Krakatau Steel Perkuat Sinergi Strategis: Mengakselerasi Hilirisasi, Menjaga Kedaulatan Baja Nasional - Koran Mandalika

Krakatau Steel Perkuat Sinergi Strategis: Mengakselerasi Hilirisasi, Menjaga Kedaulatan Baja Nasional

Rabu, 15 April 2026 - 18:00

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Cilegon (15/4) – PT Krakatau Steel (Persero) Tbk/Krakatau Steel Group (KRAS) mempertegas perannya sebagai tulang punggung industri baja nasional melalui penguatan sinergi strategis dengan pemerintah. Hal ini ditandai dengan kunjungan lapangan Dewan Pertahanan Nasional (DPN) dan Komite Anti Dumping Indonesia (KADI) ke fasilitas operasional Krakatau Steel Group di Cilegon, Selasa (14/4).

Kunjungan kerja ini dilakukan sebagai tindak lanjut pertemuan sebelumnya
guna meninjau secara
langsung progres fasilitas produksi di Pabrik Hot Strip Mill (HSM), Cold
Rolling Mill (CRM), serta operasional PT Krakatau Bandar Samudera/Krakatau International Port.

Kunjungan kerja ini dilakukan sebagai tindak lanjut pertemuan sebelumnya
guna meninjau secara
langsung progres fasilitas produksi di Pabrik Hot Strip Mill (HSM), Cold
Rolling Mill (CRM), serta operasional PT Krakatau Bandar Samudera/Krakatau International Port.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dukungan Negara untuk
Integrasi Hulu–Hilir
 

Deputi Bidang Geoekonomi DPN, Dr. Yayat Ruyat, M.Eng., menyampaikan
bahwa kunjungan ini merupakan tindak lanjut koordinasi strategis antara
pemerintah dan Krakatau Steel dalam memastikan kesiapan industri baja nasional
mendukung agenda hilirisasi yang diarahkan Presiden Republik Indonesia, Prabowo
Subianto. 

“Kami melihat Krakatau Steel memiliki peran penting dalam mendukung
penguatan industri nasional melalui hilirisasi. Dengan sinergi antara
pemerintah dan pelaku industri, kami optimistis pengembangan industri baja ke
depan akan semakin kuat dan terintegrasi,” ujarnya.  

Tantangan Dumping dan
Keberpihakan Kebijakan
 

Selain potensi pengembangan, DPN menyoroti tantangan berat yang dihadapi
industri baja nasional akibat tekanan produk impor murah yang terindikasi
dumping. Kondisi ini dinilai dapat menghambat pertumbuhan industri strategis
dalam negeri. 

Baca Juga :  KA Argo Sindoro dan KA Argo Muria Resmi Operasikan Rangkaian Kereta Eksekutif Stainless Steel New Generation, Tingkat Okupansi Tembus Lebih dari 96 Persen di Hari Pertama

Oleh karena itu, Dr. Yayat menekankan perlunya dukungan nyata dari sisi
regulasi. “Diperlukan keberpihakan kebijakan, termasuk penguatan instrumen
anti-dumping serta dukungan penuh terhadap penggunaan produk dalam negeri agar
industri baja kita tetap berdaya saing,” tambahnya.  

Krakatau Steel Siap
Akselerasi Transformasi
 

Direktur Infrastruktur dan Operasi Krakatau Steel, Sidik Darusulistyo,
menegaskan kesiapan Perseroan dalam mendukung hilirisasi melalui penguatan
operasional dan integrasi bisnis.

“Kami terus meningkatkan kinerja produksi sekaligus menyiapkan penguatan
sektor hulu untuk menciptakan rantai industri baja yang lebih terintegrasi dan
berdaya saing,” jelas Sidik. Ia menambahkan bahwa langkah strategis ini sejalan
dengan visi besar Presiden Prabowo Subianto yang tertuang dalam Asta Cita untuk
mendorong kemandirian industri berbasis sumber daya domestik.

Krakatau Steel di bawah pimpinan Direktur Utama, Dr. Akbar Djohan, yang
juga menjabat sebagai Chairman IISIA dan ALFI/ILFA menyatakan optimistis dalam sinergi
dengan pemerintah akan memperkuat posisi perseroan sekaligus mendukung
pertumbuhan ekonomi nasional secara berkelanjutan. 

Dukungan Negara untuk
Integrasi Hulu–Hilir
 

Deputi Bidang Geoekonomi DPN, Dr. Yayat Ruyat, M.Eng., menyampaikan
apresiasinya dan menyebut Krakatau Steel sebagai kebanggaan industri nasional.
Ia menegaskan peran strategis Perseroan dalam mendukung agenda hilirisasi
nasional yang diarahkan Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto.

