Pakar Asia Bahas Kompleksitas PCOS: Dari Mekanisme Dasar hingga Karakteristik Khas di Asia - Koran Mandalika

Pakar Asia Bahas Kompleksitas PCOS: Dari Mekanisme Dasar hingga Karakteristik Khas di Asia

Selasa, 4 Februari 2025 - 08:00

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

AOFOG Campus 3 yang dibuka di Hotel Pullman Thamrin Jakarta menggelar diskusi khusus tentang Sindrom Ovarium Polikistik (PCOS). Tiga pakar internasional membawakan materi penting dalam sesi pertama yang dipimpin oleh Prof. Dr. Andon Hestiantoro.
Dr. Miyuki Harada dari Jepang membahas teori dasar patogenesis PCOS, Dr. Jennifer Ko dari Hong Kong memaparkan fenotipe dan spektrum klinis PCOS di Asia, sementara Dr. Nandita Palshetkar dari India menjelaskan hubungan resistensi insulin dan sindrom metabolik dengan PCOS di Asia.
Forum ini bertujuan meningkatkan pemahaman dan penanganan PCOS yang merupakan gangguan hormonal umum pada wanita usia reproduksi, yang dapat menyebabkan infertilitas, diabetes tipe 2, dan penyakit jantung.

Jakarta, 24 Januari 2025 – AOFOG Campus 3 resmi dibuka di Hotel Pullman Thamrin, Jakarta, menghadirkan diskusi mendalam tentang Sindrom Ovarium Polikistik (PCOS), sebuah gangguan hormonal yang umum terjadi pada wanita usia reproduksi. PCOS dapat menyebabkan berbagai masalah kesehatan, termasuk infertilitas, diabetes tipe 2, dan penyakit jantung. Acara ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan penanganan PCOS di Asia, dengan menghadirkan para ahli terkemuka dari berbagai negara.

Baca Juga :  Telkom AI Connect Makassar Dukung Penyelenggaraan Webinar Beyond the Black Box, Kupas Urgensi Explainable AI

Diskusi para ahli di tingkat Asia-Oseania di Jakarta

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sesi 1 dimulai dengan diskusi yang dipandu oleh Prof. Dr. Andon Hestiantoro, MD, OG, MPH, REI. Sesi ini menampilkan tiga pembicara utama yang membahas topik penting terkait PCOS:

Miyuki Harada, M.D., Ph.D. dari Jepang

Miyuki Harada, M.D., Ph.D. dari Jepang, membuka sesi dengan topik “Basic Theory of PCOS Pathogenesis”. Sebagai Direktur Unit Teknologi Reproduksi Terbantu di Rumah Sakit Universitas Tokyo dan Sekretaris Jenderal International Society of In Vitro Fertilization (ISIVF), Dr. Harada menjelaskan dasar-dasar patogenesis PCOS. Pemahaman ini penting untuk mengembangkan strategi pengobatan yang lebih efektif.

Dr. Jennifer K.Y. Ko

Dr. Jennifer K.Y. Ko, Clinical Associate Professor di Department of Obstetrics and Gynaecology, School of Clinical Medicine, Li Ka Shing Faculty of Medicine, University of Hong Kong, membahas “The Phenotype and Clinical Spectrum of PCOS in Asia”. Dr. Ko menyoroti variasi gejala dan manifestasi klinis PCOS di Asia, yang penting untuk diagnosis dan perawatan yang tepat di wilayah ini.

Baca Juga :  Sebanyak 77 Ribu Lebih Unit KPR Sejahtera FLPP Telah Disalurkan Saat Ini

Dr. Nandita Palshetkar, M.D., FCPS., FICOG., FRCOG

Dr. Nandita Palshetkar, M.D., FCPS., FICOG., FRCOG dari India, seorang spesialis IVF terkemuka dengan pengalaman lebih dari 28 tahun, membawakan topik “Insulin Resistance and Metabolic Syndrome in PCOS: How was in Asia?”. Sebagai Direktur Medis Bloom IVF dan mantan Presiden Federation of Obstetric & Gynaecological Societies of India, Dr. Palshetkar menjelaskan hubungan antara resistensi insulin, sindrom metabolik, dan PCOS di Asia. Topik ini penting karena resistensi insulin adalah faktor kunci dalam pengelolaan PCOS.

Foto bersama Chairperson dan Pembicara dengan Ketua Komite Endokrinologi Reproduksi dan Infertilitas AOFOG

Kehadiran para pakar dengan rekam jejak internasional yang mengesankan ini menunjukkan signifikansi AOFOG Campus 3 sebagai platform pertukaran pengetahuan dan pengalaman dalam penanganan PCOS. Pemahaman komprehensif yang dibagikan akan membantu meningkatkan kualitas penanganan PCOS di Asia, khususnya Indonesia.

Berita Terkait

Hari Danau Sedunia: Merayakan Danau Toba, Tempat Alam, Warisan, dan Masyarakat Bersatu
Harga Bitcoin Terbang 20% Lebih, Treasury AS Jadi Pemicu Utama?
Sukses Digelar, Sportartcular BRI Region 6 Cabang Bulutangkis Semarakkan Semangat Sportivitas
Di hadapan Presiden RI, Pertamina NRE Pamerkan PLTS Pulau Sembur Dukung Program PLTS 100 GWp
Memasuki Usia 70 Tahun, IPI Perkuat Komitmen Dukung Hidup Sehat Melalui IPI Pilih Sehatmu Challenge
Semarak Merah Putih Kemerdekaan BRI Region 6 Diwarnai Aksi Kemanusiaan untuk Korban Gempa NTT
MENTERI PERDAGANGAN DORONG PERLUASAN INDUSTRI MEBEL DAN KERAJINAN INDONESIA MENUJU PASAR GLOBAL DI KOTA SURAKARTA
Tidak Setiap Dinding Hotel Butuh Wall Art

Berita Terkait

Selasa, 25 Agustus 2026 - 06:28

Kades Rembitan Ungkap Aset Budaya yang Hilang Usai Kebakaran Sade

Senin, 24 Agustus 2026 - 14:41

Sade Terbakar, Lelontar Kuno Bangkit dari Sisa Abu

Senin, 24 Agustus 2026 - 14:22

Lapor Balik Tak Bikin Ciut, LIDIK NTB: Jangan Tutup Kasus RTLH dengan UU ITE

Minggu, 23 Agustus 2026 - 20:53

ITDC Perkuat Identitas The Mandalika melalui Mandalika Art & Culture Performance

Minggu, 23 Agustus 2026 - 16:24

Poltekpar Lombok Disiagakan Bantu Warga Korban Kebakaran Desa Adat Sade

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 20:04

Mandalika Makin Berisik, The Dudas Ikut Bilang: “Ini Luar Biasa”

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 17:57

Duta Lingkungan NTB Goes to School, Pelajar SMAN 1 Pringgarata Diajak Jadi Agen Perubahan

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 17:51

Tanah Pecatu Bukan Tanah Tak Bertuan: LIDIK NTB Desak Kejari Bongkar Klaim Aset Desa

Berita Terbaru