Kekacauan di Pasar Saham: Dow Jatuh 300 Poin, S&P 500 Terancam Bear Market karena Tarif Trump! - Koran Mandalika

Kekacauan di Pasar Saham: Dow Jatuh 300 Poin, S&P 500 Terancam Bear Market karena Tarif Trump!

Kamis, 10 April 2025 - 15:00

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pasar saham Amerika Serikat mengalami tekanan hebat pada hari Selasa, ketika ketidakpastian kebijakan perdagangan kembali mengguncang para investor. Indeks S&P 500 tercatat nyaris memasuki wilayah bear market, kondisi ketika harga saham turun setidaknya 20% dari puncak tertingginya  setelah pemerintah AS secara mengejutkan mengumumkan tarif baru sebesar 104% terhadap berbagai produk impor dari China. Pengumuman ini disampaikan hanya sehari sebelum kebijakan tersebut resmi diberlakukan, yakni pada Rabu dini hari, sehingga menciptakan gelombang kecemasan di pasar global.

Kabar soal tarif tinggi yang tidak terduga ini langsung mengguncang pergerakan pasar. Dow Jones Industrial Average, yang sempat menunjukkan performa positif dengan kenaikan lebih dari 1.300 poin di awal perdagangan, tiba-tiba kehilangan momentumnya. Sentimen investor yang semula optimistis berubah drastis menjadi panik, mendorong indeks tersebut berbalik arah dan jatuh lebih dari 300 poin hanya dalam hitungan jam. Lonjakan dan penurunan tajam ini mencerminkan tingkat volatilitas yang sangat tinggi sebuah peristiwa yang jarang terlihat bahkan dalam sejarah panjang pasar modal Amerika.

Kondisi ini menunjukkan betapa sensitifnya pasar terhadap perkembangan geopolitik dan kebijakan ekonomi yang bersifat mendadak. Banyak analis menyebut langkah Gedung Putih sebagai kebijakan agresif yang bisa memperuncing ketegangan dagang antara dua ekonomi terbesar dunia, yakni Amerika Serikat dan China. Para pelaku pasar kini menanti respons dari Beijing dan dampak jangka panjang terhadap rantai pasok global serta pertumbuhan ekonomi dunia secara keseluruhan.

Sinyal positif sempat muncul di pasar keuangan setelah adanya perkembangan dalam pembicaraan perdagangan antara Amerika Serikat dan Jepang. Harapan bahwa AS mampu menjalin kesepakatan dagang yang konstruktif dengan sekutu-sekutunya sempat memicu optimisme di kalangan investor. Kabar ini mendorong sentimen bahwa ketegangan perdagangan global mungkin bisa mereda, setidaknya sebagian. Namun, suasana positif itu tidak bertahan lama, karena konflik dengan China justru semakin memanas di waktu yang hampir bersamaan.

Di tengah upaya negosiasi yang masih berlangsung, pemerintah China menyampaikan pernyataan keras. Beijing menegaskan bahwa mereka akan “berjuang sampai akhir” dalam menghadapi tekanan ekonomi dari Amerika Serikat, dan menyebut kebijakan tarif yang dijalankan Washington sebagai bentuk “pemerasan ekonomi.” Sikap tegas ini menunjukkan bahwa China tidak akan mundur begitu saja, dan siap mengambil langkah-langkah balasan, yang tentunya meningkatkan kekhawatiran pasar terhadap potensi perang dagang berkepanjangan antara kedua negara adidaya.

Sementara itu, beberapa tokoh besar dunia bisnis turut angkat suara mengenai situasi ini. CEO JPMorgan Chase, Jamie Dimon, serta pendiri Tesla dan SpaceX, Elon Musk, secara terbuka menyuarakan kekhawatiran mereka terhadap dampak jangka panjang dari kebijakan tarif terhadap pertumbuhan ekonomi dan iklim investasi. Kendati demikian, Gedung Putih tetap tidak bergeming. Di tengah suara-suara peringatan tersebut, pemerintahan Presiden AS memilih untuk terus melangkah maju dengan kebijakan tarif tambahan terhadap China, bahkan saat negosiasi masih berlangsung. Pendekatan konfrontatif ini semakin memperkeruh ketidakpastian di pasar global.

