Prediksi XAUUSD Pekan Depan: Koreksi Naik Terbuka, Dolar AS Jadi Penentu - Koran Mandalika

Prediksi XAUUSD Pekan Depan: Koreksi Naik Terbuka, Dolar AS Jadi Penentu

Jumat, 23 Oktober 2026 - 11:02

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Prediksi XAUUSD Pekan Depan: Koreksi Naik Terbuka, Dolar AS Jadi Penentu

Harga emas dunia atau XAUUSD berpeluang mengalami koreksi kenaikan pada pekan depan setelah sebelumnya mengalami penurunan dan menguji area support psikologis US$4.000. Berdasarkan analisis Dupoin Futures, pergerakan emas pada timeframe Daily menunjukkan potensi pemulihan jangka pendek dengan sasaran resistance di US$4.066–US$4.108. Meski demikian, arah pergerakan selanjutnya masih akan dipengaruhi oleh keputusan suku bunga Federal Reserve (The Fed), pergerakan dolar AS, serta perkembangan risiko geopolitik global.

Geraldo Kofit, analis Dupoin Futures, menyoroti level US$4.000 sebagai area penting setelah harga emas menguji zona harmonic support tersebut. Pengujian support ini membuka peluang bagi XAUUSD untuk membentuk koreksi kenaikan pada timeframe yang lebih kecil. Dalam skenario teknikal Dupoin Futures, resistance US$4.066 menjadi area pertama yang perlu diperhatikan, sebelum harga berpotensi melanjutkan pemulihan menuju US$4.108.

Potensi kenaikan tersebut tetap perlu dikonfirmasi melalui respons harga setelah menyentuh support. Apabila minat beli meningkat, emas berpeluang bergerak menuju rentang resistance yang telah diidentifikasi dalam analisis Dupoin Futures. Namun, jika tekanan jual kembali mendominasi dan harga gagal mempertahankan area US$4.000, skenario pemulihan perlu dievaluasi karena risiko pelemahan lanjutan masih terbuka.

Dari sisi fundamental, harga emas diperkirakan bergerak volatil menjelang keputusan suku bunga The Fed pada 27–28 Oktober. Mengacu pada rangkuman Reuters, kekhawatiran terhadap inflasi masih menjadi perhatian pasar, terutama karena tekanan harga berpotensi membuat suku bunga Amerika Serikat bertahan pada level tinggi lebih lama. Kondisi tersebut dapat menopang dolar AS dan imbal hasil obligasi pemerintah AS atau US Treasury, yang berpotensi membatasi penguatan emas.

Emas merupakan aset yang tidak memberikan imbal hasil bunga, sehingga daya tariknya dapat berkurang ketika yield obligasi meningkat. Apabila pernyataan The Fed memperkuat ekspektasi kebijakan moneter ketat, dolar AS dan yield Treasury berpotensi kembali menguat. Dalam kondisi tersebut, XAUUSD dapat menghadapi tekanan meskipun secara teknikal masih memiliki peluang untuk mengalami koreksi kenaikan.

Di sisi lain, ketegangan geopolitik di Timur Tengah dan ketidakpastian pasar keuangan berpotensi meningkatkan permintaan emas sebagai aset safe haven. Ketika investor mencari perlindungan dari risiko global, emas dapat memperoleh dukungan beli yang membantu menahan tekanan penurunan. Oleh karena itu, perkembangan geopolitik tetap menjadi faktor yang dapat mengubah arah pergerakan harga di luar pengaruh kebijakan moneter.

Baca Juga :  Peris.ai Terpilih dalam Program CyberBoost Catalyse di Singapura, Membawa Inovasi Keamanan Siber Regional ke Panggung Global

Dupoin Futures menilai bahwa pekan depan menjadi periode penting bagi pergerakan emas karena terdapat pertemuan antara peluang pemulihan teknikal dan ketidakpastian fundamental. Area US$4.066–US$4.108 menjadi rentang resistance yang perlu dicermati apabila koreksi kenaikan berlanjut, sedangkan US$4.000 menjadi level support penting yang telah diuji. Respons dolar AS, yield Treasury, dan pernyataan The Fed akan membantu menentukan apakah pemulihan emas dapat berlanjut atau kembali menghadapi tekanan jual.

Dengan demikian, prediksi harga emas pekan depan menurut analisis Dupoin Futures masih membuka peluang kenaikan korektif, tetapi belum menghilangkan risiko pelemahan. Perubahan sentimen suku bunga dan permintaan safe haven dapat memengaruhi realisasi skenario tersebut. Analisis ini merupakan gambaran potensi pergerakan pasar, bukan kepastian arah harga maupun rekomendasi transaksi. Perdagangan berjangka memiliki risiko kerugian yang signifikan.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Berita Terkait

KAI Logistik Distribusikan 122 Ribu Unit Sepeda Motor hingga Triwulan III 2026
Dari Ruang Kelas ke Panggung MotoGP Mandalika, Pertamina Buka Akses Digital bagi Anak Disabilitas Netra
GADAI ATAU JUAL ASET? MANA YANG LEBIH TEPAT SAAT MEMBUTUHKAN DANA?
Harga Minyak Pekan Depan Berpeluang Bullish, Risiko Pasokan Timur Tengah Jadi Sorotan
ASHTA District 8 Menjadi Ruang Eksplorasi Kreatif Dalam Rangkaian WCCE 2026E
BRI BO Yogyakarta Cik Ditiro Dorong Digitalisasi UMKM Pasar Kranggan Melalui QRIS, Transaksi Belanja Makin Praktis
Anggaran Renovasi Selalu Meleset? Pos Ini Sering Terlupa
BRI Branch Office Yogyakarta Cik Ditiro Hadirkan BRICafe, Layanan Perbankan dan Kafe dalam Satu Ruang

Berita Terkait

Jumat, 23 Oktober 2026 - 11:24

KAI Logistik Distribusikan 122 Ribu Unit Sepeda Motor hingga Triwulan III 2026

Jumat, 23 Oktober 2026 - 11:02

Dari Ruang Kelas ke Panggung MotoGP Mandalika, Pertamina Buka Akses Digital bagi Anak Disabilitas Netra

Jumat, 23 Oktober 2026 - 11:02

GADAI ATAU JUAL ASET? MANA YANG LEBIH TEPAT SAAT MEMBUTUHKAN DANA?

Jumat, 23 Oktober 2026 - 11:02

Harga Minyak Pekan Depan Berpeluang Bullish, Risiko Pasokan Timur Tengah Jadi Sorotan

Jumat, 23 Oktober 2026 - 11:02

Prediksi XAUUSD Pekan Depan: Koreksi Naik Terbuka, Dolar AS Jadi Penentu

Jumat, 23 Oktober 2026 - 10:02

BRI BO Yogyakarta Cik Ditiro Dorong Digitalisasi UMKM Pasar Kranggan Melalui QRIS, Transaksi Belanja Makin Praktis

Jumat, 23 Oktober 2026 - 10:02

Anggaran Renovasi Selalu Meleset? Pos Ini Sering Terlupa

Jumat, 23 Oktober 2026 - 10:02

BRI Branch Office Yogyakarta Cik Ditiro Hadirkan BRICafe, Layanan Perbankan dan Kafe dalam Satu Ruang

Berita Terbaru