Hidup Lebih Berkualitas dengan Memulai #SadarRisiko dan #KurangiRisiko Insomnia - Koran Mandalika

Hidup Lebih Berkualitas dengan Memulai #SadarRisiko dan #KurangiRisiko Insomnia

Rabu, 18 Juni 2025 - 06:55

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sobat #SadarRisiko, pernahkah kalian berbaring di tempat tidur selama berjam-jam tanpa bisa tidur, atau sering terbangun di tengah malam dan kesulitan untuk tertidur kembali? Mungkin kalian sedang mengalami insomnia, yaitu gangguan tidur yang membuat seseorang sulit memulai tidur atau mendapatkan kualitas tidur yang baik. Kondisi ini bisa berlangsung dari beberapa hari hingga berbulan-bulan.

Sobat #SadarRisiko, pernahkah kalian berbaring di tempat
tidur selama berjam-jam tanpa bisa tidur, atau sering terbangun di tengah malam
dan kesulitan untuk tertidur kembali? Mungkin kalian sedang mengalami insomnia,
yaitu gangguan tidur yang membuat seseorang sulit memulai tidur atau
mendapatkan kualitas tidur yang baik. Kondisi ini bisa berlangsung dari
beberapa hari hingga berbulan-bulan.

Beberapa tanda umum insomnia, antara lain, sulit tidur di
malam hari, sering terbangun di tengah malam, bangun terlalu pagi dan tidak
dapat tidur lagi, serta merasa letih dan tidak segar setelah bangun tidur.

Insomnia bukan sekadar masalah tidur biasa. Tanpa penanganan
yang tepat, gangguan ini bisa berdampak pada kesehatan, utamanya melemahkan
sistem kekebalan tubuh sehingga, seseorang lebih rentan terhadap berbagai
penyakit. Selain itu, insomnia meningkatkan risiko obesitas dan masalah
kardiovaskular.

Pola tidur yang terganggu ini juga berdampak pada gangguan
kesehatan mental, seperti, cemas, stres, dan depresi. Tidur yang tidak
berkualitas juga akan menyebabkan turunnya konsentrasi dan produktivitas, serta
meningkatkan risiko kecelakaan kerja.

Berikut langkah-langkah untuk #KurangiRisiko insomnia:

Terapkan
pola tidur teratur: Tidur dan bangun di jam yang sama setiap hari,
termasuk akhir pekan untuk membantu mengatur jam biologis tubuh.Tetapkan
ritual sebelum tidur: Lakukan kegiatan menenangkan seperti membaca,
meditasi, atau mandi air hangat 30-60 menit sebelum tidur.Atur
lingkungan tidur: Pastikan kamar nyaman, gelap, tenang, dan suhu ruangan
ideal (tidak terlalu panas atau dingin).Batasi
paparan layar digital: Hindari penggunaan ponsel,
laptop atau perangkat digital lainnya minimal 1 jam sebelum tidur untuk
mengurangi paparan cahaya biru yang bisa mengganggu produksi hormon tidur.Perhatikan
pola makan dan minum: Hindari kafein di sore hari dan makan berat
menjelang tidur. Batasi juga konsumsi air agar tidak sering terbangun
untuk ke kamar mandi.

Baca Juga :  Motor Premium Jadi Simbol Gaya Hidup Baru, BRI Finance Tawarkan Pembiayaan Atraktif

Jika insomnia berlangsung lebih dari sebulan dan mengganggu
aktivitas sehari-hari, sebaiknya Sobat #SadarRisiko berkonsultasi ke dokter.
Bantuan profesional diperlukan untuk mengatasi insomnia kronis.

Tidur yang cukup dan berkualitas sangat penting untuk
kesehatan. Selain untuk mengistirahatkan tubuh, proses vital lainnya, seperti
perbaikan sel dan penguatan sistem imun pun berlangsung saat kita tidur.

Dengan #SadarRisiko insomnia dan menerapkan kebiasaan tidur
yang sehat, kita dapat #KurangiRisiko gangguan tidur ini. Ingatlah, tidur
berkualitas adalah investasi untuk kesehatan jangka panjang kita.

Ikuti terus media sosial dan artikel-artikel MASINDO untuk
informasi seputar kebiasaan berisiko sehari-hari lainnya dan tetap #SadarRisiko
untuk hidup yang semakin sehat!

Berita Terkait

Bank Mandiri Taspen Dorong Digitalisasi Retribusi dan Transaksi Pedagang Pasar Kota Kupang
Bank Mandiri Taspen Terlibat Kolaborasi BUMN, Hadirkan Ruang Belajar di Banda Neira
Saat Tidak Konsisten dalam Menabung, Apa yang Bisa Kamu Lakukan?
Mimin Berekspansi ke Filipina, Gandeng TechShake untuk Menghadirkan Conversational AI bagi Bisnis Lokal
Tips Memilih Lokasi untuk Usaha Kecil agar Lebih Mudah Menjangkau Pelanggan
Bitcoin Bertahan di Atas US$75.000 Pasca FOMC, Ada Peluang Naik Lagi?
Unitree As2 Resmi Hadir di Indonesia: Robot Quadruped Industri di Kelas Harga Baru
Dari Pelosok Desa Menembus Ruang Eksekutif: Dwi Andi Rohmatika Masuk Nominasi UN Women 2026 Asia-Pacific WEPs Awards

Berita Terkait

Kamis, 17 September 2026 - 21:02

Bank Mandiri Taspen Dorong Digitalisasi Retribusi dan Transaksi Pedagang Pasar Kota Kupang

Kamis, 17 September 2026 - 21:02

Bank Mandiri Taspen Terlibat Kolaborasi BUMN, Hadirkan Ruang Belajar di Banda Neira

Kamis, 17 September 2026 - 18:02

Saat Tidak Konsisten dalam Menabung, Apa yang Bisa Kamu Lakukan?

Kamis, 17 September 2026 - 18:02

Mimin Berekspansi ke Filipina, Gandeng TechShake untuk Menghadirkan Conversational AI bagi Bisnis Lokal

Kamis, 17 September 2026 - 17:02

Bitcoin Bertahan di Atas US$75.000 Pasca FOMC, Ada Peluang Naik Lagi?

Kamis, 17 September 2026 - 17:02

Unitree As2 Resmi Hadir di Indonesia: Robot Quadruped Industri di Kelas Harga Baru

Kamis, 17 September 2026 - 17:02

Dari Pelosok Desa Menembus Ruang Eksekutif: Dwi Andi Rohmatika Masuk Nominasi UN Women 2026 Asia-Pacific WEPs Awards

Kamis, 17 September 2026 - 16:02

Cegah Kecurangan Muatan Truk Tambang, 96 Unit Widya Load Scanner Beroperasi di Seluruh Indonesia

Berita Terbaru

NTB Terkini

Gubernur NTB: Konektivitas Jadi Urat Nadi Pembangunan

Kamis, 17 Sep 2026 - 18:59