Hubungkan Ujung Jawa hingga Bali, Proyek Strategis Jalan Tol Probolinggo-Situbondo-Banyuwangi (Prosiwangi) Jasa Marga Pacu Ekonomi dan Serap Tenaga Kerja Lokal - Koran Mandalika

Hubungkan Ujung Jawa hingga Bali, Proyek Strategis Jalan Tol Probolinggo-Situbondo-Banyuwangi (Prosiwangi) Jasa Marga Pacu Ekonomi dan Serap Tenaga Kerja Lokal

Sabtu, 27 Juni 2026 - 21:00

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta (27/06), PT Jasa Marga (Persero) Tbk sebagai market leader industri jalan tol di Indonesia terus membuktikan komitmennya dalam menghubungkan berbagai wilayah sekaligus menggerakkan roda perekonomian nasional. Melalui anak usahanya, PT Jasamarga Probolinggo Banyuwangi (JPB), Perseroan kini tengah mengakselerasi tahapan akhir penyelesaian Jalan Tol Probolinggo-Situbondo-Banyuwangi (Prosiwangi) Tahap I (Ruas Gending-Besuki) untuk memberikan dampak positif yang masif bagi mobilitas dan kesejahteraan masyarakat Jawa Timur. Pembangunan ini menjadi wujud komitmen Jasa Marga sebagai bagian dari Danantara Indonesia dalam menghadirkan infrastruktur nasional yang memberikan nilai tambah bagi masyarakat luas.

Pembangunan proyek strategis nasional ini mencatatkan progres yang sangat positif. Konstruksi fisik Seksi 1 Gending-Kraksaan (12,88 km) dan Seksi 2 Kraksaan-Paiton (11,20 km) telah rampung 100% dan telah mendapatkan Sertifikat Laik Fungsi dan Operasi (SLFO). Sementara itu, Seksi 3 Paiton-Besuki (25,60 km) juga telah sukses menyelesaikan 100% pekerjaan jalan utama (mainroad). Seluruh agenda konstruksi tersebut telah diselesaikan sejak April 2026 dan saat ini tengah memasuki fase akhir berupa penyelesaian administrasi serta Uji Laik Fungsi dan Operasi (ULFO). Proses ULFO ini krusial untuk memastikan seluruh komponen struktural mulai dari jalan, jembatan, sistem drainase, hingga marka jalan telah memenuhi standar keselamatan sebelum resmi dioperasikan.

Tingginya urgensi kebutuhan masyarakat terhadap kehadiran Jalan Tol Prosiwangi sebelumnya telah teruji nyata. Pada masa arus mudik dan balik Lebaran 2026 (periode 13-29 Maret 2026) lalu, ruas ini dibuka secara fungsional dan berhasil melayani total 226.028 kendaraan dengan lancar, aman, dan nyaman. Angka ini lebih besar 12% dari proyeksi lalu lintas jalan tol ini, yaitu sebesar 201.407 kendaraan.

Direktur Utama Jasa Marga Rivan A. Purwantono menjelaskan bahwa Jasa Marga tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik, namun juga pada penciptaan nilai tambah yang berdampak langsung pada penguatan ekonomi masyarakat.

“Jalan Tol Prosiwangi dirancang untuk menjadi urat nadi utama komoditas lokal di wilayah Tapal Kuda. Kehadiran tol ini akan membuka gerbang pasar yang jauh lebih luas, inklusif, dan cepat bagi produk pertanian, sektor perikanan, hingga industri kreatif UMKM setempat yang selama ini terkendala waktu tempuh logistik yang melalui jalan nasional. Selain itu, akses untuk destinasi pariwisata di ujung timur Pulau Jawa juga semakin mudah,” papar Rivan.

Lebih lanjut, Jalan Tol Prosiwangi akan menghadirkan efisiensi waktu tempuh yang sangat signifikan di wilayah Jawa Timur. Perjalanan dari Probolinggo menuju Besuki yang semula membutuhkan waktu sekitar 2 jam kini dapat dipangkas menjadi hanya 1 jam 15 menit saja dengan kecepatan rata-rata 80-100 km/jam. Sementara itu, perjalanan dari Probolinggo menuju Banyuwangi yang biasanya menguras waktu hingga lima jam diproyeksikan terpangkas menjadi hanya sekitar tiga jam perjalanan dengan kecepatan rata-rata di jalan nasional 60 km/jam.

Sejalan dengan arah kebijakan Kementerian Pekerjaan Umum dalam mewujudkan konektivitas nasional yang andal melalui pembangunan infrastruktur berkualitas, kehadiran proyek tol ini diproyeksikan selain mampu memangkas waktu tempuh secara masif sekaligus menciptakan efek domino (multiplier effect) yang positif bagi pertumbuhan ekonomi daerah. Secara nyata, infrastruktur ini akan memperlancar akses menuju kawasan industri Paiton di Kabupaten Probolinggo, mempercepat distribusi logistik ke Pelabuhan Ketapang sebagai gerbang utama penyeberangan Jawa–Bali, serta mendongkrak konektivitas pariwisata unggulan mulai dari Kawah Ijen, Taman Nasional Baluran, Pantai Pasir Putih Situbondo, hingga kawasan wisata Banyuwangi.

