Kemenko Bidang Pangan dan IDSurvey Akselerasi Program Green and Smart Port Demi Perkuat Efektivitas Logistik Pangan dalam Mendorong Terwujudnya Ketahanan Pangan Nasional - Koran Mandalika

Kemenko Bidang Pangan dan IDSurvey Akselerasi Program Green and Smart Port Demi Perkuat Efektivitas Logistik Pangan dalam Mendorong Terwujudnya Ketahanan Pangan Nasional

Kamis, 2 Juli 2026 - 00:00

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta, 1 Juli 2026 – Kementerian Koordinator Bidang Pangan bersama IDSurvey menyelenggarakan serangkaian agenda Green and Smart Port Initiatives (GSPI) ASRI 2026 sebagai tindak lanjut hasil Asesmen Green and Smart Port 2025 yang telah dilaksanakan oleh IDSurvey pada 8 pelabuhan di Indonesia.

Mengusung tema “Hijau Hari Ini, Cerdas Esok Hari, Ketahanan Pangan Selamanya,” GSPI ASRI 2026 menjadi wadah kolaborasi untuk mendorong pelabuhan-pelabuhan di Indonesia menerapkan praktik terbaik dalam pengelolaan lingkungan, efisiensi operasional, serta digitalisasi layanan. Program ini sebagai upaya mempercepat transformasi sektor kepelabuhanan nasional sebagai simpul distribusi logistik yang menjadi faktor penting dalam menjaga kelancaran arus pangan antardaerah, menekan biaya logistik, meningkatkan efisiensi rantai pasok, serta menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan nasional.

Seiring meningkatnya tuntutan perdagangan global terhadap rantai pasok yang berkelanjutan, transparan, dan terdigitalisasi, daya saing pelabuhan tidak lagi semata ditentukan oleh kapasitas dan kecepatan layanan. Kemampuan mengintegrasikan prinsip keberlanjutan, efisiensi energi, dan transformasi digital kini menjadi faktor strategis dalam memperkuat posisi Indonesia dalam rantai pasok internasional.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Deputi Bidang Koordinasi Tata Niaga dan Distribusi Pangan Kementerian Koordinator Bidang Pangan, Tatang Yuliono, menegaskan bahwa transformasi pelabuhan merupakan bagian penting dalam memperkuat kelancaran logistik pangan demi terwujudnya ketahanan pangan nasional.

“Pelabuhan merupakan simpul strategis dalam rantai pasok pangan nasional. Melalui Green and Smart Port Initiatives (GSPI) ASRI 2026, kami ingin mendorong terwujudnya pelabuhan yang tidak hanya efisien dan berdaya saing, tetapi juga berkelanjutan serta adaptif terhadap perkembangan teknologi. Sinergi pemerintah, pelaku usaha, dan seluruh pemangku kepentingan menjadi kunci dalam meningkatkan efektifitas logistik yang mampu menjamin kelancaran distribusi pangan, sekaligus meningkatkan daya saing Indonesia di tingkat global”,ujar Tatang.

Baca Juga :  KAI Daop 1 Jakarta dan Komunitas Sadulur Spoor Ajak Masyarakat Tertib di Perlintasan Sebidang JPL 46 Stasiun Pondok Jati

Program Green and Smart Port merupakan serangkaian instrumen asesmen yang dirancang untuk mengukur sekaligus mendorong implementasi praktik terbaik dalam pengelolaan pelabuhan melalui pendekatan Green Port dan Smart Port. Indikator penilaian pada Green and Smart Port telah dikategorikan berdasarkan aspek Aman, Sehat, Resik, dan Indah (ASRI), dikarenakan program ini selaras dengan program Presiden Republik Indonesia yaitu melalui Gerakan Indonesia ASRI.

Penilaian GSPI mengacu pada Green and Smart Port Guidelines 3.0/2023, yang disusun berdasarkan regulasi nasional dan praktik terbaik internasional. Asesmen mencakup aspek tata kelola, teknis operasional, pengelolaan lingkungan, efisiensi energi, keselamatan dan kesehatan kerja, kepelabuhanan, serta digitalisasi dengan komposisi penilaian 80 persen Green Port dan 20 persen Smart Port. Pelabuhan peserta mengikuti tahapan asesmen melalui mekanisme self-assessment pada platform My Green Port, dilanjutkan dengan verifikasi dokumen, survei lapangan oleh tim asesor independen, hingga penilaian akhir oleh dewan pertimbangan sesuai bidang keahlian masing-masing.