Baca Juga :  MCP Showcase 2025: Liebherr Handling the Future PT Multicrane Perkasa Hadirkan Solusi Material Handling Terkini

Pergerakan  Aset kripto, Saham Amerika Serikat, dan Emas Digital saat ini bisa kamu cek di aplikasi Nanovest. Jika kamu tertarik untuk mulai berinvestasi di Aset Kripto, Nanovest dapat menjadi pilihan kamu untuk mulai berinvestasi dan eksplor koin kripto lainnya, sebuah aplikasi investasi saham & kripto yang terpercaya dan aman yang dapat menjadi pilihan terbaik bagi para investor di Indonesia. Bagi para investor yang baru ingin memulai berinvestasi tidak perlu khawatir karena aset yang kamu miliki akan terjamin oleh perlindungan asuransi Sinar Mas sehingga terlindungi dari risiko cybercrime. Dan Nanovest juga telah terdaftar dan diawasi oleh BAPPEBTI, sehingga aman untuk digunakan. Bagi para penggiat investasi yang ingin menggunakan Nanovest, aplikasi ini sudah tersedia di Play Store maupun App Store Anda.

Berita Terkait

Community Engagement Berbasis Data Jadi Strategi Baru Brand Bangun Loyalitas Konsumen
Zero Accident di Lingkungan Kantor, LRT Jabodebek Catat Kinerja Keselamatan Kerja Optimal Awal 2026
TM Facial Glow, Tempat Perawatan Kecantikan Modern dengan 18 Cabang, Siap Ekspansi ke Seluruh Indonesia
Selama Periode Mudik Lebaran 2026 Tingkat Kemantapan Jalan Nasional Banten Capai 96 Persen
Faktor Ekonomi yang Mempengaruhi Pair USD/JPY di Pasar Forex
Holding Perkebunan Nusantara Perkuat Tata Kelola Berbasis Data, Akurasi Produksi Sawit PTPN IV Regional III Tembus 96,77 Persen
Sebanyak 2,3 Juta Kendaraan Kembali ke Jabotabek Pada H-10 s.d H+5 Hari Raya Idulfitri 1447H/Lebaran 2026, Dirut Jasa Marga Imbau Pengguna Jalan Optimalkan Rest Area Alternatif dan Manfaatkan Aplikasi Travoy
Siaga Arus Balik Idulfitri 1447H/Lebaran 2026, Jasa Marga Pastikan Kesiapan Pelayanan dan Imbau Pemudik Gunakan Rest Area Alternatif

Berita Terkait

Sabtu, 28 Maret 2026 - 15:00

Community Engagement Berbasis Data Jadi Strategi Baru Brand Bangun Loyalitas Konsumen

Sabtu, 28 Maret 2026 - 15:00

Zero Accident di Lingkungan Kantor, LRT Jabodebek Catat Kinerja Keselamatan Kerja Optimal Awal 2026

Sabtu, 28 Maret 2026 - 12:00

TM Facial Glow, Tempat Perawatan Kecantikan Modern dengan 18 Cabang, Siap Ekspansi ke Seluruh Indonesia

Sabtu, 28 Maret 2026 - 11:00

Selama Periode Mudik Lebaran 2026 Tingkat Kemantapan Jalan Nasional Banten Capai 96 Persen

Sabtu, 28 Maret 2026 - 06:00

Holding Perkebunan Nusantara Perkuat Tata Kelola Berbasis Data, Akurasi Produksi Sawit PTPN IV Regional III Tembus 96,77 Persen

Jumat, 27 Maret 2026 - 23:00

Sebanyak 2,3 Juta Kendaraan Kembali ke Jabotabek Pada H-10 s.d H+5 Hari Raya Idulfitri 1447H/Lebaran 2026, Dirut Jasa Marga Imbau Pengguna Jalan Optimalkan Rest Area Alternatif dan Manfaatkan Aplikasi Travoy

Jumat, 27 Maret 2026 - 23:00

Siaga Arus Balik Idulfitri 1447H/Lebaran 2026, Jasa Marga Pastikan Kesiapan Pelayanan dan Imbau Pemudik Gunakan Rest Area Alternatif

Jumat, 27 Maret 2026 - 19:00

FLOQ Gandeng Blibli Tiket Rewards, Hadirkan Program “First Trade, First Reward” bagi Pengguna

Berita Terbaru