Penggunaan AI Tembus 45 Miliar Sesi per Bulan, Cara Konsumen Cari Informasi Mulai Berubah - Koran Mandalika

Penggunaan AI Tembus 45 Miliar Sesi per Bulan, Cara Konsumen Cari Informasi Mulai Berubah

Kamis, 9 Juli 2026 - 10:02

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Penggunaan AI Tembus 45 Miliar Sesi per Bulan, Cara Konsumen Cari Informasi Mulai Berubah

Penggunaan kecerdasan buatan (AI) untuk mencari dan mengakses informasi terus meningkat. Perkembangan ini mulai mengubah cara konsumen menemukan jawaban, dari yang sebelumnya mengandalkan pencarian melalui berbagai situs web, menjadi langsung berinteraksi dengan sistem AI yang mampu merangkum informasi secara instan.

Perubahan tersebut terlihat dari riset terbaru Graphite yang menunjukkan bahwa volume sesi penggunaan AI secara global kini telah mencapai sekitar 56 persen dari ukuran aktivitas mesin pencari dunia. Dari jumlah tersebut, sekitar 28 persen secara langsung berkaitan dengan kebutuhan pencarian informasi, sementara ChatGPT sendiri diperkirakan telah mewakili sekitar 20 persen aktivitas pencarian berbasis pertanyaan secara global.

Data yang sama juga menunjukkan bahwa penggunaan AI telah mencapai sekitar 45 miliar sesi per bulan, dengan mayoritas aktivitas dilakukan melalui perangkat mobile. Kondisi ini mencerminkan semakin besarnya peran AI dalam kehidupan digital sehari-hari, termasuk dalam proses pencarian dan konsumsi informasi.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Seiring dengan meningkatnya adopsi AI, perilaku pengguna internet pun mulai berubah. Jika sebelumnya pengguna terbiasa membuka banyak halaman untuk membandingkan informasi dari berbagai sumber, kini mereka semakin mengandalkan jawaban yang telah dirangkum dan disajikan secara langsung oleh sistem AI.

Perubahan ini turut memengaruhi cara brand membangun visibilitas digital. Ketika pengguna memperoleh jawaban langsung dari AI, keberadaan sebuah brand tidak lagi hanya ditentukan oleh posisinya di mesin pencari atau jumlah kunjungan ke website.

Baca Juga :  Liburan Nataru Naik LRT Jabodebek? Yuk Pahami Ketentuan Tarif Anak

Menurut Avonetiq, perusahaan yang berfokus pada penguatan otoritas dan visibilitas brand di era AI, fenomena tersebut menandai pergeseran penting dalam lanskap digital. Visibilitas kini semakin ditentukan oleh kemampuan sebuah brand untuk dikenali, dipahami, dan dipercaya oleh sistem AI saat menghasilkan jawaban bagi pengguna.

“Ketika AI menjadi titik awal dalam pencarian informasi, brand tidak lagi hanya bersaing untuk mendapatkan klik. Mereka harus memastikan informasi tentang bisnisnya cukup jelas, konsisten, dan kredibel sehingga layak dijadikan referensi oleh sistem AI,” ujar Alexandro Wibowo, Partner Avonetiq.

Berbeda dengan mesin pencari tradisional yang menampilkan daftar tautan, sistem AI bekerja dengan mengumpulkan informasi dari berbagai sumber, mengevaluasi relevansinya, lalu menyusun jawaban yang dianggap paling membantu bagi pengguna. Dalam proses tersebut, kualitas dan konsistensi jejak digital menjadi faktor yang semakin penting.

Karena itu, banyak perusahaan mulai mengevaluasi kembali strategi visibilitas digital mereka. Tidak cukup hanya memiliki website atau menghasilkan konten dalam jumlah besar, tetapi juga memastikan informasi mengenai brand tersedia secara konsisten di berbagai kanal dan dapat divalidasi oleh sumber-sumber terpercaya.