Sebagai tindak lanjut dari pelaksanaan Asesmen Green and Smart Port Tahun 2025, Kegiatan GSPI ASRI 2026 yang akan diselenggarakan pada tanggal 15 Juli 2026 di Dermaga C Pelabuhan PT Petrokimia Gresik, Jawa Timur sebagai salah satu peserta GSP. Kegiatan ini menjadi momentum yang tepat untuk penyerahan hasil penilaian GSP kepada 8 (delapan) pelabuhan peserta asesmen yang telah menunjukkan komitmen dan capaiannya yakni PT Petrokimia Gresik, PT Pupuk Kalimantan Timur, PT Krakatau Bandar Samudera, PT Vale Indonesia, PT Pelindo Petikemas – TPK Banjarmasin, PT Indonesia Kendaraan Terminal, PT Pelindo Multi Terminal – Branch Tanjung Intan, dan Terminal Petikemas Bitung. Melalui GSPI ASRI 2026, hasil asesmen tersebut ditindaklanjuti melalui pendampingan, penguatan implementasi praktik terbaik, serta akselerasi transformasi pelabuhan agar semakin hijau, cerdas, dan berdaya saing dalam mendukung sistem logistik nasional serta ketahanan pangan Indonesia.

Baca Juga :  Kira Souvenir x Pengrajin Lokal: Mengubah Kerajinan Nusantara Jadi Souvenir Corporate Premium

Program Green and Smart Port menunjukkan adanya kebermanfaatan terhadap kinerja dan citra pelabuhan dengan penerapan prinsip keberlanjutan dan digitalisasi. Direktur Jenderal Perhubungan Laut, Kemenhub menyatakan siap untuk mendorong pelabuhan lain yang belum ikut berpartisipasi untuk bisa ikut serta mengimplementasikan program Green and Smart Port ini. Harapannya lebih banyak pelabuhan di Indonesia yang menerapkan prinsip pelabuhan yang pintar dan ramah lingkungan.

“Sebagai Strategic Holding BUMN Jasa Survei, IDSurvey bersama dengan entitasnya PT SUCOFINDO (Persero), PT Biro Klasifikasi Indonesia (Persero), dan PT Surveyor Indonesia (Persero) berkomitmen menghadirkan layanan assurance yang tidak hanya menjamin kepatuhan terhadap standar, tetapi juga mendorong peningkatan kinerja dan daya saing pelabuhan nasional. Green and Smart Port Initiatives menjadi instrumen penting untuk mempercepat transformasi menuju pelabuhan yang lebih hijau, lebih cerdas, dan mampu memenuhi tuntutan perdagangan global di masa depan,” ujar David.

Melalui penyelenggaraan GSPI ASRI 2026, Kementerian Koordinator Bidang Pangan bersama IDSurvey menargetkan semakin banyak pelabuhan yang berpartisipasi untuk mengikuti asesmen Green and Smart Port, sehingga mampu meningkatkan efisiensi logistik, memperkuat distribusi pangan, dan mendukung terwujudnya ketahanan pangan nasional yang berkelanjutan.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Berita Terkait

Pandai Gadai: Hadirkan Extra Pinjaman hingga Rp100.000 untuk Gadai Elektronik
Mengapa Limit Pinjaman yang Kamu Dapat Bisa Berbeda? Ini Penjelasannya
Dulu Diajarkan Menabung, Kini Saatnya Belajar Membuat Uang Bertumbuh
Inspiraya Goes to Campus Gunadarma, Bank Raya Ajak Mahasiswa Cerdas Kelola Cash Flow dan Mulai Berinvestasi Sejak Dini
Drone as First Responder: Cara Baru Merespons Keadaan Darurat Hadir di Indonesia
“DNA” Presiden Menandai Bangkitnya Diplomasi Peradaban
7 Ide Usaha Kreatif untuk Pemula yang Ingin Memulai Usaha
SUCOFINDO – HCETS PERKUAT SINERGI BILATERAL DORONG SOLUSI WASTE TO ENERGY YANG BERKELANJUTAN

Berita Terkait

Rabu, 19 Agustus 2026 - 01:02

Pandai Gadai: Hadirkan Extra Pinjaman hingga Rp100.000 untuk Gadai Elektronik

Selasa, 18 Agustus 2026 - 21:02

Mengapa Limit Pinjaman yang Kamu Dapat Bisa Berbeda? Ini Penjelasannya

Selasa, 18 Agustus 2026 - 20:36

Dulu Diajarkan Menabung, Kini Saatnya Belajar Membuat Uang Bertumbuh

Selasa, 18 Agustus 2026 - 19:02

Inspiraya Goes to Campus Gunadarma, Bank Raya Ajak Mahasiswa Cerdas Kelola Cash Flow dan Mulai Berinvestasi Sejak Dini

Selasa, 18 Agustus 2026 - 19:01

“DNA” Presiden Menandai Bangkitnya Diplomasi Peradaban

Selasa, 18 Agustus 2026 - 18:02

7 Ide Usaha Kreatif untuk Pemula yang Ingin Memulai Usaha

Selasa, 18 Agustus 2026 - 16:02

SUCOFINDO – HCETS PERKUAT SINERGI BILATERAL DORONG SOLUSI WASTE TO ENERGY YANG BERKELANJUTAN

Selasa, 18 Agustus 2026 - 16:02

BINUS @Malang Perkuat Kolaborasi dengan Orang Tua melalui Parents Day BINUSIAN B2030

Berita Terbaru

NTB Terkini

Diduga Cemari Laut, DLHK NTB Periksa Tambak Udang di KLU

Selasa, 18 Agu 2026 - 19:52