KAI Bangun Ekosistem SDM Berkualitas dan Inklusif untuk Masa Depan Transportasi Publik Berkelanjutan - Koran Mandalika

KAI Bangun Ekosistem SDM Berkualitas dan Inklusif untuk Masa Depan Transportasi Publik Berkelanjutan

Rabu, 4 Juni 2025 - 22:38

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Di balik setiap keberangkatan kereta api yang tepat waktu, perjalanan yang aman, dan inovasi layanan yang terus dikembangkan, terdapat ribuan sumber daya manusia yang bekerja dengan dedikasi penuh. PT Kereta Api Indonesia (Persero) meyakini bahwa kemajuan perusahaan sangat ditentukan oleh kualitas manusia di dalamnya.

Sebagai BUMN transportasi publik yang melayani jutaan pelanggan setiap bulan, KAI menempatkan pengelolaan SDM sebagai prioritas strategis.

“Transformasi tidak cukup hanya dengan modernisasi sarana, tapi juga harus menyentuh manusianya. Karena itu, kami membangun ekosistem kerja yang berkualitas, adaptif, dan terbuka bagi semua,” ungkap Direktur SDM dan Umum KAI Rosma Handayani.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Data pengembangan kompetensi selama tiga tahun terakhir menguatkan pernyataan tersebut. Pada 2022, KAI menyelenggarakan 462 kegiatan pelatihan yang diikuti 8.545 peserta. Setahun kemudian, meski jumlah kegiatan sedikit turun menjadi 433, jumlah peserta meningkat drastis menjadi 12.844 orang. Lonjakan tajam terjadi pada 2024, dengan 757 kegiatan pelatihan dan total 19.818 peserta. Sementara Januari hingga Mei 2025, sudah ada 168 kegiatan pelatihan dengan 3.844 peserta. Lonjakan ini tidak hanya mencerminkan peningkatan kuantitas, tapi juga kualitas dan jangkauan materi pelatihan.

Baca Juga :  KA Siliwangi Angkut Hampir 5 ribu Pelanggan dalam Sehari, Tertinggi Selama Periode Liburan Sekolah

“Selain pelatihan internal, KAI juga memberikan kesempatan kepada pekerjanya untuk mengikuti pendidikan lanjutan melalui program tugas belajar. Hingga saat ini, tercatat 169 pekerja tengah menempuh pendidikan jenjang S1 dan S2 di perguruan tinggi ternama, baik dalam maupun luar negeri. Program ini menjadi simbol bahwa di KAI, belajar tidak berhenti setelah direkrut tapi justru sebuah permulaan,” tambah Rosma.

Berbicara tentang rekrutmen, KAI juga mencatat animo yang luar biasa dari masyarakat. Dalam kurun waktu 2021 hingga 2025, sebanyak 980.372 orang mengikuti proses rekrutmen jalur reguler yang dibuka melalui 34 gelombang. Namun, hanya 3.949 orang yang diterima, atau sekitar 0,40 persen dari total pelamar. Angka ini menunjukkan betapa ketatnya proses seleksi yang diterapkan perusahaan, sekaligus menjadi indikator tingginya minat masyarakat untuk berkarier di KAI.

Khusus bagi talenta muda, KAI menyediakan Young Leadership Development Program sebagai jalur percepatan karier untuk mencetak pemimpin masa depan. Proses seleksinya pun sangat kompetitif, menyaring kandidat terbaik dari berbagai penjuru Indonesia.

Daya tarik KAI sebagai tempat berkarier bukan hanya karena skala perusahaannya, tetapi juga karena kualitas lingkungan kerja yang ditawarkan. Para pekerja menerima kompensasi yang kompetitif, mulai dari gaji pokok hingga tunjangan perawatan, uang makan, uang perjalanan dinas, serta bonus berbasis kinerja. Perusahaan juga menyediakan fasilitas tambahan seperti jaminan kesehatan, parental leave, program penghargaan, fasilitas daycare, dan reduksi tarif kereta untuk pekerja dan keluarganya.

Baca Juga :  Hampir Satu Dekade Menemani Perjalanan Hidup Perempuan Indonesia, Jacquelle Tetap Jadi Brand Kecantikan yang Relevan dan Inovatif

KAI juga membangun jalur pengembangan karier yang jelas dan progresif. Program-program seperti short course, internship di dalam dan luar negeri, mentoring profesional, serta pelatihan keselamatan berkelanjutan, menjadi bagian dari sistem peningkatan kapasitas SDM yang menyeluruh. Tidak hanya untuk pekerja baru, tetapi juga bagi mereka yang telah lama mengabdi.

“Di KAI, setiap orang diberi ruang untuk bertumbuh. Kami ingin menciptakan lingkungan di mana pekerja tidak hanya bekerja, tapi merasa dihargai, didukung, dan diberdayakan,” tutup Rosma.

Dengan sistem rekrutmen yang terbuka dan transparan melalui laman resmi https://e-recruitment.kai.id, KAI menjalankan prinsip Good Corporate Governance (GCG) dalam setiap proses pengadaan SDM. Melalui seleksi yang objektif dan berbasis kompetensi, KAI memastikan hanya talenta terbaiklah yang terpilih untuk turut membangun masa depan transportasi Indonesia yang unggul, inklusif, dan berkelanjutan.

Berita Terkait

Menjembatani Kemewahan Eropa dan Real Estat Asia Tenggara: Jasmine Chau Memimpin Grand Finale di IFFINA+ 2026
Membentuk Masa Depan Hospitality: Wawasan dari THINC Indonesia 2026 dan Potensi Destinasi Leisure Baru yang Belum Tergali
55 Tahun Bersama Dunia Otomotif Indonesia, Pylox Hadirkan Generasi Baru Lewat Pylox Premium
Bathymetry Survey dengan ROV: Cara Memetakan Dasar Perairan Secara Akurat
KAI Daop 2 Bandung Dorong Masyarakat Gunakan Kereta Api untuk Mobilitas
Menabung buat Self Reward, Boleh Kah? Ini Cara Menyiapkannya Tanpa Mengganggu Keuangan
Menkeu Baru Dilantik, Bagaimana Arah Kebijakan Kripto di Indonesia?
Permintaan Kendaraan Terjangkau Menguat, BRI Finance Perkuat Pembiayaan Mobil Bekas

Berita Terkait

Selasa, 15 September 2026 - 14:00

Usai Insiden di Loteng, SPPG dan Mitra Diminta Perhatikan Aturan

Selasa, 15 September 2026 - 13:02

MBG Bikin Geger, SPPG Lombok Tengah Mekar Bersatu kena “Kartu Merah”

Senin, 14 September 2026 - 19:41

Sejak Januari hingga September 2026 Tercatat 3.517 Kasus GHPR di NTB, 4 Meninggal

Minggu, 13 September 2026 - 18:13

DPRD Terima Penjelasan Pemprov Tentang Perubahan APBD 2026

Minggu, 13 September 2026 - 12:12

NTB Bangun Kapasitas, Dari Pendampingan Menuju Mandiri: Bypass Otak Kini Bisa Dilakukan di RSUD Provinsi

Kamis, 10 September 2026 - 21:35

TNGR Sampaikan Situasi Gunung Rinjani Masih Aman, Jangan Termakan Isu Tak Jelas

Kamis, 10 September 2026 - 11:46

Dari Pembiayaan hingga Remitansi, Bank NTB Syariah dan Maybank Indonesia Perkuat Layanan PMI

Rabu, 9 September 2026 - 08:51

Rp9 Miliar Masih Nyangkut, 15 OPD Pemprov NTB “Ditegur” BPK

Berita Terbaru