TMT Finance APAC 2026: Lintasarta Dorong Investasi Infrastruktur AI untuk Indonesia - Koran Mandalika

TMT Finance APAC 2026: Lintasarta Dorong Investasi Infrastruktur AI untuk Indonesia

Senin, 1 Juni 2026 - 23:00

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Perkembangan kecerdasan artifisial (AI) membuka peluang baru bagi Indonesia untuk memperkuat daya saing di era ekonomi digital. Namun, keberhasilan adopsi AI tidak hanya ditentukan oleh ketersediaan teknologi komputasi, melainkan juga oleh kesiapan infrastruktur, keamanan, konektivitas, talenta, serta kolaborasi ekosistem yang mampu mendukung implementasi AI secara menyeluruh.

Menjawab kebutuhan tersebut, Lintasarta memperluas perannya sebagai Beyond AI Factory dengan menghadirkan ekosistem AI yang terintegrasi untuk membantu pelanggan mempercepat adopsi AI secara end-to-end. Transformasi ini menjadi bagian dari komitmen perusahaan untuk mendukung pengembangan ekosistem AI nasional sekaligus memperkuat posisi Indonesia dalam peta AI regional.

Komitmen tersebut disampaikan Director & Chief Financial Officer (CFO) Lintasarta Hariyadi Ramelan dalam forum TMT Finance APAC 2026 dengan membawa tema Intelligence to accelerate smart investment in digital infrastructure di Singapura pada Mei ini, forum yang mempertemukan lebih dari 350 investor, operator, dan pelaku industri digital infrastructure dari berbagai negara untuk membahas arah perkembangan infrastruktur digital masa depan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dalam panel diskusi bertajuk “What’s the Real Investment Case for AI Data Centre Models?”, Hariyadi menyoroti pentingnya membangun fondasi AI yang berkelanjutan melalui kombinasi infrastruktur digital, kolaborasi ekosistem, serta pendekatan bisnis yang berorientasi pada kebutuhan nyata pelanggan.

“AI bukan lagi sekadar teknologi pendukung. AI telah menjadi salah satu penggerak utama transformasi bisnis dan ekonomi digital. Karena itu, pengembangan AI perlu didukung oleh infrastruktur yang kuat, ekosistem yang kolaboratif, serta pendekatan yang berkelanjutan agar mampu menciptakan nilai jangka panjang,” ujar Hariyadi.

Baca Juga :  Creator asal Indonesia, Good News From Indonesia menerima Silver Play Button

Menurut Hariyadi, kebutuhan pelanggan saat ini terus berkembang. Mereka tidak hanya membutuhkan kapasitas komputasi AI, tetapi juga konektivitas, cloud, keamanan siber, serta dukungan ekosistem yang mampu mempercepat implementasi AI dalam proses bisnis.

“Karena itu kami memperluas peran menjadi Beyond AI Factory. Kami ingin menghadirkan solusi AI yang lebih terintegrasi sehingga pelanggan dapat mengakses infrastruktur, platform, keamanan, dan kolaborasi yang dibutuhkan untuk mempercepat perjalanan transformasi AI mereka,” tambahnya.

Sebagai AI Factory dari Indosat Ooredoo Hutchison (IOH) Group, Lintasarta menghadirkan pendekatan terintegrasi melalui empat pilar utama atau 4C, yaitu Connectivity, Cloud, Cybersecurity, dan Collaboration (AI Application Solution). Melalui pendekatan ini, pelanggan dapat memperoleh solusi yang menggabungkan konektivitas, komputasi AI, keamanan siber, serta dukungan ekosistem dalam satu platform yang terintegrasi.

Pendekatan Beyond AI Factory tersebut diperkuat melalui layanan terintegrasi yang didukung oleh infrastruktur AI yang andal melalui sovereign AI infrastructure. Di saat yang sama, Lintasarta juga terus membangun ekosistem AI nasional melalui gerakan AI Merdeka, pengembangan talenta digital, serta kolaborasi dengan mitra global guna mempercepat adopsi AI di Indonesia.

Sementara itu, Chief Content Officer TMT Finance Ben Nice dalam sambutannya mengatakan bahwa AI menjadi salah satu faktor utama yang mendorong pertumbuhan investasi digital infrastructure di kawasan Asia Pasifik.

“AI secara jelas mempercepat aktivitas investasi dan transaksi di kawasan Asia Pasifik. Saat ini kami memantau lebih dari 100 transaksi merger, akuisisi, dan pembiayaan di sektor digital infrastructure naik 8% setiap tahunnya. Hal ini menunjukkan besarnya peluang pertumbuhan yang terbuka bagi pelaku industri di kawasan,” ujar Ben Nice.

