, apabila emas gagal mempertahankan momentum kenaikan dan pasar kembali merespons penguatan dolar, potensi koreksi jangka pendek mengarah ke area $4.180. Level ini menjadi support terdekat sekaligus area keputusan bagi pelaku pasar dalam menentukan arah berikutnya.

Pelaku pasar global kini menunggu keputusan suku bunga The Fed yang dijadwalkan rilis pada Rabu waktu AS. Berdasarkan data CME FedWatch, probabilitas pemangkasan suku bunga sebesar 25 basis poin mencapai 90%, naik signifikan dari 66% pada November lalu. Meski demikian, pasar khawatir The Fed akan menyampaikan nada hawkish dalam konferensi pers, termasuk melalui rilis dot-plot yang akan memberi petunjuk arah suku bunga sepanjang 2026.

“Pasar sedang menunggu keputusan Fed dan arahan lebih lanjut mengenai kebijakan,” ujar Peter Grant, Wakil Presiden dan Strategis Senior Logam di Zaner Metals.

Baca Juga :  Introducing Claudette: Multipotentialite in A Psychology, Education, Design and Busines

Sentimen pasar juga dipengaruhi oleh sejumlah data ekonomi Amerika Serikat, termasuk laporan ketenagakerjaan, ADP Employment, serta data JOLTS Job Openings. Jika data dirilis lebih lemah dari ekspektasi, peluang penurunan suku bunga lanjutan meningkat, sehingga mendukung kenaikan harga emas sebagai aset non-imbal hasil.

Selain faktor moneter, ketegangan geopolitik turut memberi dukungan tambahan terhadap permintaan emas sebagai aset safe-haven. Ketegangan antara Presiden AS Donald Trump dan Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy kembali meningkat, memperkuat permintaan terhadap aset lindung nilai.

Namun demikian, penguatan dolar AS dan naiknya imbal hasil obligasi Treasury AS—dengan yield tenor 10 tahun naik menjadi 4,168%—menjadi hambatan jangka pendek bagi reli emas.

Secara keseluruhan, Dupoin Futures Indonesia menilai bahwa meski emas terkoreksi, bias bullish masih dominan. Market kini menunggu katalis besar dari pernyataan The Fed untuk menentukan arah pergerakan berikutnya.

Press Release ini juga sudah tayang di VRITIMES

Berita Terkait

BRI Finance Hadirkan BRI Flash, Solusi Dana Tunai Tanpa Mengganggu Mobilitas
BRI Finance Ingatkan Konsumen Pentingnya Pembayaran DP dan Angsuran melalui Kanal Resmi
Hadir di BRI Expo DJPB 2026, BRI Finance Berikan Pengalaman Test Drive Kepada Konsumen Sebelum Menentukan Pilihan
Veritask Luncurkan AiYU Generasi Terbaru, Ungguli Model AI Generik dalam Pengujian Hukum Indonesia
Perkuat Kapabilitas Bisnis, BRI Finance Buka Peluang Karier bagi Talenta Profesional
Dari Aktivitas Harian hingga Perjalanan Jauh, BRI Finance Tawarkan Pembiayaan Motor Baru
Promo Pembiayaan Mobil Baru BRI Finance Hadir dengan Bunga Mulai 3,33%
itel Rilis Smartwatch terbaru Fit O18, Mulai Gaya Hidup Sehat Tanpa Mahal

Berita Terkait

Sabtu, 7 November 2026 - 06:02

Bukan Hanya Merek, Ini Faktor yang Memengaruhi Nilai Gadai Jam Tangan Mewah

Sabtu, 7 November 2026 - 00:02

Jakarta, Indonesia Bioluminesensi Nusantara: Fuguku Luncurkan “Nudi Series” yang Skulptural dan Bawa Streetwear Bertekstur Uniseks ke USS 2026

Sabtu, 7 November 2026 - 00:02

BRI Perkuat Kebersamaan dan Kepedulian Sosial melalui Jalan Sehat dan Berbagi Sembako

Jumat, 6 November 2026 - 22:02

Website Company Profile Adalah Alamat Resmi Bisnis, Beda dengan Toko Online dan Media Sosial

Jumat, 6 November 2026 - 20:02

VIHEF 2027 Perkuat Posisi Vietnam sebagai Pusat Perdagangan dan Pengadaan Produk Halal yang Berkembang

Jumat, 6 November 2026 - 19:02

PLN NPC Dukung Pengelolaan Lingkungan, Terapkan WTP-WWTP di PLTU Sorong dan Sofifi

Jumat, 6 November 2026 - 19:02

BRI Insurance Raih Penghargaan Best Corporate Culture Transformation di CNBC Indonesia Awards 2026

Jumat, 6 November 2026 - 19:02

Bank Mandiri Taspen dan ASABRI Serahkan Manfaat Pensiun Terusan kepada Keluarga Mantan Panglima TNI Widodo A.S.

Berita Terbaru