Legal Tech yang Tumbuh Bersama Para Lawyer: Menyambut Rilis Terbaru Legal Plus - Koran Mandalika

Legal Tech yang Tumbuh Bersama Para Lawyer: Menyambut Rilis Terbaru Legal Plus

Jumat, 13 Juni 2025 - 11:13

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Legal Plus mengumumkan akan adanya peluncuran versi terbaru yang dirancang berdasarkan masukan langsung dari para pengacara. Pembaruan ini membawa berbagai fitur unggulan seperti kalender tugas terintegrasi, portal klien, hingga dasbor visual untuk memantau kinerja tim. Dengan sistem yang efisien serta mudah diakses kapan saja dan di mana saja, Legal Plus menargetkan semua skala firma hukum, termasuk kantor kecil dan menengah. Langkah ini menegaskan komitmen Legal Plus dalam mendorong transformasi digital yang relevan dan praktis di sektor hukum Indonesia.

Bandung, 3 Juni 2025 — Legal Plus, platform manajemen hukum Indonesia yang berkembang pesat, mengumumkan akan adanya peluncuran software versi terbarunya dengan sejumlah fitur yang diklaim dirancang langsung berdasarkan masukan para praktisi hukum di lapangan. Langkah strategis ini tidak hanya menunjukkan komitmen Legal Plus dalam mendigitalisasi sektor hukum Indonesia, tetapi juga memperkuat posisinya sebagai mitra teknologi terpercaya bagi firma hukum di seluruh tanah air.

Menurut James Ardy, pendiri Legal Plus, pembaruan kali ini merupakan bagian dari visi jangka panjang untuk menciptakan ekosistem legal tech yang bukan hanya canggih, tapi juga relevan dan responsif terhadap ritme kerja firma hukum di Indonesia.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Kami tidak hanya membangun software, kami membangun hubungan jangka panjang dengan para lawyer. Mereka tahu betul apa yang mereka butuhkan—tugas kami adalah menerjemahkannya ke dalam teknologi yang nyata dan bisa langsung digunakan,” ujar James.

Fitur Terbaru Legal Plus

Versi terbaru Legal Plus menghadirkan lompatan besar dalam hal efisiensi dan kenyamanan kerja bagi para pengacara dan firma hukum. Pembaruan ini memperkenalkan berbagai fitur kunci yang menjawab langsung persoalan di lapangan. Lebih dari sekadar software, Legal Plus akan menjadi ruang kerja digital yang bisa diandalkan penuh oleh praktisi hukum.

Kalender Tugas Terintegrasi, setiap tugas yang memiliki tenggat waktu akan dapat diintegrasikan dengan jadwal pada kalender pengguna. Fitur ini mengurangi risiko kelalaian yang bisa berdampak besar dalam dunia hukum, dan memastikan seluruh tim tetap sinkron terhadap jadwal-jadwal penting lainnya. Timesheet & Timer Otomatis, pengacara kini dapat merekam durasi kerja mereka secara langsung melalui timer—baik untuk tugas billable ataupun non-billable, kemudian menyimpannya dalam format timesheet yang bisa difilter sesuai kebutuhan atau periode waktu tertentu. Activity Log, semua aktivitas pada sebuah tugas dapat ditelusuri dengan mudah. Siapa yang mengunggah, mengganti, atau mengunduh dokumen—semuanya tercatat rapi. Dengan catatan aktivitas ini, Legal Plus memastikan transparansi dan akuntabilitas dalam kerja tim hukum yang kerap menangani dokumen dan kasus sensitif. Portal Klien, dengan fitur ini pengguna dapat mengundang klien ke dalam ruang informasi khusus yang hanya bisa diakses oleh mereka. Informasi disajikan dalam bentuk tabel yang jelas dan hanya memuat pekerjaan yang relevan dengan klien tersebut. Klien tidak perlu lagi menunggu balasan email atau bertanya secara manual—semua perkembangan kasus bisa diakses real-time dan lebih aman. Formulir Intake Kontak, alih-alih meminta klien mengisi data secara manual, Legal Plus menyediakan tautan yang dapat dikirimkan kepada klien untuk mengisi informasi-informasi secara langsung. Ini mengurangi risiko kesalahan input dan mempercepat proses onboarding klien baru secara signifikan.

Baca Juga :  Susu Mede Pertama di Indonesia, Inovasi Bangsa yang Penuh Manfaat dan Kebaikan Alami: PLANTIQ Cashew Milk

Image

Dashboard Visual, dengan tampilan visual berupa grafik batang dan diagram lingkaran, pengguna bisa melihat performa kerja tim dan progres tugas secara sekilas. Statistik seperti rasio ketepatan waktu atau beban kerja bisa dimonitor dengan mudah—sangat membantu bagi pimpinan firma untuk mengambil keputusan taktis dengan cepat dan akurat. Kapasitas Unggah File hingga 5GB, dalam praktik hukum, satu folder dokumen bisa berukuran besar—terutama jika menyertakan bukti visual atau audio. Legal Plus akan hadir dengan fitur unggah dokumen hingga 5GB per file, termasuk pengunggahan banyak file sekaligus. Tak perlu lagi mengandalkan penyimpanan eksternal atau aplikasi pihak ketiga. Pengaturan Akses yang Detail, setiap dokumen, catatan, maupun kontak dapat diatur tingkat aksesnya. Pengguna bisa menentukan siapa yang bisa melihat dan menyunting. Ini memastikan setiap data hukum tetap berada dalam kendali penuh dan tidak mudah diakses sembarangan. Chat Terintegrasi, salah satu pengembangan terbaru adalah chat room di dalam portal klien. Dengan fitur ini, komunikasi antara pengacara dan klien tidak perlu lagi melalui aplikasi eksternal. Percakapan bisa langsung dikaitkan dengan tugas atau kasus tertentu, sehingga setiap konteks tetap terjaga dan terdokumentasi dengan baik.