Baca Juga :  WhatsApp Business API dan Call Center: Mempermudah Layanan Pelanggan

Kehadiran proyek tol ini turut memantik suburnya ekosistem infrastruktur pendukung di sepanjang kawasan timur Jawa Timur. Mulai dari pembangunan rest area, pertumbuhan sektor perhotelan, hingga penyediaan fasilitas umum baru di sekitar interchange, di mana seluruh perputaran ekonomi baru tersebut secara aktif menyerap ratusan tenaga kerja lokal dan memprioritaskan pelibatan warga sekitar. Kemudahan aksesibilitas dan penurunan biaya logistik ini menjadi motor penggerak baru bagi UMKM setempat. Jasa Marga memastikan bahwa setiap proyek jalan tol operasi maupun konstruksi yang dikelola harus mampu memperkuat daya saing daerah, mendorong tumbuhnya investasi, serta meningkatkan daya tarik pariwisata di daerah tersebut.

“Jalan Tol Prosiwangi ini pada akhirnya akan menjadi jembatan peradaban strategis yang menghubungkan Pulau Jawa dengan Pulau Bali. Proyek ini melengkapi dan mengunci bentangan konektivitas dari ujung barat di Jakarta hingga ke ujung paling timur Pulau Jawa. Melalui rantai jaringan tol yang solid ini, Jasa Marga berkomitmen untuk terus mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia yang berkeadilan, berkelanjutan, dan membawa manfaat nyata di setiap jengkal lajur yang dilalui masyarakat,” tutup Rivan.

Sebagai salah satu proyek strategis nasional, kehadiran Jalan Tol Prosiwangi diharapkan mampu meningkatkan efisiensi sistem logistik nasional, mempercepat arus barang dan jasa, memperluas peluang investasi, serta mendorong pertumbuhan ekonomi nasional yang inklusif dan berkelanjutan bagi masyarakat Indonesia khususnya di Pulau Jawa.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Berita Terkait

PTPN Group Dorong Perguruan Tinggi Perkuat Talenta Adaptif
Tempat Menyimpan Uang untuk Dana Menganggur
Standar Pelayanan LRT Jabodebek Jadi Referensi Peningkatan Layanan Transportasi Publik
BINUS ASO Bisa Kuliah ke Jepang? Ini Rahasianya!
Dari Pensiunan Menjadi Pengusaha Kuliner Viral, Kisah Abram Bersama Bank Mandiri Taspen
Dukung Infrastruktur Dasar Masyarakat, Holding Perkebunan Nusantara melalui PTPN I Regional 5 Terangi 101 Rumah Warga di Jember
Yamaha Gear Ultima, Motor Andal Jastiper Berburu Promo di PRJ 2026
PENTINGNYA KELESTARIAN IKAN LOKAL AIR TAWAR, TIM PENGABDIAN MASYARAKAT AKUAKULTUR FIKKIA GENCARKAN EDUKASI PEMBENIHAN DI SMKN 1 GLAGAH BANYUWANGI

Berita Terkait

Sabtu, 27 Juni 2026 - 21:00

Hubungkan Ujung Jawa hingga Bali, Proyek Strategis Jalan Tol Probolinggo-Situbondo-Banyuwangi (Prosiwangi) Jasa Marga Pacu Ekonomi dan Serap Tenaga Kerja Lokal

Sabtu, 27 Juni 2026 - 19:00

PTPN Group Dorong Perguruan Tinggi Perkuat Talenta Adaptif

Sabtu, 27 Juni 2026 - 15:00

Tempat Menyimpan Uang untuk Dana Menganggur

Sabtu, 27 Juni 2026 - 11:00

Standar Pelayanan LRT Jabodebek Jadi Referensi Peningkatan Layanan Transportasi Publik

Sabtu, 27 Juni 2026 - 10:00

BINUS ASO Bisa Kuliah ke Jepang? Ini Rahasianya!

Sabtu, 27 Juni 2026 - 10:00

Dukung Infrastruktur Dasar Masyarakat, Holding Perkebunan Nusantara melalui PTPN I Regional 5 Terangi 101 Rumah Warga di Jember

Sabtu, 27 Juni 2026 - 10:00

Yamaha Gear Ultima, Motor Andal Jastiper Berburu Promo di PRJ 2026

Sabtu, 27 Juni 2026 - 09:00

PENTINGNYA KELESTARIAN IKAN LOKAL AIR TAWAR, TIM PENGABDIAN MASYARAKAT AKUAKULTUR FIKKIA GENCARKAN EDUKASI PEMBENIHAN DI SMKN 1 GLAGAH BANYUWANGI

Berita Terbaru

Teknologi

Tempat Menyimpan Uang untuk Dana Menganggur

Sabtu, 27 Jun 2026 - 15:00

Teknologi

BINUS ASO Bisa Kuliah ke Jepang? Ini Rahasianya!

Sabtu, 27 Jun 2026 - 10:00