“Kami melihat potensi besar Krakatau Steel untuk berkembang lebih jauh
melalui penguatan lini hulu, termasuk pengolahan bijih besi dan nikel menjadi
produk hilir bernilai tambah seperti stainless steel,” ujar Dr. Yayat  

Baca Juga :  Energy Academy Telah Gelar Pelatihan Pengawas K3 Migas Batch Ke-5 Secara Online

Tantangan Dumping dan
Keberpihakan Kebijakan
 

Selain potensi pengembangan, DPN menyoroti tantangan berat yang dihadapi
industri baja nasional akibat tekanan produk impor murah yang terindikasi
dumping. Kondisi ini dinilai dapat menghambat pertumbuhan industri strategis
dalam negeri.

Oleh karena itu, Dr. Yayat menekankan perlunya dukungan nyata dari sisi
regulasi. “Diperlukan keberpihakan kebijakan, termasuk penguatan instrumen
anti-dumping serta dukungan penuh terhadap penggunaan produk dalam negeri agar
industri baja kita tetap berdaya saing,” tambahnya.

Krakatau Steel Siap
Akselerasi Transformasi
 

Direktur Infrastruktur dan Operasi Krakatau Steel, Sidik Darusulistyo,
menegaskan kesiapan Perseroan dalam mendukung hilirisasi melalui penguatan
operasional dan integrasi bisnis.

“Kami terus meningkatkan kinerja produksi sekaligus menyiapkan penguatan
sektor hulu untuk menciptakan rantai industri baja yang lebih terintegrasi dan
berdaya saing,” jelas Sidik. Ia menambahkan bahwa langkah strategis ini sejalan
dengan visi besar Presiden Prabowo Subianto yang tertuang dalam Asta Cita untuk
mendorong kemandirian industri berbasis sumber daya domestik.

Krakatau Steel di bawah pimpinan Direktur Utama, Dr. Akbar Djohan, yang
juga menjabat sebagai Chairman IISIA dan ALFI/ILFA menyatakan optimistis dalam sinergi
dengan pemerintah akan memperkuat posisi perseroan sekaligus mendukung
pertumbuhan ekonomi nasional secara berkelanjutan.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Berita Terkait

Perkuat Sinergi BRI Group, BRI Finance Beri Penawaran Spesial di Pameran Kendaraan
Panduan Memberikan Susu pada Anak Kucing Sesuai Kebutuhan
Peran Pelaku Pasar dalam Pergerakan Harga Aset
Nilai Transaksi SPPA Melonjak 461,6%, BRI Danareksa Sekuritas Jadi Sekuritas Teraktif di 2025
BRI Finance Tegaskan Peran Strategis Pembiayaan dalam Mendukung Kemandirian Perempuan
Asuransi Modi dari BRI Life Gelar Fun Run 7K
Ini 3 Pelabuhan Penumpang Terpadat Selama Angkutan Lebaran 2026 di Pelindo Multi Terminal
Perkuat GCG dan Kualitas Aset, BRI Finance Jalin Kerja Sama dengan Kejaksaan Sleman

Berita Terkait

Jumat, 17 April 2026 - 16:00

Perkuat Sinergi BRI Group, BRI Finance Beri Penawaran Spesial di Pameran Kendaraan

Jumat, 17 April 2026 - 16:00

Panduan Memberikan Susu pada Anak Kucing Sesuai Kebutuhan

Jumat, 17 April 2026 - 16:00

Peran Pelaku Pasar dalam Pergerakan Harga Aset

Jumat, 17 April 2026 - 16:00

Nilai Transaksi SPPA Melonjak 461,6%, BRI Danareksa Sekuritas Jadi Sekuritas Teraktif di 2025

Jumat, 17 April 2026 - 15:00

Asuransi Modi dari BRI Life Gelar Fun Run 7K

Jumat, 17 April 2026 - 15:00

Ini 3 Pelabuhan Penumpang Terpadat Selama Angkutan Lebaran 2026 di Pelindo Multi Terminal

Jumat, 17 April 2026 - 14:00

Perkuat GCG dan Kualitas Aset, BRI Finance Jalin Kerja Sama dengan Kejaksaan Sleman

Jumat, 17 April 2026 - 13:00

Perkuat Kapasitas dan Kelancaran Lalu Lintas, Pelebaran Ruas Surabaya–Gempol Tingkatkan Kenyamanan Perjalanan di Koridor Trans Jawa

Berita Terbaru

Teknologi

Panduan Memberikan Susu pada Anak Kucing Sesuai Kebutuhan

Jumat, 17 Apr 2026 - 16:00

Teknologi

Peran Pelaku Pasar dalam Pergerakan Harga Aset

Jumat, 17 Apr 2026 - 16:00