Kementerian PU: Kapasitas Air Waduk Kedungombo Cukup untuk Dukung Musim Tanam 2025/2026 Di Lima Kabupaten - Koran Mandalika

Kementerian PU: Kapasitas Air Waduk Kedungombo Cukup untuk Dukung Musim Tanam 2025/2026 Di Lima Kabupaten

Selasa, 26 Agustus 2025 - 20:39

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

GROBOGAN, 26 Agustus 2025 – Kapasitas air di Waduk Kedungombo dipastikan dalam kondisi siap untuk menyuplai kebutuhan irigasi seluas puluhan ribu hektare lahan pertanian pada Masa Tanam (MT) I 2025/2026. Dengan stok air mencapai 472,39 juta meter kubik, waduk strategis ini menjadi tumpuan utama bagi para petani di Kabupaten Grobogan, Kudus, Pati, Demak, dan Jepara.

Kementerian Pekerjaan Umum (PU) menegaskan
bahwa pasokan air dari bendungan yang terletak di perbatasan Kabupaten Grobogan
ini akan mulai dialirkan pada 1 September 2025. Upaya ini merupakan bagian dari
komitmen pemerintah untuk mewujudkan swasembada pangan, sejalan dengan program
Asta Cita Presiden Prabowo Subianto.

Menteri PU, Dody Hanggodo, mengatakan bahwa
Waduk Kedungombo adalah bagian integral dari sistem irigasi modern yang
dirancang untuk memastikan pasokan air tersalurkan secara efisien hingga ke
lahan pertanian.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Air yang
dikelola dengan baik akan meningkatkan indeks pertanaman,” kata Menteri Dody.

Berdasarkan hasil
koordinasi antara berbagai pihak, telah disepakati bahwa rilis air dari Waduk
Kedungombo untuk kebutuhan irigasi selama Masa Tanam 2025/2026 (MT 1, MT 2, dan
MT 3) akan mencakup total lahan seluas 72.664 hektare (ha).

Baca Juga :  napocut Hadirkan 100+ Pilihan Hijab Paris untuk Setiap Undertone Kulit Perempuan Indonesia

Proyek Waduk Kedungombo oleh Kementerian PU

Kesepakatan ini
melibatkan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali Juana, Pemerintah Provinsi
Jawa Tengah, pemerintah kabupaten/kota terkait, serta perwakilan petani melalui
Induk Perkumpulan Petani Pemakai Air (IP3A) dan Gabungan Perkumpulan Petani Pemakai
Air (GP3A).

Adapun rincian
alokasi air irigasi melalui Jaringan Irigasi Waduk Kedungombo adalah sebagai
berikut:

•⁠  ⁠Daerah
Irigasi (DI) Sidorejo dan pompanisasi: 6.512 ha

•⁠  ⁠DI
Sidorejo Kiri/Lanang: 1.900 ha

•⁠  ⁠DI
Sedadi dan pompanisasi: 16.548 ha

•⁠  ⁠Klambu
Kiri dan Luas Tambah Tanam (LTT) Demak: 26.826 ha

•⁠  ⁠DI
Klambu Kanan dan Tambakromo: 9.904 ha

•⁠  ⁠DI
Klambu Wilalung: 7.457 ha

•⁠  ⁠PAT
(Pajale, Tebu): 3.517 ha

Kementerian PU
memastikan debit air yang tersedia di Waduk Kedungombo lebih dari cukup untuk
memenuhi kebutuhan sesuai jadwal tanam yang telah disetujui. Saat ini, tinggi
muka air waduk berada pada elevasi 87,67 meter dengan volume air tersedia
mencapai 472,39 juta meter kubik dari kapasitas tampung normal 561,2 juta meter
kubik.

Baca Juga :  Gandeng Maia Estianty, PT Etos Kreatif Indonesia dan Yayasan Amal Bunda Berdayakan 250 Perempuan UMKM

Kepala BBWS
Pemali Juana, Sudarto, menegaskan komitmen pihaknya untuk menghormati Surat
Keputusan Pola Tanam yang telah dikeluarkan pemerintah daerah. Meskipun
distribusi diatur secara ketat, ia memastikan tetap ada ruang fleksibilitas
untuk petani.

“Apabila ada
petani yang membutuhkan air irigasi, Bendungan Kedungombo siap menyuplai,
dengan catatan koordinasi harus dilakukan bersama Balai PSDA Seluna, IP3A,
GP3A, Dinas PU dan Dinas Pertanian yang merupakan anggota Komisi Irigasi,” ujar
Sudarto.

Proyek Waduk Kedungombo oleh Kementerian PU

Prinsip pembagian
air ini didasarkan pada keseimbangan antara kebutuhan irigasi yang telah
ditetapkan dan ketersediaan debit air di bendungan secara optimal.

Dengan kapasitas
yang terjaga dan pola distribusi yang terencana, kesiapan Waduk Kedungombo
sebagai pemasok utama air irigasi diharapkan dapat menopang keberhasilan panen
dan produktivitas pertanian di wilayah sekitarnya untuk musim tanam 2025/2026.

#SigapMembangunNegeriUntukRakyat

Berita Terkait

Melayani Sepenuh Hati, IPCC Dukung Pengiriman Bantuan Kemanusiaan PMI ke Nusa Tenggara Timur
Saham Alibaba Anjlok 10%, Investor Soroti Aksi Penggalangan Dana US$10,2 Miliar untuk AI
Grand Indonesia – PURANA 17 “Renjana Perca” Ditutup Anggun dengan Peluncuran PURANA KIDS SS27: Hadirkan Perpaduan Motif Purana x Afganial dan Regal Bloom
OSL Indonesia Rayakan Grand Launch di Bali, Hadirkan Semangat Baru untuk Ekosistem Keuangan Digital Indonesia
PT Pelindo Sinergi Lokaseva Dukung Resiliensi Pelabuhan ASEAN
Dr. Dhiraj Kelly Sawlani, CTA, WPA, dan NS Trade Siapkan Program Permodalan bagi 200 Trader Berpengalaman
Bittime Merawat Komunitas Melalui Kampanye #FindBeagle di Coinfest Asia 2026
Flash Diskon QRIS neobank, Dapat Diskon Rp5.000 + Voucher Tagihan

Berita Terkait

Senin, 24 Agustus 2026 - 14:41

Sade Terbakar, Lelontar Kuno Bangkit dari Sisa Abu

Minggu, 23 Agustus 2026 - 20:53

ITDC Perkuat Identitas The Mandalika melalui Mandalika Art & Culture Performance

Minggu, 23 Agustus 2026 - 16:24

Poltekpar Lombok Disiagakan Bantu Warga Korban Kebakaran Desa Adat Sade

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 20:04

Mandalika Makin Berisik, The Dudas Ikut Bilang: “Ini Luar Biasa”

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 17:57

Duta Lingkungan NTB Goes to School, Pelajar SMAN 1 Pringgarata Diajak Jadi Agen Perubahan

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 17:51

Tanah Pecatu Bukan Tanah Tak Bertuan: LIDIK NTB Desak Kejari Bongkar Klaim Aset Desa

Jumat, 21 Agustus 2026 - 18:45

5 Kader Diduga Jadi Korban Penganiayaan, HMI Badko Nusra Desak UIN Mataram Ambil Tindakan Tegas

Rabu, 19 Agustus 2026 - 16:44

Pol PP Tertibkan Lapak Pedagang di Leneng

Berita Terbaru

Daerah

Sade Terbakar, Lelontar Kuno Bangkit dari Sisa Abu

Senin, 24 Agu 2026 - 14:41