Program Gemilang Pro UMKM Mudahkan Pengusaha Dapat Izin Edar BPOM - Koran Mandalika

Program Gemilang Pro UMKM Mudahkan Pengusaha Dapat Izin Edar BPOM

Selasa, 23 September 2025 - 09:00

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Koran Mandalika, Mataram – Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) di Mataram, menjawab berbagai keluhan di masyarakat terkhusus para pelaku UMKM soal izin edar BPOM yang sulit, melalui program Gemilang Pro UMKM.

Kepala BBPOM Mataram, Yosef Dwi Irwan mengatakan Gemilang Pro UMKM merupakan inovasi pendampingan UMKM yang menekankan pada kolaborasi antar lembaga (K/L/Pemda,
Akademisi, Pelaku Usaha, Komunitas, dan Media).

“Inovasi ini muncul menjawab stigma Izin BPOM sulit, lama, dan mahal, rendahnya literasi digital pelaku usaha, pendampingan UMKM yang masih parsial serta mendukung Visi & Misi Kepala Daerah,” kata Yosef, Senin (22/9).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dia menjelaskan Gemilang Pro UMKM telah dilakukan identifikasi dan mitigasi resiko untuk
memastikan keberlanjutan dan pengembangan inovasi.

“Inovasi Gemilang Pro UMKM terbukti mampu meningkatkan keberhasilan UMKM mendapatkan izin edar hingga 1152 NIE s/d Agustus 2025 serta meningkatkan omzet pelaku usaha hingga 179%,”

Baca Juga :  Pertalite Diserbu Usai Pertamax Naik Rp16 Ribu, ESDM NTB: Tak Bisa Dihindari

Yosef menuturkan, hal ini menunjukan bahwa izin edar BPOM bukan sekedar bentuk kepatuhan pada regulasi namun merupakan keunggulan kompetitif bagi pelaku usaha.

“Inovasi Gemilang Pro UMKM juga mendapatkan apresiasi Top 5 PKRI Kelompok Replikasi dari KemenPAN RB 2024,” tuturnya.

Menyadari keterbatasan SDM yang dimiliki, melalui inovasi ini telah berhasil membentuk 72 fasilitator pendamping UMKM dari kalangan mahasiswa dalam proses pengurusan izin edar
BPOM.

“Kedepannya akan dikembangkan digitalisasi layanan Klinik UMKM yang
terintegrasi dengan stakeholder lainnya,” tutup Yosef.

Selain itu, ada juga program yang diberi nama GAS-PAMAN. GAS-PAMAN merupakan inovasi edukasi Keamanan Pangan berbasis komunitas dengan pemberdayaan pedagang sayur keliling.

Yosef menjelaskan rendahnya Indeks Kesadaran Masyarakat (IKM) yaitu 66,83% pada 2021 (terendah kedua secara nasional), keterbatasan sumber daya BBPOM Mataram, serta potensi
pedagang sayur keliling yang setiap hari berinteraksi dengan komunitas keluarga melatar belakangi lahirnya inovasi ini.

Baca Juga :  BP Taksin RI Bertemu Gubernur NTB, Bahas Strategi Entaskan Kemiskinan

“Melalui pendekatan yang sederhana, mudah
dipahami, dan menyentuh langsung ke level keluarga GAS PAMAN mampu meningkatkan jangkauan pengawasan dan efesiensi anggaran,” jelas Yosef.

Ia melanjutkan, Gas-Paman telah dilakukan identifikasi dan mitigasi resiko untuk memastikan keberlanjutan inovasi.

“82 kader GAS-PAMAN terus bergerak meningkatkan kesadaran keluarga akan
pentingnya pangan aman dan s/d saat ini telah mengintervensi 2.481 keluarga,” lanjut Yosef.

Dia mengungkapkan inovasi ini juga berkontribusi dalam peningkatan Indeks Kesadaran Masyarakat sebesar 16,32 poin menjadi 83,15 persen pada tahun 2024, termasuk berdampak menurunkan temuan pangan mengandung bahan berbahaya di pasar tradisional.

“Pada tahun 2024 inovasi GAS-PAMAN masuk dalam Top 24 Kompetisi Inovasi (KOIN) yang di selenggarakan oleh BPOM dan akan direplikasi oleh BPOM Tasikmalaya, BPOM Bima dan Kelurahan Ampenan Selatan,” ungkapnya. (dik)

Berita Terkait

Alasan Dana Bansos NTB Naik, Kadinsos P3A: Rp36,11 Miliar untuk Desa Berdaya
Gubernur NTB: Konektivitas Jadi Urat Nadi Pembangunan
Inspektorat Review Pokir DPRD NTB, Muzihir: Kita Terima, Daripada Berurusan dengan KPK
DPRD NTB Soroti Rebutan Penumpang di Kuta Mandalika, Pemkab Diminta Cari Solusi
Pemprov NTB Optimistis Capai Target Pendapatan dan Perbaiki Tata Kelola APBD Perubahan 2026
Betabeq Jadi Pembuka, ITDC Minta Doa Restu Sambut MotoGP Mandalika
Proyek Seaplane Bendungan Batujai Mundur dari Target
Gubernur NTB : Harus Memiliki Komitmen Jangka Panjang dan Belajar Pada Perusahaan Tempat Bekerja

Berita Terkait

Minggu, 20 September 2026 - 19:02

Perkuat Keandalan Jalan Tol, PT Jasamarga Tollroad Maintenance Laksanakan Rekonstruksi Perkerasan di Ruas Tol Jagorawi

Minggu, 20 September 2026 - 18:02

Mengelola Uang Makan Harian agar Keuangan Tetap Teratur

Minggu, 20 September 2026 - 15:02

Bitcoin Bangkit Lagi! BTC Tembus US$81.000, Level Ini Jadi Penentu Berikutnya

Minggu, 20 September 2026 - 15:02

Pembiayaan Dana Tunai BRI Finance Tumbuh 44,74% hingga Semester I-2026

Minggu, 20 September 2026 - 15:02

Hadapi Tantangan Pasar Otomotif, BRI Finance Bukukan Pertumbuhan Laba 91,2%

Minggu, 20 September 2026 - 15:02

BRI Finance Tawarkan Bunga Pembiayaan Mobil Baru Mulai 3,33% Flat per Tahun

Sabtu, 19 September 2026 - 18:02

5 Ide Oleh-Oleh dari Jakarta yang Bisa Jadi Buah Tangan

Sabtu, 19 September 2026 - 12:02

Perkuat Sinergi Pendidikan dan Industri, NHM Bagikan Praktik Tambang Bawah Tanah pada Forum Nasional

Berita Terbaru

Teknologi

Mengelola Uang Makan Harian agar Keuangan Tetap Teratur

Minggu, 20 Sep 2026 - 18:02