Baca Juga :  Webinar Telkom AI Center, From Prompt to Motion: Revolusi Baru dalam Pembuatan Konten Video Berbasis AI

Dengan seluruh fitur ini, Legal Plus tak hanya membantu menyederhanakan operasional hukum—tapi juga memberi ruang bagi para pengacara untuk kembali fokus pada apa yang paling penting: membela klien dengan waktu, pikiran, dan energi yang terorganisir secara maksimal.

Mendorong Digitalisasi untuk Semua Skala Firma

Penting untuk dicatat bahwa Legal Plus tidak secara eksklusif menargetkan firma hukum besar. Sistem ini dirancang agar tetap efisien digunakan oleh kantor hukum dengan skala kecil hingga menengah yang selama ini menghadapi keterbatasan dalam hal sumber daya manusia maupun infrastruktur digital.

“Digitalisasi bukan soal skala, tapi soal efisiensi,” ujar James. “Kami ingin semua kantor hukum bisa memiliki akses pada sistem kerja yang modern dan aman.”

Menjawab Tantangan Transformasi Digital Hukum di Indonesia

Transformasi digital di sektor hukum masih menghadapi banyak tantangan, termasuk resistensi terhadap perubahan, masalah keamanan data, dan pengaturan akses. Namun, di tengah tantangan tersebut, kehadiran Legal Plus justru membuka peluang untuk percepatan adopsi teknologi hukum yang sesuai dengan karakteristik dan kebutuhan lokal. Dengan pendekatan yang berbasis pada realitas kerja praktisi hukum Indonesia, Legal Plus menghadirkan solusi digital yang tidak hanya efisien dan modern, tetapi juga mudah diadopsi oleh berbagai kalangan—baik firma hukum besar maupun praktisi independen.

Peluncuran versi terbaru Legal Plus bukan sekadar peningkatan fitur. Ini adalah bentuk respon langsung terhadap tantangan-tantangan di atas. Legal Plus sejak awal telah memenuhi standar keamanan internasional berdasarkan sertifikasi dari International Organization for Standardization (ISO), namun tidak berhenti di situ. Legal Plus terus melakukan peningkatan sistem keamanan dan fleksibilitas pengaturan akses, untuk memastikan bahwa setiap data hukum tetap terjaga dan hanya dapat diakses oleh pihak yang berwenang. Langkah ini bukan hanya untuk kepatuhan terhadap standar global, tapi juga demi membangun kepercayaan dari para pengguna di Indonesia yang sangat peduli terhadap aspek kerahasiaan dan integritas informasi.

Dengan pembaruan ini, Legal Plus menegaskan posisinya sebagai partner teknologi strategis yang mampu menjawab kompleksitas dunia hukum Indonesia. Bukan hanya menjadi penyedia tools, tapi juga menjadi katalis transformasi digital yang inklusif dan kontekstual bagi seluruh ekosistem hukum di tanah air.

Berita Terkait

Mei Banyak Libur, Dompet Bisa Ikut “Libur”?
KA Sangkuriang Bandung–Ketapang Resmi Berangkat Perdana Hari Ini, Buka Konektivitas Baru Jawa Barat hingga Ujung Timur Jawa
Dukung Ketahanan Pangan, Holding Perkebunan Nusantara Lewat PalmCo Perkuat Kemitraan Petani di Jambi
Perkuat Literasi dan Solusi Finansial Nasabah, BRI Life Hadirkan “Wealth and Tax Excellence 2026” di Surabaya
Kemendes PDT Gandeng Pertamina Foundation Dorong Kemandirian Energi Pedesaan
Pacu Ekspansi Global, SUCOFINDO Perkuat SDM melalui Asesmen Asian Network Forum
Kunjungan Wapres RI ke Proyek Bendungan Bagong, PTPP Percepat Pembangunan untuk Dukung Ketahanan Air dan Pangan
Holding Perkebunan Nusantara Percepat Transformasi ESG, PalmCo Catat Penurunan Emisi 28,88 Persen

Berita Terkait

Sabtu, 2 Mei 2026 - 20:23

PSI NTB Targetkan Dua Kursi di DPR RI, Kaesang Minta Kader Turun ke Akar Rumput

Sabtu, 2 Mei 2026 - 17:45

Bank NTB Syariah Tegaskan Transparansi dan Kepatuhan Hukum Terkait Isu KC Dompu

Sabtu, 2 Mei 2026 - 13:59

Pemrpov NTB Anggarkan Penghasilan Tambahan bagi Guru PPPK-PW Sebagai Kado Hardiknas

Senin, 27 April 2026 - 15:58

DPRD Sepakati Ranperda Strategis, Haji Ahkam: Perkuat Layanan Publik dan Kelembagaan Daerah

Jumat, 24 April 2026 - 08:26

Sorotan DPRD: Saatnya Nakes P3K Paruh Waktu Dapat Jaminan Kesejahteraan

Kamis, 23 April 2026 - 21:03

Semua Jemaah Terpantau Sehat, JCH Kloter 2 Lombok Tengah Tiba di Tanah Suci

Kamis, 23 April 2026 - 19:48

CSD Samara Ubah Wajah Desa Montong Ajan: Dari Kesehatan hingga Pendidikan Melesat

Kamis, 23 April 2026 - 16:25

Komisi III DPR RI Atensi Aduan Tiga Terdakwa Gratifikasi DPRD NTB

Berita Terbaru

Teknologi

Mei Banyak Libur, Dompet Bisa Ikut “Libur”?

Sabtu, 2 Mei 2026 - 18:00