Indonesia Buka Akses Lebih Luas bagi Investor Eurasia Lewat INNOPROM 2026 - Koran Mandalika

Indonesia Buka Akses Lebih Luas bagi Investor Eurasia Lewat INNOPROM 2026

Senin, 29 Juni 2026 - 04:00

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Partisipasi Indonesia Buka Pintu Kemitraan Industri dengan Eurasia

Kehadiran Indonesia sebagai Official Partner Country pada INNOPROM 2026 membuka akses langsung bagi investor dan pelaku usaha Eurasia untuk menjajaki peluang kemitraan industri di Indonesia, yang kini bergerak di bawah kerangka kebijakan industri baru, Strategi Baru Industrialisasi Nasional (SBIN). INNOPROM 2026 yang akan berlangsung pada 6-9 Juli 2026 di Ekaterinburg, Rusia, menjadi titik temu antara pelaku industri Eurasia dan ekosistem industrialisasi Indonesia yang tengah bertransformasi.

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menegaskan bahwa Indonesia tidak lagi hanya menawarkan potensi pasar, tetapi juga menghadirkan arah pembangunan industri yang jelas dan terukur. “Melalui Strategi Baru Industrialisasi Nasional, Indonesia membangun fondasi industri yang lebih kuat, modern, dan berkelanjutan. Kami membuka ruang yang luas bagi kemitraan internasional yang mampu menghadirkan investasi berkualitas, transfer teknologi, dan peningkatan kapasitas industri nasional,” ujarnya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

SBIN merupakan respon Kementerian Perindustrian (Kemenperin) terhadap perubahan ekonomi global yang semakin cepat, mulai dari percepatan digitalisasi, transisi energi, hingga pergeseran rantai pasok global, sekaligus menjadi peta jalan Indonesia menuju visi Indonesia Emas 2045. Strategi ini berpijak pada visi pembangunan nasional Asta Cita Presiden Prabowo Subianto, dan menjadi panduan utama dalam menjalankan industrialisasi yang mandiri, berdaya saing, dan berkelanjutan. SBIN akan menjalankan empat prioritas yang membuka ruang kemitraan bagi investor Eurasia di berbagai sektor industri Indonesia. Empat pilar prioritas tersebut termasuk penguatan produksi manufaktur bernilai tambah lebih dari sumber daya alam, penguasaan teknologi industri melalui peta jalan Making Indonesia 4.0, industrialisasi hijau dan pengembangan sumber daya manusia industri.

Baca Juga :  Penyebab Haid Keluar Gumpalan Darah Hitam

Direktur Jenderal Ketahanan Perwilayahan dan Akses Industri Internasional (KPAII) Tri Supondy menyampaikan bahwa keikutsertaan Indonesia di INNOPROM 2026 menjadi momentum penting untuk memperkuat posisi Indonesia sebagai mitra industri jangka panjang bagi kawasan Eurasia. “Tujuan utama keikutsertaan Indonesia di INNOPROM 2026 adalah untuk memperkuat posisi Indonesia sebagai mitra industri jangka panjang bagi kawasan Eurasia. Pada pameran ini, Indonesia akan memperkenalkan SBIN yang memungkinkan Indonesia untuk membangun ekosistem manufaktur yang terstruktur, transparan, dan lebih terbuka bagi kolaborasi internasional,” ujarnya dalam keterangan pers di Jakarta (24/6).

Indonesia memasuki INNOPROM 2026 dengan posisi yang kuat sebagai negara manufaktur terbesar di Asia Tenggara. Nilai Tambah Manufaktur (Manufacturing Value Added/MVA) Indonesia mencapai USD 265 miliar, menempatkan Indonesia pada peringkat ke-13 dunia. Ekspor manufaktur nonmigas Indonesia hingga Agustus 2025 mencapai USD 147,9 miliar atau hampir 80 persen dari total ekspor nasional. Basis industri inilah yang menjadi fondasi konkret dari kehadiran Indonesia di Ekaterinburg. Partisipasi Indonesia di INNOPROM 2026 akan membawa lebih dari 50 pelaku industri yang siap membuka peluang kemitraan yang konkret bagi pelaku industri dan investor di Eurasia. Terdapat empat peluang kerja sama utama yang ditawarkan Indonesia kepada mitra Eurasia. Pertama, kemitraan teknologi dan alih teknologi bagi perusahaan yang memiliki keunggulan di bidang mesin industri, sistem otomasi, petrokimia, dan material untuk berkolaborasi dengan industri nasional yang sedang mempercepat modernisasi proses produksinya melalui zona paviliun industri logam, mesin, alat transportasi, dan elektronika (ILMATE) serta industri kimia, farmasi, dan tekstil (IKFT). Kedua, peluang investasi langsung di kawasan industri yang telah siap beroperasi dan dikelola secara profesional, dengan dukungan kepastian regulasi yang diperkuat melalui Strategi Baru Industrialisasi Nasional (SBIN).

