Krakatau Steel Perkuat Ketahanan Energi Nasional Lewat Pengiriman Perdana Pipa Proyek Dumai–Sei Mangkei - Koran Mandalika

Krakatau Steel Perkuat Ketahanan Energi Nasional Lewat Pengiriman Perdana Pipa Proyek Dumai–Sei Mangkei

Rabu, 25 Februari 2026 - 11:11

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

CILEGON, 19 Pebruari 2026 – PT Krakatau Steel (Persero) Tbk / Krakatau Steel Group (KRAS), melalui anak usahanya PT Krakatau Pipe Industries (Krakatau Pipe), secara resmi memulai pengiriman perdana pipa baja untuk Proyek Strategis Nasional (PSN) Pipa Gas Transmisi Dumai–Sei Mangkei (Dusem). Langkah ini menjadi bukti nyata komitmen perseroan dalam mempercepat penguatan infrastruktur energi nasional dengan material lokal berkualitas dunia.

Seremoni pelepasan distribusi ini dihadiri langsung oleh Direktur Jenderal Migas Kementerian ESDM, Laode Sulaeman, Direktur Perencanaan dan Pembangunan Infrastruktur Migas, Agung Kuswardono, serta jajaran manajemen Krakatau Steel Group di Cilegon, Kamis (19/02). 

Konsorsium Krakatau Steel dipercaya untuk memasok total 83.000 ton pipa baja jenis Electric Resistance Welding (ERW) dan Helical Submerged Arc Welding (HSAW). Produk ini diproduksi dengan spesifikasi internasional API 5L X52 PSL 2, yang dirancang khusus untuk menahan tekanan ekstrem guna menjamin keamanan operasional jangka panjang. 

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Integrasi Jaringan Gas Sumatra–Jawa

Dalam sambutannya, Dirjen Migas Laode Sulaeman memberikan apresiasi tinggi atas peran Krakatau Steel Group yang bersinergi bersama para anggota KSO atas langkah-langkah cepat dan terukur sehingga proyek ini masih berada pada timeline yang sangat meyakinkan.

“Kita harapkan nanti rencananya ada first welding di pertengahan Maret,” ujar Laode Sulaeman.

Dirinya menjelaskan bahwa jalur pipa sepanjang 541 km ini merupakan infrastruktur vital yang akan menyatukan jaringan transmisi gas dari Sumatra hingga Jawa.

“Kalau ini sudah terbangun, Krakatau Steel Group sudah membantu kami membangun hampir 900 kilometer pipa sebagai bagian dari membangun ketahanan energi nasional,” tutup Laode Sulaeman.

Sinergi BUMN & Kedaulatan Industri

Baca Juga :  Pulau Samosir: Destinasi Baru untuk Pernikahan Impian Anda

Direktur Komersial, Pengembangan Usaha, dan Portofolio PT Krakatau Steel (Persero) Tbk, Hernowo, berterima kasih kepada Dirjen Migas yang telah kembali mempercayakan Krakatau Steel Group. Dirinya memastikan bahwa proses deliver sesuai dengan yang ditargetkan.

“Krakatau Steel Group berkomitmen untuk terus mendukung agenda-agenda dari Dirjen Migas untuk menyediakan layanan terbaik dalam membangun ketahanan energi,” ujar Hernowo.

Komitmen Optimalisasi Produk Lokal dengan TKDN 60%

Selain memenuhi spesifikasi teknis yang ketat, penggunaan pipa produksi Krakatau Steel Group dalam proyek ini merupakan langkah strategis pemerintah untuk mengoptimalkan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN). Dengan estimasi nilai TKDN mencapai 60%, proyek Pipanisasi Dusem menjadi preseden penting dalam kemandirian industri nasional.

Hal ini sejalan dengan arahan Presiden untuk memprioritaskan material dalam negeri dalam setiap Proyek Strategis Nasional, yang tidak hanya menghemat devisa negara tetapi juga memberikan multiplier effect bagi ekosistem industri baja domestik. 

Sejalan dengan Asta Cita

Pengiriman perdana pipa baja Proyek Dumai–Sei Mangkei oleh Krakatau Steel Group selaras dengan visi Asta Cita Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, khususnya dalam memperkuat kedaulatan energi, mendorong hilirisasi industri, serta meningkatkan penggunaan produk dalam negeri.

Langkah Krakatau Steel ini menjadi wujud konkret dukungan terhadap agenda besar pemerintahan dalam membangun kemandirian ekonomi nasional yang tangguh, berdaya saing, dan berkelanjutan. 

Tentang Proyek Dumai–Sei Mangkei (Dusem)

Proyek Pipanisasi Dusem merupakan bagian dari jaringan pipa gas bumi dari Duri hingga Belawan. Ditargetkan rampung pada 2027, proyek ini akan mengalirkan gas dari Wilayah Kerja (WK) Andaman ke Jawa, menciptakan efisiensi energi nasional yang signifikan serta mendukung transisi energi hijau di Indonesia.

