Krakatau Steel Tekankan Pentingnya Proteksi Industri Baja untuk Menjaga Keberlanjutan Bisnis Nasional - Koran Mandalika

Krakatau Steel Tekankan Pentingnya Proteksi Industri Baja untuk Menjaga Keberlanjutan Bisnis Nasional

Selasa, 24 Februari 2026 - 13:10

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta, 18 Februari 2026 – PT Krakatau Steel (Persero) Tbk/Krakatau Steel Group menegaskan perlunya penguatan kebijakan perlindungan industri baja nasional guna menjaga stabilitas pasar domestik, keberlanjutan usaha, serta daya tarik investasi di tengah tekanan global kelebihan kapasitas dan distorsi harga baja internasional.

Perseroan memandang penguatan kebijakan industri baja nasional sebagai prasyarat utama menjaga kesehatan pasar domestik sekaligus memperkuat fundamental bisnis perseroan. Direktur Utama Krakatau Steel, Dr. Akbar Djohan, menegaskan bahwa koreksi struktur pasar menjadi kunci keberlanjutan industri baja nasional.

“Pengalaman global menunjukkan bahwa tanpa pengendalian impor yang efektif dan kebijakan perlindungan yang tegas, tekanan harga akan terus menggerus utilisasi dan kelayakan industri. Krakatau Steel mendorong terciptanya ekosistem pasar baja domestik yang sehat agar industri nasional mampu tumbuh berkelanjutan dan menarik investasi jangka panjang,” ujar Dr. Akbar Djohan, yang juga mengemban amanah sebagai Chairman Indonesia Iron & Steel Industry Association (IISIA) dan Chairman Asosiasi Logistik & Forwarder Indonesia (ALFI/ILFA).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurutnya, penguatan industri baja nasional tidak hanya berdampak pada kinerja korporasi, tetapi juga pada stabilitas rantai pasok manufaktur, penciptaan lapangan kerja, serta ketahanan industri strategis nasional.

Baca Juga :  Platform Trading Meme Coin, Ini Koin yang Hype dan Populer!

Pengalaman Global Tunjukkan Peran Kunci Kebijakan Proteksi

Dalam konteks ini, Pengamat Industri Baja dan Pertambangan, Widodo Setiadharmaji, Steel & Mining Insight menilai bahwa penutupan Krakatau Osaka Steel pada Januari 2026 mencerminkan persoalan struktural industri baja nasional yang tidak dapat diselesaikan hanya melalui efisiensi perusahaan.

“Penutupan Krakatau Osaka Steel merupakan puncak gunung es tekanan industri baja akibat ketidakseimbangan pasokan dan tekanan harga yang berkepanjangan,” ujar Widodo.

Widodo menjelaskan tekanan serupa terjadi di Korea Selatan, Eropa, hingga Inggris, di mana banyak pabrik baja ditutup akibat overcapacity dan melemahnya margin. Sebaliknya, Amerika Serikat mampu menjaga keberlanjutan industrinya melalui kebijakan proteksi impor dan pengamanan kapasitas strategis.

“Kepastian kebijakan membuat industri baja AS tetap layak secara ekonomi sekaligus menarik investasi global,” tambahnya.

 Momentum Penguatan Industri Strategis Nasional

Upaya penguatan proteksi industri baja nasional sejalan dengan Asta Cita Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, yang menekankan kemandirian industri strategis, penguatan nilai tambah domestik, serta ketahanan ekonomi nasional di tengah dinamika global.

Baca Juga :  Sambut Nataru 2025/2026, KAI Divre III Palembang Perketat Pengamanan Jalur, 36 Tenaga Extra Disiagakan

Industri baja sebagai tulang punggung pembangunan infrastruktur, manufaktur, dan hilirisasi sumber daya dinilai memiliki peran sentral dalam mendorong pertumbuhan ekonomi berkelanjutan.

Tentang Krakatau Steel Tbk

Sekilas Tentang PT Krakatau Steel (Persero) Tbk PT Krakatau Steel (Persero) Tbk merupakan perusahaan manufaktur baja terintegrasi yang didirikan pada 31 Agustus 1970. Selain bergerak di sektor industri baja, Krakatau Steel Group juga mengembangkan bisnis kawasan industri terpadu, kepelabuhanan, logistik, penyediaan air industri, penyediaan energi melalui pembangkit listrik, serta sejumlah ventura bersama dengan perusahaan Korea dan Jepang. Saat ini, Krakatau Steel berkomitmen menjalankan transformasi perusahaan melalui program KS Reborn dengan semangat “Revolutionary Movements: Committed to Transform”, yang difokuskan pada penguatan tata kelola, transparansi, pengembangan human capital, penguatan bisnis hilir, serta optimalisasi bisnis infrastruktur guna membangun kepercayaan pemangku kepentingan dan menarik investor.
Press release ini juga sudah tayang di VRITIMES. 

Berita Terkait

Zyrex Jadi Merek Indonesia Pertama yang Meluncurkan AI Mini Workstation Berbasis AMD Ryzen AI Max+ 395
CX100 Danantara: Membenahi Layanan BUMN dari Pengalaman Masyarakat
Holding Perkebunan Nusantara Dorong Produktivitas Sawit Rakyat melalui Pembelajaran di Kebun Adolina
KAI Daop 2 Bandung Sampaikan Bahwa Keselamatan Perjalanan KA Butuh Peran Serta Masyarakat
Zentara Melihat Perubahan Besar dalam Cara Perusahaan Mengelola Kerentanan Siber
Dua Puluh Lima Tahun: Narendra Modi dan Posisi India di Dunia
Liburan Berubah Jadi Perawatan Jantung, Hampir Rp100 Juta Manfaat Cair untuk Nurma
Bitcoin Kembali Ditolak $87.000, Ini Skenario Harga BTC Berikutnya

Berita Terkait

Selasa, 6 Oktober 2026 - 22:02

Zyrex Jadi Merek Indonesia Pertama yang Meluncurkan AI Mini Workstation Berbasis AMD Ryzen AI Max+ 395

Selasa, 6 Oktober 2026 - 21:02

CX100 Danantara: Membenahi Layanan BUMN dari Pengalaman Masyarakat

Selasa, 6 Oktober 2026 - 21:02

Holding Perkebunan Nusantara Dorong Produktivitas Sawit Rakyat melalui Pembelajaran di Kebun Adolina

Selasa, 6 Oktober 2026 - 19:02

KAI Daop 2 Bandung Sampaikan Bahwa Keselamatan Perjalanan KA Butuh Peran Serta Masyarakat

Selasa, 6 Oktober 2026 - 18:02

Dua Puluh Lima Tahun: Narendra Modi dan Posisi India di Dunia

Selasa, 6 Oktober 2026 - 18:02

Liburan Berubah Jadi Perawatan Jantung, Hampir Rp100 Juta Manfaat Cair untuk Nurma

Selasa, 6 Oktober 2026 - 17:02

Bitcoin Kembali Ditolak $87.000, Ini Skenario Harga BTC Berikutnya

Selasa, 6 Oktober 2026 - 17:02

BRI BO Krekot Peringati Hari Kesaktian Pancasila dengan Khidmat dan Penuh Semangat Kebangsaan

Berita Terbaru