Krakatau Steel Fokus pada Transformasi dan Optimisasi Produksi, Tetap Komit Jalankan Strategi Jangka Panjang - Koran Mandalika

Krakatau Steel Fokus pada Transformasi dan Optimisasi Produksi, Tetap Komit Jalankan Strategi Jangka Panjang

Senin, 2 Juni 2025 - 20:44

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PT Krakatau Steel (Persero) Tbk mencatatkan pendapatan sebesar USD234,76 juta atau setara Rp3,88 triliun hingga Triwulan I 2025. Di tengah tekanan biaya produksi dan ketidakpastian pasar baja global, Krakatau Steel tetap menunjukkan kinerja operasional yang stabil serta menegaskan komitmennya terhadap transformasi bisnis dan efisiensi berkelanjutan.

Meski secara keseluruhan mencatatkan rugi bersih pada periode ini, perusahaan menilai kondisi tersebut masih dalam batas yang dapat dikendalikan, mengingat sejumlah tantangan eksternal seperti tingginya beban keuangan dan kinerja entitas asosiasi yang belum optimal. Sejumlah inisiatif strategis telah dijalankan untuk memperkuat daya tahan jangka panjang perusahaan.

HSM#1: Pemulihan Bertahap dan Penguatan Operasi
Fasilitas Hot Strip Mill 1 (HSM#1) memang telah kembali beroperasi sejak akhir 2024, namun proses optimalisasi produksinya berlangsung secara bertahap. Manajemen perusahaan menilai bahwa pengoperasian pabrik skala besar seperti HSM#1 membutuhkan waktu untuk mencapai efisiensi penuh dan kapasitas komersial yang ideal. Oleh karena itu, kontribusi HSM#1 akan mulai terasa secara lebih signifikan dalam laporan keuangan berikutnya.

Pihak perusahaan menyampaikan bahwa langkah-langkah preventif dan operasional telah disiapkan untuk memastikan keberlangsungan produksi HSM#1 sesuai dengan target. Reaktivasi ini merupakan bagian dari strategi jangka panjang untuk memulihkan kinerja segmen baja dan menopang pertumbuhan perusahaan secara menyeluruh.

Transformasi Bisnis dan Efisiensi Operasional

Selama kuartal pertama 2025, Krakatau Steel mencatat penurunan biaya usaha sebesar 11%, yang mencerminkan konsistensi dalam pelaksanaan strategi efisiensi. Di sisi lain, total aset perusahaan meningkat menjadi USD2,92 miliar (Rp48,35 triliun), mengindikasikan ketahanan struktur keuangan perusahaan.

Manajemen menegaskan bahwa transformasi Krakatau Steel mencakup perbaikan menyeluruh dari sisi tata kelola, efisiensi proses produksi, hingga pengembangan unit-unit usaha strategis. Perusahaan juga tengah memfokuskan diri pada pemulihan segmen non-baja serta penguatan bisnis pendukung lainnya.

Dalam upaya memperbesar margin dan memperluas pasar, Krakatau Steel telah membentuk subholding Krakatau Baja Konstruksi yang berfokus pada produk hilir baja untuk sektor konstruksi. Langkah ini menjadi bagian dari strategi hilirisasi yang tak hanya menambah nilai produk, tetapi juga menciptakan diversifikasi pendapatan yang lebih berkelanjutan.
Strategi ini juga diperkuat dengan penetrasi ke pasar ekspor, termasuk pengiriman produk ke kawasan Eropa, yang merupakan bagian dari rencana diversifikasi pasar dan optimalisasi kapasitas produksi nasional.

Baca Juga :  LRT Jabodebek Lakukan Peremajaan 12 Eskalator di Tiga Stasiun Demi Jaga Keselamatan dan Kenyamanan Pengguna

Fokus pada Transparansi dan Keberlanjutan Usaha

Pihak manajemen menekankan bahwa PT. Krakatau Steel (Persero) Tbk yang dipimpin oleh Akbar Djohan sebagai Direktur Utama tengah berada dalam jalur transformasi menyeluruh yang memerlukan tahapan dan waktu implementasi. Optimisme perusahaan berlandaskan pada strategi yang terukur dan berorientasi pada masa depan, bukan sekadar respons jangka pendek terhadap dinamika pasar.

Sebagai bagian dari semangat “Revolutionary Movements: Committed to Transform”, manajemen berkomitmen untuk membangun perusahaan yang lebih sehat secara operasional dan finansial, meningkatkan akuntabilitas kepada publik, dan menjadikan Krakatau Steel sebagai BUMN yang modern, kompetitif, dan berkelanjutan. (*)

Berita Terkait

Perkuat Sinergi Pendidikan dan Industri, NHM Bagikan Praktik Tambang Bawah Tanah pada Forum Nasional
SMM Panel Indonesia Kelola 530+ Layanan di Belasan Platform untuk Kebutuhan Brand dan Kreator
Raflux Raih Pendanaan US$300.000, Siapkan Vault Fisik di BSD City
KAI Daop 2 Imbau Pengguna Jasa KA Datang Lebih Awal, Antisipasi Lalu Lintas Padat di Kota Bandung
Biaya Rutin dalam Rumah Tangga: Cara Mengatur Tagihan agar Keuangan Lebih Teratur
IIBF Gelar Social & Business Networking Evening, Perkuat Jejaring Bisnis Indonesia-India
Suku Bunga AS dan Jepang Naik, Bitcoin Justru Menguat: Ada Apa?
Duluin dan BTN Berkolaborasi Hadirkan Solusi Kesejahteraan Pekerja Indonesia

Berita Terkait

Sabtu, 19 September 2026 - 12:58

108 Starter Ramaikan Kejurnas Pertamina Mandalika Racing Series 2026 Putaran Keempat

Jumat, 18 September 2026 - 08:40

Jelang MotoGP 2026, Mandalika Bersolek, NTB Bersiap Menyambut Dunia

Selasa, 15 September 2026 - 15:22

27.620 Batang Rokok Diduga Ilegal Disikat, Satpol PP Lombok Tengah Gencarkan Operasi

Kamis, 10 September 2026 - 13:42

PDAM Terbuka Hadapi Kritik, 53 Ribu Pelanggan Dilayani

Kamis, 10 September 2026 - 13:27

Perkuat Tata Kelola dan Manajemen Risiko, ITDC Raih Tiga Penghargaan TOP GRC Awards 2026

Kamis, 10 September 2026 - 11:42

Perubahan APBD 2026 Lombok Tengah Naik, Jalan Jadi Prioritas

Selasa, 8 September 2026 - 15:39

Pendemo Dituding Minta Rp20 Juta, Konsultan Hukum PDAM: Kami Punya Bukti Chat WhatsApp

Senin, 7 September 2026 - 09:40

Tiga Penambang Tewas di Lantung, PDIP Sumbawa Soroti Pengawasan PETI

Berita Terbaru