Holding Perkebunan Nusantara Kembangkan Hilirisasi, PTPN I Fokus Replanting di Pulau Seram - Koran Mandalika

Holding Perkebunan Nusantara Kembangkan Hilirisasi, PTPN I Fokus Replanting di Pulau Seram

Selasa, 14 April 2026 - 07:00

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

MALUKU – PT Perkebunan Nusantara I (PTPN I), subholding Perkebunan Nusantara, mempercepat program hilirisasi kelapa melalui rencana tanam ulang (replanting) di Kebun Awaya, PTPN I Regional 8, Pulau Seram, Maluku.

Komitmen tersebut disampaikan Direktur Utama PTPN I, Teddy Yunirman Danas, dalam kunjungan kerja ke Kebun Awaya pada Kamis (5/3), sekaligus mendorong percepatan implementasi program strategis perusahaan di wilayah tersebut.

Pada tahap awal, PTPN I akan melaksanakan program replanting seluas 500 hektare pada 2026. Program ini akan dilanjutkan secara bertahap hingga mencapai total 3.100 hektare di areal Kebun Awaya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kunjungan tersebut disambut oleh Manager Kebun Awaya, Freddy B.R. Hutahaean, yang menyampaikan kesiapan jajaran kebun dalam mendukung agenda strategis perusahaan. Ia menegaskan bahwa Kebun Awaya memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai sentra produksi dan pengolahan kelapa terintegrasi di kawasan timur Indonesia.

Dalam arahannya, Teddy Yunirman Danas mendorong seluruh karyawan untuk menjaga semangat dan optimisme dalam mengelola potensi kebun, serta menjadikan Kebun Awaya sebagai titik awal (groundbreaking) hilirisasi kelapa di lingkungan PTPN I.

Baca Juga :  Kamar Mandi Nggak Cuma Fungsional tapi Juga Harus Estetik, Kenapa?

“Potensi Kebun Awaya harus dimaksimalkan melalui langkah konkret dan terukur. Program replanting seluas 500 hektare pada tahun 2026 dan 1.000 hektare pada tahun 2027 harus menjadi momentum peningkatan produktivitas, baik dari sisi on farm maupun off farm,” ujarnya.

Lebih lanjut, Teddy juga menekankan pentingnya penguatan budaya kerja melalui konsep 3 on 3 sebagai fondasi transformasi perusahaan. Konsep tersebut meliputi Owner’s Mindset, yaitu pola pikir sebagai pemilik perusahaan dengan memahami proses bisnis secara menyeluruh serta mempertimbangkan aspek cost and benefit dalam setiap pekerjaan.

Selain itu, Networking menjadi elemen penting dalam membangun kolaborasi yang memberikan nilai tambah, serta Excellence yang menekankan pencapaian kinerja sesuai tata kelola yang baik dengan perhitungan risiko yang terukur.

Penerapan nilai 3 on 3 tersebut dinilai relevan dengan karakteristik Kebun Awaya yang memiliki luas areal sekitar 4.586 hektare, terdiri dari 3.100 hektare kebun kelapa dan 1.486 hektare kebun karet.

Dengan dominasi komoditas kelapa, Kebun Awaya memiliki posisi strategis dalam mendukung pengembangan hilirisasi berbasis kawasan. Optimalisasi potensi ini akan dilakukan melalui program replanting, peningkatan produktivitas, serta penguatan proses produksi terintegrasi dari hulu hingga hilir.

Baca Juga :  VRITIMES dan Netizenviralnews.com Jalin Kemitraan Strategis untuk Sajikan Konten Berita Inovatif

Teddy menegaskan bahwa keberhasilan hilirisasi tidak hanya ditentukan oleh luas areal dan kapasitas produksi, tetapi juga oleh kesiapan sumber daya manusia, disiplin operasional, serta kolaborasi lintas fungsi yang solid.

Melalui implementasi prinsip Owner’s Mindset, Networking, dan Excellence, Kebun Awaya diharapkan dapat menjadi model pengembangan hilirisasi kelapa di Regional 8 sekaligus memberikan kontribusi signifikan terhadap peningkatan nilai tambah perusahaan.

Kunjungan kerja ini turut dihadiri oleh Kepala Divisi Sekretariat Perusahaan Aris Handoyo, Head of PMO Hilirisasi Perkebunan Tri Susanto, serta seluruh karyawan Kebun Awaya.

Sejalan dengan arah transformasi Holding Perkebunan Nusantara, langkah ini menegaskan komitmen perusahaan dalam mendorong transformasi bisnis, memperkuat daya saing komoditas perkebunan, serta memberikan kontribusi nyata bagi perekonomian daerah dan nasional.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Berita Terkait

Program Premium European Products Meneroka Peluang Pertumbuhan Baharu di Malaysia
HSB Investasi Jadi Broker Pertama di Indonesia dengan Asuransi Perlindungan Dana Nasabah
ION: Digitalisasi UMKM Harus Melampaui Konten Viral, AI Perlu Dorong Pertumbuhan Bisnis
Trump Benarkah Mendukung XRP? Ini Fakta di Balik Strategi Cadangan Kripto AS
Bittime Soroti Regulasi Stablecoin dan Perkembangan Aset Digital
Ini 5 Kesalahan After-sales Service B2B dan Cara Mengatasinya
HASHIM DORONG PENGGUNAAN TEKNOLOGI PENANGKAP KARBON DI PABRIK
KAI Logistik Catat Kinerja 6,2 Juta Ton pada Triwulan III 2026, Tertinggi Sepanjang Tahun

Berita Terkait

Jumat, 16 Oktober 2026 - 14:02

Program Premium European Products Meneroka Peluang Pertumbuhan Baharu di Malaysia

Jumat, 16 Oktober 2026 - 14:02

HSB Investasi Jadi Broker Pertama di Indonesia dengan Asuransi Perlindungan Dana Nasabah

Jumat, 16 Oktober 2026 - 12:02

ION: Digitalisasi UMKM Harus Melampaui Konten Viral, AI Perlu Dorong Pertumbuhan Bisnis

Jumat, 16 Oktober 2026 - 12:02

Trump Benarkah Mendukung XRP? Ini Fakta di Balik Strategi Cadangan Kripto AS

Jumat, 16 Oktober 2026 - 12:02

Bittime Soroti Regulasi Stablecoin dan Perkembangan Aset Digital

Jumat, 16 Oktober 2026 - 11:02

HASHIM DORONG PENGGUNAAN TEKNOLOGI PENANGKAP KARBON DI PABRIK

Jumat, 16 Oktober 2026 - 11:02

KAI Logistik Catat Kinerja 6,2 Juta Ton pada Triwulan III 2026, Tertinggi Sepanjang Tahun

Jumat, 16 Oktober 2026 - 11:02

IHSG Anjlok 8,01% Usai MSCI Soroti Status Pasar Indonesia, Perdagangan Berjangka Jadi Perhatian

Berita Terbaru