PTPP Terapkan Inovasi Hydroseeding di Proyek Bendungan Bagong Trenggalek; Komitmen PTPP sebagai Pionir Kontraktor Infrastruktur Hijau di Indonesia - Koran Mandalika

PTPP Terapkan Inovasi Hydroseeding di Proyek Bendungan Bagong Trenggalek; Komitmen PTPP sebagai Pionir Kontraktor Infrastruktur Hijau di Indonesia

Rabu, 3 September 2025 - 16:14

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta, 3 September 2025 – PT PP (Persero) Tbk (“PTPP”) perusahaan konstruksi dan investasi nasional di bawah naungan Danantara Indonesia, terus menghadirkan solusi infrastruktur berkelanjutan. Melalui pembangunan Bendungan Bagong Paket III di Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur, PTPP tidak hanyak membangun ketahanan air, tetapi juga menjaga lingkungan dengan teknologi ramah lingkungan terbaru yaitu Hydroseeding.

Dengan nilai kontrak sebesar Rp 402,3 miliar (termasuk PPN) dan masa pelaksanaan selama 376 hari kalender (20 Desember 2024 – 31 Desember 2025), progres proyek saat ini telah mencapai 40,65% per 31 Agustus 2025 lebih cepat dari target. Bendungan ini diharapkan menjadi infrastruktur vital yang memberi manfaat langsung bagi masyarakat Trenggalek.

Pembangunan Bendungan Bagong ini memiliki keunikan salah satunya adalah desain Spillway tipe Ogee yang dilengkapi dengan dua Stilling Basin sebagai peredam energi. Pondasi spillway berdiri di atas batuan koluvial dengan perkuatan Boredpile, sehingga mampu mengendalikan aliran air secara optimal sekaligus mencegah erosi.

Selain keunikan dari desain bendungan, anfaat strategis yang dirasakan masyarakat dari pembangunan Bendungan Bagong antara lain suplai air baku sebesar 153 liter/detik irigasi untuk lahan seluas 977 hektar dan reduksi risiko banjir di area Kota Trenggalek dari 203 m³/detik menjadi 44 m³/detik. Dengan manfaat ini, Bendungan Bagong diharapkan dapat mendukung sektor pertanian, menjaga pasokan air bersih, dan meminimalkan dampak banjir bagi masyarakat Trenggalek.

Inovasi Hydroseeding: Ramah Lingkungan & Efisien

Sebagai bagian dari komitmen terhadap praktik konstruksi berkelanjutan, PTPP menerapkan metode Hydroseeding untuk revegetasi area bendungan. Metode ini dinilai lebih efisien dan efektif dibandingkan metode penanaman tradisional, terutama pada lahan miring seperti area bendungan.

Keunggulan Hydroseeding meliputi:

• Perkuatan lereng untuk mencegah erosi,

• Efisiensi cakupan luas dengan penanaman cepat dan merata,

• Kualitas vegetasi lebih baik dibanding metode manual,

• Reduksi erosi signifikan pada permukaan lereng.

Baca Juga :  Desain Interior yang Adaptif dengan Dukungan MLV Teknologi dan Crestron untuk Solusi Smart Home Modern

Jenis tanaman yang digunakan adalah Legume Cover Crops (LCC) seperti Centrosema Pubescens, Colopogonium Mucunoides, dan Pueraria Javanica yang mampu mengikat nitrogen sekaligus memperkuat struktur tanah yang dapat mengurangi erosi pada permukaan lereng secara signifikan atau reduksi erosi.

“Hydroseeding adalah bukti bahwa kami tidak hanya fokus pada penyelesaian fisik proyek, tetapi juga memastikan keberlanjutan lingkungan dan manfaat jangka panjang bagi masyarakat,” ucap Joko Raharjo, Corporate Secretary PTPP.

Komitmen PTPP pada Infrastruktur Hijau

Penerapan inovasi teknologi seperti Hydroseeding menegaskan posisi PTPP sebagai pelopor konstruksi berkelanjutan di Indonesia. Proyek ini bukan hanya target penyelesaian tepat waktu, tetapi juga menghadirkan legacyinfrastruktur hijau yang bermanfaat luas.

“Dengan selesainya proyek ini pada akhir 2025, Bendungan Bagong akan menjadi role model pembangunan bendungan modern yang inovatif, ramah lingkungan, dan membawa kesejahteraan bagi  masyarakat Trenggalek dan sekitarnya, serta membuktikan komitmen PTPP dalam menjalankan praktik konstruksi yang berkelanjutan (sustainable),” tutup Joko.

Image

–SELESAI–

Berita Terkait

Kenalkan Solusi Praktis Penanganan Kerusakan Jalan, PT Jasamarga Tollroad Maintenance Gelar Presentasi Travoy Patch kepada BPJN Sulawesi Utara
Perluas Perspektif Global Mahasiswa DKV, BINUS University @Semarang Hadirkan Program Twin Class Internasional
Warga Bekasi dan Cibubur Bisa Manfaatkan LRT Jabodebek untuk Akses ke Jakarta Fair 2026
Mineral Strategis Indonesia Jadi Mesin Pendongkrak Daya Saing Industri
Lewat Program PFsains, Pertamina Jembatani Inovasi Faspol BRIN untuk Pengelolaan Sampah di Bantul
FLOQ Hadirkan World Cup Trading Campaign: Dukung Tim Favorit, Kumpulkan Poin, dan Menangkan Total Hadiah Rp200 Juta
FLOQ: Geopolitik Timur Tengah dan Arus Keluar ETF Kripto Berpotensi Menentukan Arah Bitcoin pada Juni 2026
K Mall Perkuat Destinasi Lifestyle dengan Kehadiran Ranch Market

Berita Terkait

Rabu, 10 Juni 2026 - 21:00

Kenalkan Solusi Praktis Penanganan Kerusakan Jalan, PT Jasamarga Tollroad Maintenance Gelar Presentasi Travoy Patch kepada BPJN Sulawesi Utara

Rabu, 10 Juni 2026 - 19:00

Perluas Perspektif Global Mahasiswa DKV, BINUS University @Semarang Hadirkan Program Twin Class Internasional

Rabu, 10 Juni 2026 - 18:01

Warga Bekasi dan Cibubur Bisa Manfaatkan LRT Jabodebek untuk Akses ke Jakarta Fair 2026

Rabu, 10 Juni 2026 - 18:01

Mineral Strategis Indonesia Jadi Mesin Pendongkrak Daya Saing Industri

Rabu, 10 Juni 2026 - 18:01

Lewat Program PFsains, Pertamina Jembatani Inovasi Faspol BRIN untuk Pengelolaan Sampah di Bantul

Rabu, 10 Juni 2026 - 17:00

FLOQ: Geopolitik Timur Tengah dan Arus Keluar ETF Kripto Berpotensi Menentukan Arah Bitcoin pada Juni 2026

Rabu, 10 Juni 2026 - 16:00

K Mall Perkuat Destinasi Lifestyle dengan Kehadiran Ranch Market

Rabu, 10 Juni 2026 - 16:00

Mengapa Tanggal Jatuh Tempo Pinjaman Perlu Menjadi Perhatian?

Berita Terbaru