Melengkapi Lingkaran Hidup : Perjalanan Jose Sualang dari Dunia Malam ke Jalan Kesembuhan - Koran Mandalika

Melengkapi Lingkaran Hidup : Perjalanan Jose Sualang dari Dunia Malam ke Jalan Kesembuhan

Kamis, 1 Mei 2025 - 16:00

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jose Ferrer Sualang tidak lahir sebagai penyembuh. Ia menempuh jalan panjang, terjal, gelap, dan penuh kejatuhan sebelum akhirnya menemukan panggilannya: membantu orang lain sembuh, lahir kembali, dan mengenal diri sendiri.
Hari ini, Jose dikenal sebagai seorang praktisi energi dan pakar kesembuhan holistik. Di usia 60-an, ia masih aktif mengajar, memberi terapi, dan membuka ruang aman bagi siapa pun yang ingin pulih dari luka batin dan penyakit fisik. Ia percaya, selama manusia masih hidup, selalu ada kesempatan untuk memperbaiki diri.
Tapi siapa sangka, pria yang kini berbicara tentang energi ilahi dan keseimbangan semesta ini, dulu adalah penghuni setia kelab malam Jakarta berdansa di bawah lampu strobo, ditemani dentuman musik dan gelas-gelas alkohol?

Dari DJ, Alkohol, hingga Kerusakan Liver

Jose tidak lahir dalam dunia spiritual. Ia menempuh pendidikan hukum dan kedokteran sekaligus, lalu mengukir karier gemilang di Astra dan Gajah Tunggal. Posisi tinggi, gaji besar, jabatan prestisius, semua pernah ia rasakan.

Tapi semua itu tidak menjawab kegelisahan dalam dirinya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ketika ekonomi jatuh dan bisnis studio fotonya gulung tikar, Jose tidak hanya kehilangan mata pencaharian, tetapi ia juga kehilangan arah. Dunia malam yang awalnya jadi pelarian, berubah menjadi kebiasaan. Ia menjadi DJ profesional, terhanyut dalam gaya hidup hedonis yang akhirnya menghancurkan tubuh dan jiwanya. 

Baca Juga :  “Orbit” , Manifesto Pengalaman Percintaan Toxic DNDY

Konsumsi alkohol berlebihan membuat hatinya rusak. Tubuhnya sakit. Jiwanya kosong.

Pertemuan Pertama dengan Energi

Titik balik datang tanpa rencana. Seorang teman mengajaknya mengikuti kelas meditasi dan energi. Awalnya hanya coba-coba, namun meditasi membuatnya merasa tenang untuk pertama kalinya dalam hidup. Dari sana, ia mulai membuka diri pada berbagai ilmu penyembuhan: hipnoterapi, Access Bars, Profiling Universe, hingga Magnetisme Jawa.

Ia belajar bukan hanya untuk mengerti, tapi untuk mengalami. Dan dari pengalaman itu, ia mendirikan Self-Healing Transformation; sebuah ruang bagi siapa pun yang ingin pulih, mengenali diri, dan hidup selaras dengan semesta.

Berbagi untuk Manusia, Alam, dan Tuhan

Bagi Jose, hidup bukan hanya soal manusia. Ia percaya bahwa semua makhluk, baik binatang, tanaman, dan manusia, berasal dari satu energi ilahi yang sama. Di sela aktivitasnya sebagai praktisi terapi, ia juga mengelola foodcourt dan memelihara binatang serta kebun di rumahnya.

Baca Juga :  Kerjasama Strategis VRITIMES dan Nusantara.co Tingkatkan Distribusi Siaran Pers di Indonesia

“Kalau saya diberi ilmu, saya harus berbagi. Gak bisa disimpan sendiri. Dunia ini terlalu luas untuk kita nikmati sendirian,” tuturnya.

Ia aktif di lingkungan gereja dan komunitas tempat tinggal. Ia membuka peluang kerja, membangun usaha, dan mendampingi orang-orang yang sedang berjuang melawan trauma, kecanduan, atau penyakit.

Lingkaran yang Kini Sudah Genap

Jose sering menyebut manusia sebagai “separuh lingkaran”. Hal ini berangkat dari kesadaran bahwa manusia dilahirkan dengan separuh potensi maupun berkat, dan tugas hidup kita adalah menemukan sisanya. 

Perjalanan untuk menemukan ini banyak dilalui orang lain melalui jabatan, kekayaan, dan validasi. Orang seringkali lupa, bahwa untuk mencapai diri yang “utuh” perlu untuk menggali ke dalaman jiwa.

Ia sendiri pernah kehilangan arah. Tapi kini, ia berdiri sebagai bukti bahwa pencerahan itu nyata, bahwa manusia bisa berubah, dan bahwa kesempatan kedua selalu ada.

“Kita semua juara sejak lahir sebagai satu-satunya sperma yang tiba di indung telur ibu kita. Jangan biarkan keadaan bikin kita kalah. Kenali dulu siapa diri kita. Dari sana, semua bisa dimulai,” pungkasnya memberikan wejangan.

Berita Terkait

KAI Daop 9 Jember Sediakan Takjil dan Buka Puasa Gratis Bagi Penumpang serta Masyarakat
PTP Nonpetikemas Cabang Banten Tangani Ekspor Perdana Wind Mill Tower Tujuan Kanada
Antisipasi Lonjakan Mobilitas Periode Libur Idulfitri 1447H/2026, JTT Perkuat Kesiapan Layanan di Ruas Semarang Seksi A,B,C
Perkuat Sinergi dengan PT Taman Wisata Candi, KAI Services Bahas Kolaborasi Operasional
Believe Fitness Luncurkan ‘Signature Classes’ dengan Protokol Performa Global
Program CSR Dupoin Sasar Akses Air Bersih bagi Warga Terdampak Banjir dan Longsor di Aceh Tamiang
Besi UNP untuk Gudang: Salah Ukuran Bisa Berisiko Besar
Kuasai Bidang Manufaktur dan Otomotif Melalui Program Studi Teknik Mesin

Berita Terkait

Rabu, 4 Maret 2026 - 20:47

KAI Daop 9 Jember Sediakan Takjil dan Buka Puasa Gratis Bagi Penumpang serta Masyarakat

Rabu, 4 Maret 2026 - 19:48

PTP Nonpetikemas Cabang Banten Tangani Ekspor Perdana Wind Mill Tower Tujuan Kanada

Rabu, 4 Maret 2026 - 18:08

Perkuat Sinergi dengan PT Taman Wisata Candi, KAI Services Bahas Kolaborasi Operasional

Rabu, 4 Maret 2026 - 10:45

Believe Fitness Luncurkan ‘Signature Classes’ dengan Protokol Performa Global

Rabu, 4 Maret 2026 - 08:47

Program CSR Dupoin Sasar Akses Air Bersih bagi Warga Terdampak Banjir dan Longsor di Aceh Tamiang

Selasa, 3 Maret 2026 - 23:14

Besi UNP untuk Gudang: Salah Ukuran Bisa Berisiko Besar

Selasa, 3 Maret 2026 - 22:24

Kuasai Bidang Manufaktur dan Otomotif Melalui Program Studi Teknik Mesin

Selasa, 3 Maret 2026 - 19:56

Dukung Keberlanjutan Desa Qur’an, KAI Divre III Palembang Turut Hadir dalam Kegiatan Desa Qur’an Fest 2026

Berita Terbaru