Pemuda Katolik Ketapang Apresiasi Upaya Pemerintah Jaga Stabilitas Nasional - Koran Mandalika

Pemuda Katolik Ketapang Apresiasi Upaya Pemerintah Jaga Stabilitas Nasional

Kamis, 9 April 2026 - 15:00

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pemuda Katolik Komisariat Cabang Ketapang melalui Sekretarisnya, Feri Hyang Daika, mengapresiasi Pemerintah Indonesia atas keberhasilan menjaga stabilitas nasional di tengah krisis global akibat eskalasi konflik Iran dengan Amerika Serikat–Israel yang memicu krisis energi dan ekonomi di berbagai negara; pernyataan ini disampaikan dalam situasi terkini saat banyak negara mengalami kelangkaan BBM dan ketidakstabilan, sementara Indonesia dinilai tetap aman dengan akses energi, pangan, dan transportasi yang terjaga berkat kerja pemerintah dan dukungan masyarakat, disertai ajakan kepada seluruh elemen masyarakat untuk terus menjaga stabilitas melalui toleransi, penghematan energi, dan melawan penyebaran hoaks.

Sekretaris Pemuda Katolik Ketapang, Bapak Fery Hyang Daika

Seiring terjadinya eskalasi konflik antara Iran dan Amerika Serikat-Israel, kondisi banyak negara di dunia, mengalami dampak signifikan berupa krisis energi dan ketidakstabilan ekonomi.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Di Eropa, negara-negara pengimpor minyak seperti Italia, Inggris, Jerman dan Perancis menghadapi lonjakan harga BBM karena terganggunya rantai pasok akibat penutupan selat Hormuz oleh Iran.

Sedangkan di Asia, mengutip rilis media Al Jazerra dan The Guardian, Presiden Ferdinand “Bongbong” Marcos Jr, telah menandatangani perintah eksekutif yang menempatkan Filipina saat ini dalam keadaan status darurat energi secara nasional. Akibatnya BBM menjadi langka, akses trasportasi umum terkendala, harga barang melonjak drastis dan menimbulkan keresahan ditengah masyarakat.

Baca Juga :  Bangun Customer Experience Unggul Bersama CRM AI Barantum

Sementara itu, India, Pakistan dan Bangladesh juga telah menerapkan kebijakan pembatasan pembelian BBM untuk menghindari penimbunan akibat berkurangnya pasokan energi.

Ditengah gejolak perang Iran yang berakibat tergganggunya perekonomian di banyak negara, Pemuda Katolik Kabupaten Ketapang mengapresiasi upaya Pemerintah Indonesia untuk menjaga stabilitas nasional diberbagai bidang.

Pernyataan tersebut disampaikan oleh Sekretaris Pemuda Katolik Komisariat Cabang Ketapang, Feri Hyang Daika.

“Kita dapat melihat banyak negara saat ini sedang mengalami krisis, mulai dari darurat energi, perlambatan ekonomi, pembatasan transportasi hingga ancaman krisis ketersediaan bahan pangan telah mengakibatkan kepanikan bagi masyarakat internasional.

Sementara situasi dalam negeri kita relatif aman dan kondusif, suatu hal yang patut kita syukuri. Sampai saat ini kita merasakan di bidang energi dan kebutuhan pangan, masih cukup mudah mendapat akses pada kedua sumber daya penting itu. Arus transportasi umum dan logistik juga masih berjalan dengan baik. Perayaan Hari Raya Idul Fitri, Nyepi dan Paskah secara nasional semua berjalan dengan aman tanpa gangguan.

Baca Juga :  KAI Daop 8 Surabaya Operasikan Kereta Api Tambahan Selama Desember 2025 untuk Mendukung Mobilitas Akhir Tahun

Kami yakin hal-hal demikian tentu tak lepas dari hasil kerja keras Pemerintah melalui lembaga negara atau aparatur yang terlibat untuk menjaga stabilitas sosial dan ekonomi didalam negeri. Jadi wajar apabila kita berterimakasih pada Pemerintah dan sekaligus memberikan apresiasi tentang itu. Semoga situasi yang baik ini dapat terjaga sepanjang tahun.”, pungkasnya.

Pemuda Katolik Kabupaten Ketapang juga mengajak semua lapisan masyarakat untuk terus terlibat aktif dalam menjaga stabilitas nasional untuk mendukung terlaksananya pembangunan yang berkelanjutan.

“tanggung jawab untuk menjaga stabilitas nasional itu menjadi kewajiban kita bersama. Baik itu aparatur negara, lembaga pendidikan, keuangan dan agama, hingga semua elemen masyarakat di berbagai sektor dengan cara dan kebijaksanaan kita masing-masing.

Bagi kami secara keorganisasian, hal yang dapat dan telah kami lakukan adalah mengawal terjaganya toleransi dan kerukunan antar komunitas kepemudaan lintas agama, serta menghimbau anggota organisasi untuk berhemat energi dan bersama-sama melawan penyebaran Hoax yang dapat menyebabkan disinformasi dan berujung pada potensi terjadinya kegaduhan ditengah masyarakat” tegasnya.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Berita Terkait

Sudah siap belum? Tagihan RS tembus ratusan juta, kita bisa apa?
Pemenang SOYJOY Nutrition Award 2026 Berbagi Inovasi Gizi di Forum Temu Ilmiah Nasional II PERSAGI
Swiluva Ma Bawa Gerakan BioMom ke Kupang, Edukasi Ibu-ibu soal Kesehatan Usus
PM Modi dan Prabowo Rayakan Persahabatan Indonesia-India Bersama Diaspora India
Mengurai Kemacetan Akhir Pekan: Mengapa Rancamaya Menjadi Alternatif Rasional Puncak bagi Warga Jabodetabek
SOME BY MI Meluncurkan ‘Cica Anti Hair Loss Hair Serum,’ Lengkapi Lini Perawatan Kulit Kepala Fungsional
India–Indonesia: Dua Sahabat Sejiwa di Era Baru
Polda NTT Pecahkan Rekor MURI, 11.663 Orang Ikut Terapi Kesehatan Mental

Berita Terkait

Rabu, 8 Juli 2026 - 14:02

Sudah siap belum? Tagihan RS tembus ratusan juta, kita bisa apa?

Rabu, 8 Juli 2026 - 13:38

Pemenang SOYJOY Nutrition Award 2026 Berbagi Inovasi Gizi di Forum Temu Ilmiah Nasional II PERSAGI

Rabu, 8 Juli 2026 - 13:02

Swiluva Ma Bawa Gerakan BioMom ke Kupang, Edukasi Ibu-ibu soal Kesehatan Usus

Rabu, 8 Juli 2026 - 13:02

PM Modi dan Prabowo Rayakan Persahabatan Indonesia-India Bersama Diaspora India

Rabu, 8 Juli 2026 - 12:02

Mengurai Kemacetan Akhir Pekan: Mengapa Rancamaya Menjadi Alternatif Rasional Puncak bagi Warga Jabodetabek

Rabu, 8 Juli 2026 - 12:00

India–Indonesia: Dua Sahabat Sejiwa di Era Baru

Rabu, 8 Juli 2026 - 11:59

Polda NTT Pecahkan Rekor MURI, 11.663 Orang Ikut Terapi Kesehatan Mental

Rabu, 8 Juli 2026 - 11:02

Kasus Proyek AMI, CYEA Ingatkan Penilaian Publik Harus Berdasarkan Fakta, Bukan Opini

Berita Terbaru