KAI Dukung Ketahanan Pangan Nasional, Angkutan Perkebunan dan Pupuk dengan KA Meningkat - Koran Mandalika

KAI Dukung Ketahanan Pangan Nasional, Angkutan Perkebunan dan Pupuk dengan KA Meningkat

Minggu, 16 Maret 2025 - 19:21

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PT Kereta Api Indonesia (Persero) terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung ketahanan pangan nasional melalui peningkatan angkutan komoditas strategis seperti hasil perkebunan dan pupuk. Sepanjang Januari hingga Februari 2025, angkutan hasil perkebunan yang diangkut oleh KAI mencapai 110.558 ton, naik 2% dari periode yang sama tahun sebelumnya sebesar 108.148 ton. Sementara itu, angkutan pupuk mengalami lonjakan signifikan dari 1.675 ton pada Januari-Februari 2024 menjadi 5.190 ton pada periode yang sama di tahun 2025 atau sebesar 210%.

Vice President Public Relations KAI Anne Purba menyampaikan bahwa peningkatan angkutan ini mencerminkan peran penting KAI dalam menjaga rantai pasok komoditas pertanian dan perkebunan.

“Sebagai moda transportasi yang efisien dan ramah lingkungan, KAI terus berupaya memastikan kelancaran distribusi hasil perkebunan dan pupuk ke berbagai daerah. Ini adalah langkah konkret kami dalam mendukung ketahanan pangan nasional,” ujar Anne.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Peningkatan angkutan hasil perkebunan pada Januari 2025 mencapai 59.548 ton, naik dibandingkan Januari 2024 yang sebanyak 54.829 ton. Komoditas hasil perkebunan yang diangkut KAI meliputi kelapa sawit untuk minyak goreng, tebu untuk gula, serta kopi dan kakao yang merupakan bahan baku industri makanan dan minuman. Distribusi yang efisien melalui moda kereta api memungkinkan ketersediaan komoditas ini tetap terjaga dengan baik di seluruh Indonesia.

Baca Juga :  Cara Menggunakan e-Meterai Resmi untuk Dokumen Digital Anda

Sementara itu, angkutan pupuk mengalami peningkatan signifikan. Pada Januari 2025, KAI mengangkut 3.810 ton pupuk, naik drastis dibandingkan Januari 2024 yang hanya 690 ton. Begitu juga pada Februari 2025, angkutan pupuk mencapai 1.380 ton, lebih tinggi dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar 985 ton. Peningkatan ini menunjukkan komitmen KAI dalam mendukung sektor pertanian dengan memastikan ketersediaan pupuk yang sangat penting bagi produktivitas pertanian di berbagai wilayah.

Ketahanan pangan nasional tidak hanya bergantung pada produksi pangan, tetapi juga pada sistem distribusi yang efisien. Keandalan moda transportasi kereta api memungkinkan pasokan komoditas pangan dan pertanian tetap stabil, terutama dalam menghadapi tantangan kondisi jalan raya yang sering kali menjadi kendala bagi transportasi darat lainnya.

Selain itu, distribusi hasil perkebunan dan pupuk yang efisien juga berkontribusi dalam mengurangi ketergantungan pada impor pangan. Dengan memastikan komoditas lokal dapat terdistribusi dengan baik, ketahanan pangan nasional semakin kuat dan stabilitas harga dapat lebih terjaga. Hal ini sekaligus mendorong kesejahteraan petani dan pelaku usaha di sektor pertanian dan perkebunan.

Baca Juga :  Trading di HSB Investasi Dapat Fasilitas Perlindungan Ekstra Dana Tanpa Potongan Biaya

Sebagai bagian dari upaya meningkatkan efisiensi distribusi pangan, KAI terus mengembangkan layanan logistiknya. Investasi dalam infrastruktur dan teknologi dilakukan agar layanan angkutan barang semakin optimal. KAI juga menjalin kerja sama dengan berbagai pihak, termasuk perusahaan perkebunan dan produsen pupuk, guna memastikan distribusi berjalan lancar dan tepat waktu. Dengan sistem transportasi yang terencana dan terintegrasi, KAI mampu memberikan solusi logistik yang lebih ekonomis dan berkelanjutan bagi sektor pertanian dan perkebunan nasional.

“Sebagai BUMN yang memiliki peran strategis dalam sektor transportasi, KAI berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas layanan angkutan barang. Dengan berbagai inovasi dan optimalisasi sistem logistik, KAI berharap dapat terus berkontribusi dalam menjaga ketahanan pangan nasional serta meningkatkan kesejahteraan petani dan pelaku usaha di sektor perkebunan dan pertanian,” tutup Anne.

Berita Terkait

Ada Cerita Cinta hingga Drama Skripsi di Dinding Sekolah dan Kampus, Cokelat Take-It Bisa Diambil di Tengah Cerita
Usai Raih World Artist of the Year, JessC Perluas Langkah Musik di Indonesia
Cara Membuat Website Toko Online Sendiri Sebelum 11.11 dan Harbolnas
BINUS Perkuat Kolaborasi Lintas Sektor melalui NEST di QS Higher Ed Summit Asia Pacific 2026
BRI Dorong Literasi Keuangan Sejak Dini melalui Edukasi di Lingkungan Sekolah
Alternativa Film Festival 2027 Siapkan Hadiah US$120.000, Buka Peluang bagi Sineas Indonesia ke Panggung Internasional
Lewat Baseball5, Perbasasi Jakarta dan JALIN Foundation Ajak Remaja Hidup Sehat dan Berani Hadapi Tekanan
39% Responden Perkotaan Indonesia Pakai AI untuk Belanja dan Rekomendasi, Peringkat Pencarian Saja Tak Lagi Cukup

Berita Terkait

Selasa, 3 November 2026 - 23:02

Ada Cerita Cinta hingga Drama Skripsi di Dinding Sekolah dan Kampus, Cokelat Take-It Bisa Diambil di Tengah Cerita

Selasa, 3 November 2026 - 23:02

Usai Raih World Artist of the Year, JessC Perluas Langkah Musik di Indonesia

Selasa, 3 November 2026 - 22:02

Cara Membuat Website Toko Online Sendiri Sebelum 11.11 dan Harbolnas

Selasa, 3 November 2026 - 22:02

BRI Dorong Literasi Keuangan Sejak Dini melalui Edukasi di Lingkungan Sekolah

Selasa, 3 November 2026 - 21:02

Alternativa Film Festival 2027 Siapkan Hadiah US$120.000, Buka Peluang bagi Sineas Indonesia ke Panggung Internasional

Selasa, 3 November 2026 - 19:02

Lewat Baseball5, Perbasasi Jakarta dan JALIN Foundation Ajak Remaja Hidup Sehat dan Berani Hadapi Tekanan

Selasa, 3 November 2026 - 18:02

39% Responden Perkotaan Indonesia Pakai AI untuk Belanja dan Rekomendasi, Peringkat Pencarian Saja Tak Lagi Cukup

Selasa, 3 November 2026 - 18:02

Pemerintah Bahas Skema Pembiayaan Perumahan bagi Masyarakat Berpenghasilan Tanggung

Berita Terbaru