LindungiHutan Ajak Semua Pihak Tingkatkan Aksi Karbon Nyata di Hari Nol Emisi - Koran Mandalika

LindungiHutan Ajak Semua Pihak Tingkatkan Aksi Karbon Nyata di Hari Nol Emisi

Jumat, 26 September 2025 - 08:49

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Peringatan Zero Emissions Day atau Hari Nol Emisi setiap 21 November menjadi sebuah momentum penting untuk mendorong pengurangan emisi gas rumah kaca secara nyata. Indonesia telah menetapkan target net zero emissions pada 2060, namun data terbaru menunjukkan bahwa jalan menuju sasaran ini masih panjang dan penuh tantangan.

Menurut laporan An Energy Sector Roadmap to Net Zero Emissions in Indonesia oleh IEA dan Kementerian Energi, sektor energi menjadi penyumbang terbesar emisi CO₂ di Indonesia. Sekalipun elektrifikasi dan efisiensi energi digadang-gadang sebagai solusi utama, lebih dari 70 persen pembangkit listrik di Indonesia masih berasal dari bahan bakar fosil. Untuk mencapai net zero di tahun 2060, roadmap menyebut bahwa pembangkit fosil harus dikurangi drastis, dengan porsi energi terbarukan yang terus ditingkatkan.

Berdasarkan data terbaru dari EDGAR mencatat bahwa emisi gas rumah kaca global tahun 2023 mencapai 53,0 gigaton CO₂-eq, naik sekitar 1,9% dibanding tahun sebelumnya. Sementara itu, berdasarkan data Climate Change Tracker, emisi gas rumah kaca di Indonesia per kapita mencapai hampir 6,9 ton CO₂-eq per orang per tahun, yang dikategorikan sebagai “tinggi”, terutama karena ketergantungan pada batu bara dan emisi lahan gambut/lahan penggunaan lahan lainnya.

LindungiHutan menyikapi Hari Nol Emisi ini dengan mengajak masyarakat, brand, dan pemangku kepentingan untuk memperkuat aksi penghijauan dan konservasi alam sebagai salah satu cara paling efektif untuk menyerap karbon dan memperkuat daya dukung lingkungan. Program penghijauan yang melibatkan penanaman pohon di hulu sungai dan wilayah pesisir, mangrove, serta restorasi ekosistem alam menjadi bagian dari solusi nyata.

“Zero Emissions Day bukan sekadar simbol. Ini adalah panggilan tindakan. Setiap pohon yang ditanam, setiap hektar hutan yang direstorasi, adalah bagian dari solusi untuk memutus rantai emisi yang terus meningkat. LindungiHutan berkomitmen untuk memperluas kerja sama agar aksi karbon ini bukan milik sedikit orang, tetapi tanggung jawab kolektif,” ujar Siktiyana, Head Content and Marketing LindungiHutan.

Di sisi kebijakan, Indonesia juga memperkuat regulasi, termasuk Peraturan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan tentang Sistem Registri Nasional (SRN) serta dukungan terhadap skema perdagangan karbon domestik dan sertifikasi emisi. Meski demikian, keterbatasan pemantauan, transparansi data, dan kapasitas lokal masih menjadi hambatan yang perlu segera diatasi.

Baca Juga :  57% Jawaban AI Tidak Menyebut Brand, Apa Dampaknya bagi Bisnis?

LindungiHutan mengajak publik untuk ikut ambil bagian melalui program seperti penanaman bibit pohon, restorasi mangrove, dan pemanfaatan fitur, seperti carbon offset dan Sustainabilitree. Dengan langkah-langkah kecil yang terukur, diharapkan emisi nasional dapat dikurangi secara signifikan, sehingga target net zero 2060 bukan hanya impian melainkan kenyataan.

Tentang LindungiHutan
LindungiHutan adalah start-up lingkungan yang berfokus pada aksi konservasi hutan dan pemberdayaan masyarakat sekitar hutan. Sebanyak 1 juta pohon telah ditanam bersama lebih dari 600+ brand dan perusahaan. Kami menggandeng masyarakat lokal di 30+ lokasi penanaman yang tersebar di Indonesia. Kami menghadirkan beberapa program seperti Corporatree, Collaboratree dengan skema Product Bundling, Service Bundling dan Project Partner, serta program Carbon Offset.
Press Release ini juga sudah tayang di VRITIMES

Berita Terkait

Dari Papan Sedekah Sayur hingga Rumah Sahabat Lansia, Anita Ratna Faoziyah Dianugerahi Tokoh Filantropi 2026
PT Etos Kreatif Indonesia dan Yayasan Rintisan Amal Bunda Turun Langsung ke NTT, Salurkan Makanan, Layanan Kesehatan hingga Dukungan Psikososial
ERP Garmen: Ukuran, Warna, dan Varian Tanpa Duplikat SKU di Odoo
Nvidia Siapkan Buyback US$150 Miliar, Terbesar dalam Sejarah
Indonesia Turun ke Peringkat 14 Kripto Global, Ada Apa dengan Penggunanya?
Igloo dan DANA Luncurkan Perlindungan Hujan Parametrik All-in-One Pertama di Industri untuk Masyarakat Indonesia
Faculty of Digital Communication and Hotel & Tourism BINUS UNIVERSITY Perluas Pengalaman Global Mahasiswa melalui ASEAN Symposium on Higher Education 2026
Panduan Memilih Alat Berat untuk Konstruksi, Pertambangan, dan Perkebunan Sawit

Berita Terkait

Selasa, 29 September 2026 - 12:40

“Tutup Aib Abah Nanda” Viral, Pengacara: Bukan Pengakuan, Ada Kronologi di Baliknya

Selasa, 29 September 2026 - 10:18

Klarifikasi dan Permohonan Maaf Koran Mandalika Terhadap Kantor Hukum Abdul Hanan, SH, M.AD & Partners

Senin, 28 September 2026 - 18:31

Troy Warokka Bongkar Antusiasme MotoGP 2026: Hotel Penuh, Tiket Terus Diburu

Senin, 28 September 2026 - 14:13

ITDC Tak Mau Kecolongan, Mandalika Diuji Sebelum MotoGP

Minggu, 27 September 2026 - 18:40

IFG dan Jamkrindo Berkolaborasi Hidupkan Budaya dan Dorong UMKM Naik Kelas

Sabtu, 26 September 2026 - 18:41

Samara Lombok Double Winner! Dua Penghargaan Bergengsi Dibawa Pulang dari IREA 2026

Sabtu, 26 September 2026 - 17:57

Muscam XI Golkar Pujut Memanas, Dua Kader Berebut Kursi Ketua PK

Jumat, 25 September 2026 - 18:30

Ungkap Kasus Pemerkosaan WNA di Kuta Mandalika, NTB Solution Center dan Kuta SOS Apresiasi Kinerja Polda NTB

Berita Terbaru