Baca Juga :  WSBP Tingkatkan Kontribusi dalam Pembangunan Infrastruktur Nasional, Dorong Penguatan Kinerja Perusahaan

Untuk menjawab kebutuhan tersebut, Avonetiq mengembangkan AVO AI, platform yang membantu perusahaan memahami bagaimana brand mereka dipersepsikan oleh berbagai sistem AI, mengidentifikasi kesenjangan informasi, serta menemukan peluang untuk meningkatkan visibilitas dan otoritas digital.

Melalui analisis berbasis AI, platform ini membantu perusahaan memantau representasi brand dalam berbagai sistem AI, mengidentifikasi kesenjangan informasi, serta memberikan rekomendasi untuk memperkuat otoritas digital agar lebih mudah dikenali dan dipercaya.

“Banyak perusahaan masih mengukur visibilitas digital dari traffic dan peringkat pencarian. Padahal, di era AI, pertanyaan yang lebih penting adalah apakah brand kita muncul ketika pengguna meminta rekomendasi atau mencari informasi melalui AI. Karena itu, fokusnya tidak lagi sekadar get found, tetapi get chosen, yaitu menjadi jawaban yang dipilih ketika AI membantu pengguna mengambil keputusan,” tambah Alexandro.

Dengan penggunaan AI yang terus meningkat dalam aktivitas pencarian, perusahaan didorong untuk memahami perubahan perilaku konsumen yang sedang berlangsung. Tantangan ke depan bukan lagi sekadar bagaimana ditemukan di internet, tetapi bagaimana memastikan brand tetap relevan ketika AI semakin berperan sebagai sumber jawaban utama bagi pengguna.

Informasi lebih lanjut mengenai AVO AI dapat diakses melalui getavo.ai.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Berita Terkait

Ada Cerita Cinta hingga Drama Skripsi di Dinding Sekolah dan Kampus, Cokelat Take-It Bisa Diambil di Tengah Cerita
Usai Raih World Artist of the Year, JessC Perluas Langkah Musik di Indonesia
Cara Membuat Website Toko Online Sendiri Sebelum 11.11 dan Harbolnas
BINUS Perkuat Kolaborasi Lintas Sektor melalui NEST di QS Higher Ed Summit Asia Pacific 2026
BRI Dorong Literasi Keuangan Sejak Dini melalui Edukasi di Lingkungan Sekolah
Alternativa Film Festival 2027 Siapkan Hadiah US$120.000, Buka Peluang bagi Sineas Indonesia ke Panggung Internasional
Lewat Baseball5, Perbasasi Jakarta dan JALIN Foundation Ajak Remaja Hidup Sehat dan Berani Hadapi Tekanan
39% Responden Perkotaan Indonesia Pakai AI untuk Belanja dan Rekomendasi, Peringkat Pencarian Saja Tak Lagi Cukup

Berita Terkait

Selasa, 3 November 2026 - 23:02

Ada Cerita Cinta hingga Drama Skripsi di Dinding Sekolah dan Kampus, Cokelat Take-It Bisa Diambil di Tengah Cerita

Selasa, 3 November 2026 - 23:02

Usai Raih World Artist of the Year, JessC Perluas Langkah Musik di Indonesia

Selasa, 3 November 2026 - 22:02

Cara Membuat Website Toko Online Sendiri Sebelum 11.11 dan Harbolnas

Selasa, 3 November 2026 - 22:02

BINUS Perkuat Kolaborasi Lintas Sektor melalui NEST di QS Higher Ed Summit Asia Pacific 2026

Selasa, 3 November 2026 - 21:02

Alternativa Film Festival 2027 Siapkan Hadiah US$120.000, Buka Peluang bagi Sineas Indonesia ke Panggung Internasional

Selasa, 3 November 2026 - 19:02

Lewat Baseball5, Perbasasi Jakarta dan JALIN Foundation Ajak Remaja Hidup Sehat dan Berani Hadapi Tekanan

Selasa, 3 November 2026 - 18:02

39% Responden Perkotaan Indonesia Pakai AI untuk Belanja dan Rekomendasi, Peringkat Pencarian Saja Tak Lagi Cukup

Selasa, 3 November 2026 - 18:02

Pemerintah Bahas Skema Pembiayaan Perumahan bagi Masyarakat Berpenghasilan Tanggung

Berita Terbaru