Baca Juga :  Siapkan Infrastruktur Pemesanan Tiket Lebaran, KAI Lakukan Migrasi Sistem

Momentum tersebut semakin memperkuat keyakinan Lintasarta bahwa pengembangan ekosistem AI yang terintegrasi akan menjadi faktor penting dalam mempercepat adopsi AI dan menciptakan nilai ekonomi jangka panjang bagi Indonesia.

Hariyadi menambahkan bahwa Indonesia memiliki peluang besar untuk menjadi salah satu pemain penting dalam ekosistem AI khususnya di Indonesia, didukung oleh pertumbuhan ekonomi digital, ketersediaan talenta, serta meningkatnya kebutuhan transformasi digital di berbagai sektor industri.

“Indonesia memiliki potensi yang sangat besar untuk menjadi salah satu pemain penting dalam ekosistem AI di regional. Yang dibutuhkan saat ini adalah kolaborasi yang kuat untuk membangun fondasi yang tepat, mulai dari infrastruktur, talenta, hingga pengembangan use case yang memberikan dampak nyata bagi dunia usaha dan masyarakat,” kata Hariyadi.

Partisipasi Lintasarta dalam TMT Finance APAC 2026 mempertegas komitmen perusahaan dalam memperluas perannya sebagai Beyond AI Factory sekaligus memperkuat posisinya sebagai AI ecosystem enabler bagi Indonesia. Dengan menggabungkan kapabilitas infrastruktur, layanan terintegrasi berbasis 4C, pengembangan talenta, serta kolaborasi dengan mitra global, Lintasarta optimistis dapat mempercepat adopsi AI nasional dan mendukung terwujudnya ekonomi digital Indonesia yang lebih inklusif, berdaya saing, dan berkelanjutan.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Berita Terkait

Fortifikasi Beras Massal Jadi Solusi Atasi Krisis Kelaparan Tersembunyi
BRI Branch Office Otista dan BRINS Serahkan Simbolis Klaim Asuransi kepada Nasabah Terdampak Kebakaran
BRI Branch Office Tanah Abang Gelar Simulasi Business Continuity Management untuk Perkuat Kesiapan Menghadapi Situasi Darurat
Sepuluh Hari Beroperasi dengan Rangkaian Baru, KA Cikuray Catat Okupansi Lebih dari 138 Persen
BRI Region 6 Tingkatkan Literasi Digital melalui Program Pendidikan Crypto bagi Pekerja
Leaders as Coaches: Membangun Pemimpin Inspiratif untuk Mendorong Kinerja Berkelanjutan di BRI Regional 6
5 Kebiasaan Belanja yang Kini Berubah Berkat QRIS
AI Connect Makassar dan Kodeka Labs Gelar Workshop Intelligent Workflow Orchestration with n8n

Berita Terkait

Rabu, 24 Juni 2026 - 21:00

Fortifikasi Beras Massal Jadi Solusi Atasi Krisis Kelaparan Tersembunyi

Rabu, 24 Juni 2026 - 20:00

BRI Branch Office Otista dan BRINS Serahkan Simbolis Klaim Asuransi kepada Nasabah Terdampak Kebakaran

Rabu, 24 Juni 2026 - 20:00

BRI Branch Office Tanah Abang Gelar Simulasi Business Continuity Management untuk Perkuat Kesiapan Menghadapi Situasi Darurat

Rabu, 24 Juni 2026 - 19:00

Sepuluh Hari Beroperasi dengan Rangkaian Baru, KA Cikuray Catat Okupansi Lebih dari 138 Persen

Rabu, 24 Juni 2026 - 19:00

Leaders as Coaches: Membangun Pemimpin Inspiratif untuk Mendorong Kinerja Berkelanjutan di BRI Regional 6

Rabu, 24 Juni 2026 - 19:00

5 Kebiasaan Belanja yang Kini Berubah Berkat QRIS

Rabu, 24 Juni 2026 - 18:00

AI Connect Makassar dan Kodeka Labs Gelar Workshop Intelligent Workflow Orchestration with n8n

Rabu, 24 Juni 2026 - 17:00

Grup MIND ID Reklamasi 8.000 Hektare Lahan dan Rehabilitasi DAS 37.700 Hektare, Perbaiki Kualitas Keanekaragaman Hayati

Berita Terbaru