Sekilas Tentang PT Krakatau Steel (Persero) Tbk

Baca Juga :  Semangat Merah Putih di Hari Kemerdekaan, Momen Emas untuk Bonding and Networking di Lingkungan Kantor

PT Krakatau Steel (Persero) Tbk merupakan perusahaan manufaktur baja terintegrasi yang didirikan pada 31 Agustus 1970. Selain bergerak di sektor industri baja, Krakatau Steel Group juga mengembangkan bisnis kawasan industri terpadu, kepelabuhanan, logistik, penyediaan air industri, penyediaan energi melalui pembangkit listrik, serta sejumlah ventura bersama dengan perusahaan Korea dan Jepang.

Saat ini, Krakatau Steel berkomitmen menjalankan transformasi perusahaan melalui program KS Reborn dengan semangat “Revolutionary Movements: Committed to Transform”, yang difokuskan pada penguatan tata kelola, transparansi, pengembangan human capital, penguatan bisnis hilir, serta optimalisasi bisnis infrastruktur guna membangun kepercayaan pemangku kepentingan dan menarik investor.

Tentang Krakatau Steel Tbk

Sekilas tentang PT Krakatau Pipe Industries PT Krakatau Pipe Industries saat ini memiliki dua jenis pipa baja yang di produksi, yaitu Pipa Baja Spiral (HSAW) dan Pipa Baja ERW (Electric Resistance Welding) dengan ukuran masing-masing 12-80 inch dan 0,5-20 inch. Dengan total kapasitas produksi pipa baja sebesar 220.000 ton/tahun menjadikan Krakatau Pipe sebagai pabrikan pipa baja yang handal. Pipa yang diproduksi Krakatau Pipe dapat diaplikasikan di Industri perminyakan, gas, konstruksi dan infrastruktur. Selain itu sebagai pabrikan pipa baja yang terintegrasi Krakatau Pipe juga memiliki fasilitas pelapisan anti korosi dengan kapasitas produksi mencapai 800.000 sqm/tahun. Beberapa jenis pelapisan anti korosi yang dapat dilakukan oleh KPI yaitu 3LPE (three layer polyethylene), 3LPP (three layer polypropylene), Asphalt Enamel, Concrete Weight Coating, dan Internal Cement Lining serta kemampuan untuk coating jaringan pipa laut dalam untuk kebutuhan di sektor migas baik onshore maupun offshore.
Press release ini juga sudah tayang di VRITIMES. 

Berita Terkait

Berapa Persen Cicilan dari Gaji yang Ideal? Begini Cara Menghitungnya
Menjaga Mangrove, Mengamankan Masa Depan: SUCOFINDO Dukung Konservasi Pesisir di Kalimantan Selatan
Digitalisasi Administrasi Pemerintahan dengan Tanda Tangan Elektronik
Paviliun Indonesia Debut di INNOPROM 2026, Perkuat Diplomasi Industri di Pasar Rusia dan Eurasia
Indonesia Tawarkan 180 Kawasan Industri kepada Investor Rusia di INNOPROM 2026
Indonesia Tandatangani 7 Memorandum of Understanding (MoU) pada INNOPROM 2026 untuk Tembus Pasar Eurasia
Indonesia Perkuat Diplomasi Industri Lewat Inovasi Bioenergi Sawit di Rusia
Hari Anak Nasional, drg. Ambar Puspitasari SpKGA, Edukasi Kesehatan Gigi Murid Disabilitas pada Pengguna Transportasi Publik

Berita Terkait

Selasa, 28 Juli 2026 - 18:02

Berapa Persen Cicilan dari Gaji yang Ideal? Begini Cara Menghitungnya

Selasa, 28 Juli 2026 - 18:02

Menjaga Mangrove, Mengamankan Masa Depan: SUCOFINDO Dukung Konservasi Pesisir di Kalimantan Selatan

Selasa, 28 Juli 2026 - 17:02

Digitalisasi Administrasi Pemerintahan dengan Tanda Tangan Elektronik

Selasa, 28 Juli 2026 - 16:02

Paviliun Indonesia Debut di INNOPROM 2026, Perkuat Diplomasi Industri di Pasar Rusia dan Eurasia

Selasa, 28 Juli 2026 - 16:02

Indonesia Tandatangani 7 Memorandum of Understanding (MoU) pada INNOPROM 2026 untuk Tembus Pasar Eurasia

Selasa, 28 Juli 2026 - 16:02

Indonesia Perkuat Diplomasi Industri Lewat Inovasi Bioenergi Sawit di Rusia

Selasa, 28 Juli 2026 - 16:02

Hari Anak Nasional, drg. Ambar Puspitasari SpKGA, Edukasi Kesehatan Gigi Murid Disabilitas pada Pengguna Transportasi Publik

Selasa, 28 Juli 2026 - 15:02

Sektor Jasa Keuangan dan Korporasi Indonesia Terancam Denda 2 Persen dari Pendapatan Saat Aturan AI Mulai Ditegakkan. Sebagian Besar Belum Mampu Membuktikan Apa yang Dikerjakan AI Mereka

Berita Terbaru