Baca Juga :  Solusi untuk Hunian Berkualitas, Kontribusi Waskita Beton Precast dalam Industri Perumahan Indonesia

Ketiga, kerja sama dalam pengembangan rantai pasok hilirisasi komoditas strategis seperti nikel, bauksit, tembaga, kobalt, dan lithium yang membuka kebutuhan besar akan teknologi pengolahan dan rekayasa material. Keempat, kolaborasi di sektor agro dan pangan bernilai tambah melalui zona paviliun AGRO, yang menawarkan peluang kemitraan di bidang teknologi pengolahan pangan, logistik, hingga perluasan akses distribusi dan pasar. Melalui partisipasi sebagai Official Partner Country, Indonesia tidak hanya menampilkan capaian industrinya, tetapi juga menawarkan kerangka kerja sama yang lebih terarah, terukur, dan berkelanjutan. Dengan dukungan SBIN, INNOPROM 2026 diharapkan menjadi pintu masuk bagi penguatan investasi, transfer teknologi, serta kemitraan industri jangka panjang yang memperkuat posisi Indonesia dalam rantai nilai manufaktur global.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Berita Terkait

BRI BO Otista Peringati Hari Kesaktian Pancasila dengan Khidmat dan Penuh Semangat Kebangsaan
BRI BO Mangga Dua Peringati Hari Kesaktian Pancasila dengan Khidmat dan Penuh Semangat Kebangsaan
Bujet Skincare Bulanan: Cara Mengaturnya agar Tetap Sesuai Kemampuan
LBFest 2026 Dorong Brand Lokal Karya Entrepreneur Muda BINUS Naik Kelas
Zyrex Jadi Merek Indonesia Pertama yang Meluncurkan AI Mini Workstation Berbasis AMD Ryzen AI Max+ 395
CX100 Danantara: Membenahi Layanan BUMN dari Pengalaman Masyarakat
Holding Perkebunan Nusantara Dorong Produktivitas Sawit Rakyat melalui Pembelajaran di Kebun Adolina
KAI Daop 2 Bandung Sampaikan Bahwa Keselamatan Perjalanan KA Butuh Peran Serta Masyarakat

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 07:02

BRI BO Otista Peringati Hari Kesaktian Pancasila dengan Khidmat dan Penuh Semangat Kebangsaan

Rabu, 7 Oktober 2026 - 06:02

BRI BO Mangga Dua Peringati Hari Kesaktian Pancasila dengan Khidmat dan Penuh Semangat Kebangsaan

Rabu, 7 Oktober 2026 - 00:02

Bujet Skincare Bulanan: Cara Mengaturnya agar Tetap Sesuai Kemampuan

Rabu, 7 Oktober 2026 - 00:02

LBFest 2026 Dorong Brand Lokal Karya Entrepreneur Muda BINUS Naik Kelas

Selasa, 6 Oktober 2026 - 21:02

CX100 Danantara: Membenahi Layanan BUMN dari Pengalaman Masyarakat

Selasa, 6 Oktober 2026 - 21:02

Holding Perkebunan Nusantara Dorong Produktivitas Sawit Rakyat melalui Pembelajaran di Kebun Adolina

Selasa, 6 Oktober 2026 - 19:02

KAI Daop 2 Bandung Sampaikan Bahwa Keselamatan Perjalanan KA Butuh Peran Serta Masyarakat

Selasa, 6 Oktober 2026 - 19:02

Zentara Melihat Perubahan Besar dalam Cara Perusahaan Mengelola Kerentanan Siber

Berita Terbaru