KAI Resmikan Pengoperasian Lokomotif Baru CC 205 dari Amerika di Stasiun Tanjungkarang - Koran Mandalika

KAI Resmikan Pengoperasian Lokomotif Baru CC 205 dari Amerika di Stasiun Tanjungkarang

Rabu, 20 Agustus 2025 - 17:22

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PT Kereta Api Indonesia (Persero) hari ini (20/8) resmi mengoperasikan lokomotif baru tipe CC 205 buatan Progress Rail, Amerika Serikat, sebagai bagian dari pengadaan 54 unit sarana angkutan barang di Stasiun Tanjungkarang. Lokomotif-lokomotif ini tiba di Pelabuhan Panjang, Lampung pada 17 Juli 2025 dan langsung menjalani pengecekan di Dipo Lokomotif Tanjungkarang, Lampung. Setelah menjalani proses pengecekan dan commissioning, lokomotif ini kini siap digunakan untuk mengangkut batu bara sebagai komoditas utama untuk pasokan energi nasional.

Direktur Pengelola Sarana Prasarana KAI Heru Kuswanto menyampaikan bahwa pengoperasian lokomotif CC 205 baru perdana di Stasiun Tanjungkarang merupakan langkah penting untuk memperkuat sektor logistik nasional, khususnya dalam angkutan batu bara yang berperan vital dalam ketahanan energi nasional. Lokomotif ini mampu menarik hingga 61 gerbong, setara dengan 3.050 ton barang, menggantikan sekitar 120 truk kontainer berukuran 40 kaki, sehingga memberikan efisiensi waktu serta turut mengurangi kemacetan dan polusi udara.

Pada kesempatan yang sama, President & Chief Executive Officer Progress Rail John Newman menyampaikan apresiasinya atas kepercayaan yang diberikan oleh KAI.

“Kami sangat menghargai kepercayaan yang telah diberikan KAI kepada Progress Rail untuk mendukung bisnisnya, dan kami berkomitmen penuh untuk mendukung KAI dalam mengembangkan usahanya secara efisien, aman, menguntungkan, dan berkelanjutan untuk tahun-tahun yang akan datang,” ujar John.

Proyek ini merupakan bagian dari investasi KAI sebesar USD 222,5 juta atau sekitar Rp3,56 triliun, yang mendukung proyeksi angkutan batu bara sebesar 111,2 juta ton dan 10,9 juta ton angkutan non-batu bara pada tahun 2029. Lokomotif CC 205 juga dirancang untuk mengurangi emisi CO₂ hingga 84%, sejalan dengan visi KAI mendukung sistem logistik nasional yang lebih efisien dan ramah lingkungan.

Sebagai bagian dari penguatan ekosistem logistik berbasis rel nasional, KAI juga mengimplementasikan pengadaan 1.125 unit gerbong datar BM 54 ton untuk angkutan barang di Sumatera Selatan. Pengiriman tahap awal sebanyak 60 unit telah tiba di Divre III Palembang pada 6 Juli 2025 dan siap digunakan.

Setiap unit gerbong ini memiliki kapasitas muat hingga 15 ton, dengan total daya angkut mencapai 4.050 ton. Gerbong ini dirancang khusus untuk mengangkut komoditas berat seperti batu bara dan material konstruksi, sekaligus mendukung distribusi energi nasional yang efisien dan berkelanjutan.

Baca Juga :  Training PPLB3 Kedua Energy Academy, Tingkatkan Performa Pengelolaan Limbah Berbahaya di Sektor Industri

Vice President Public Relations KAI Anne Purba menambahkan bahwa pengadaan lokomotif CC 205 dan gerbong datar BM 54 ton ini merupakan upaya strategis untuk mempercepat pergeseran logistik dari moda darat ke moda rel, yang lebih efisien dan ramah lingkungan. Langkah ini juga mendukung pertumbuhan sektor logistik yang berkelanjutan di Indonesia.

Anne juga menekankan komitmen KAI terhadap kemandirian industri nasional dengan memproduksi seluruh gerbong datar BM 54 ton di dalam negeri melalui PT INKA, dengan pemanfaatan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) yang optimal.

Selain itu, Ia mengatakan sarana tambahan ini disiapkan untuk mendukung proyeksi angkutan batu bara sebesar 111,2 juta ton dan 10,9 juta ton angkutan non-batu bara pada 2029, termasuk dari proyek Sumbagsel, Tarahan II, dan Kertapati yang diperkirakan menambah total volume.

“Kami berharap dengan tambahan sarana ini, sistem logistik nasional akan semakin terintegrasi dan efisien, mendukung pertumbuhan ekonomi yang lebih hijau dan berkelanjutan,” tutup Anne.

Berita Terkait

Pandai Gadai: Hadirkan Extra Pinjaman hingga Rp100.000 untuk Gadai Elektronik
Mengapa Limit Pinjaman yang Kamu Dapat Bisa Berbeda? Ini Penjelasannya
Dulu Diajarkan Menabung, Kini Saatnya Belajar Membuat Uang Bertumbuh
Inspiraya Goes to Campus Gunadarma, Bank Raya Ajak Mahasiswa Cerdas Kelola Cash Flow dan Mulai Berinvestasi Sejak Dini
Drone as First Responder: Cara Baru Merespons Keadaan Darurat Hadir di Indonesia
“DNA” Presiden Menandai Bangkitnya Diplomasi Peradaban
7 Ide Usaha Kreatif untuk Pemula yang Ingin Memulai Usaha
SUCOFINDO – HCETS PERKUAT SINERGI BILATERAL DORONG SOLUSI WASTE TO ENERGY YANG BERKELANJUTAN

Berita Terkait

Rabu, 19 Agustus 2026 - 01:02

Pandai Gadai: Hadirkan Extra Pinjaman hingga Rp100.000 untuk Gadai Elektronik

Selasa, 18 Agustus 2026 - 21:02

Mengapa Limit Pinjaman yang Kamu Dapat Bisa Berbeda? Ini Penjelasannya

Selasa, 18 Agustus 2026 - 20:36

Dulu Diajarkan Menabung, Kini Saatnya Belajar Membuat Uang Bertumbuh

Selasa, 18 Agustus 2026 - 19:02

Inspiraya Goes to Campus Gunadarma, Bank Raya Ajak Mahasiswa Cerdas Kelola Cash Flow dan Mulai Berinvestasi Sejak Dini

Selasa, 18 Agustus 2026 - 19:01

“DNA” Presiden Menandai Bangkitnya Diplomasi Peradaban

Selasa, 18 Agustus 2026 - 18:02

7 Ide Usaha Kreatif untuk Pemula yang Ingin Memulai Usaha

Selasa, 18 Agustus 2026 - 16:02

SUCOFINDO – HCETS PERKUAT SINERGI BILATERAL DORONG SOLUSI WASTE TO ENERGY YANG BERKELANJUTAN

Selasa, 18 Agustus 2026 - 16:02

BINUS @Malang Perkuat Kolaborasi dengan Orang Tua melalui Parents Day BINUSIAN B2030

Berita Terbaru

NTB Terkini

Diduga Cemari Laut, DLHK NTB Periksa Tambak Udang di KLU

Selasa, 18 Agu 2026 - 19:52