Rangkaian Baru, Pengalaman Baru: KAI Daop 1 Jakarta Akan Hadirkan Rangkaian Lebih Modern untuk KA Matarmaja - Koran Mandalika

Rangkaian Baru, Pengalaman Baru: KAI Daop 1 Jakarta Akan Hadirkan Rangkaian Lebih Modern untuk KA Matarmaja

Rabu, 10 September 2025 - 16:56

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 1 Jakarta (KAI Daop 1 Jakarta) menyampaikan bahwa mulai 28 September 2025, rangkaian KA Matarmaja (KA 270/269) relasi Pasar Senen – Malang (PP) akan mengalami perubahan stamformasi (SF). Penyesuaian ini dilakukan sebagai bagian dari optimalisasi pelayanan dan peningkatan kenyamanan pelanggan.

Perubahan SF KA Matarmaja

KA 270 Matarmaja relasi Pasar Senen – Malang

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Mulai 28 September 2025, di Stasiun Pasar Senen dilakukan replacement rangkaian, dari semula 9 kereta ekonomi split (K3 Split) + 1 kereta makan pembangkit (KMP3) menjadi 8 kereta ekonomi new generation (K3 NG) + 1 kereta makan (M) + 1 kereta pembangkit (P).

KA 269 Matarmaja relasi Malang – Pasar Senen

Mulai 28 September 2025, di Stasiun Malang juga dilakukan replacement rangkaian, dari semula 9 kereta ekonomi split (K3 Split) + 1 kereta makan pembangkit (KMP3) menjadi 8 kereta ekonomi new generation (K3 NG) + 1 kereta makan (M) + 1 kereta pembangkit (P).

Kedua rangakaian KA tersebut (KA 270/269) merupakan hasil modifikasi Balaiyasa Manggarai. Dengan perubahan ini, diharapkan pelanggan dapat merasakan kenyamanan lebih baik dengan hadirnya rangkaian kereta ekonomi new generation (K3 NG) yang memiliki fasilitas lebih modern dan ramah pelanggan.

Baca Juga :  KAI Akomodir Kebutuhan Pengguna LRT Jabodebek di Libur Nasional dan Weekday

Tampak para pelanggan kereta api jarak jauh berjalan menuju rangkaian kereta 

Penyesuaian Rangkaian KA Lain

Selain KA Matarmaja, terdapat pula penyesuaian rangkaian pada beberapa kereta api lain mulai 9 September 2025, yaitu:

KA 90/89 Gaya Baru Malam Selatan (Pasar Senen – Surabaya Gubeng PP)

Perubahan SF dari 4 K1 SSNG – 4 K3 SSNG – 1 M – 1 P

Menjadi 3 K1 SSNG – 5 K3 SSNG – 1 M – 1 P.

KA 92/91 Jayabaya (Pasar Senen – Surabaya – Malang PP)

Perubahan formasi dari 4 K1 SSNG – 4 K3 SSNG – 1 M – 1 P

Menjadi 3 K1 SSNG – 5 K3 SSNG – 1 M – 1 P.

Manager Humas KAI Daop 1 Jakarta, Ixfan Hendriwintoko, menjelaskan bahwa perubahan rangkaian ini dilakukan secara terintegrasi antar-daop untuk meningkatkan kualitas layanan.

“Perubahan rangkaian ini merupakan bagian dari komitmen KAI dalam memberikan layanan terbaik bagi pelanggan. Dengan rangkaian baru, pelanggan diharapkan mendapatkan kenyamanan lebih baik saat melakukan perjalanan jarak jauh,” ungkap Ixfan.

Baca Juga :  WhatsApp Business API dan NIB Online: Kunci Bisnis Makin Profesional

Lebih lanjut, Ixfan menambahkan bahwa KAI tetap mengedepankan aspek keselamatan, keamanan, dan kenyamanan dalam setiap operasional kereta api.

Langkah penyesuaian rangkaian KA ini sejalan dengan komitmen KAI dalam mendukung, khususnya:

1. menghadirkan sarana transportasi modern dan berkelanjutan.

2. Memperkuat layanan transportasi publik yang aman, nyaman, dan inklusif.

3. Mendorong efisiensi penggunaan sumber daya dengan rangkaian kereta yang lebih ramah lingkungan.

4. Mendukung pengurangan emisi karbon melalui transportasi massal berbasis kereta api yang lebih efisien dan berkelanjutan.

Dengan upaya ini, KAI tidak hanya meningkatkan kualitas layanan pelanggan, tetapi juga memperkuat perannya sebagai bagian dari solusi transportasi masa depan yang ramah lingkungan dan berkelanjutan.

Untuk informasi lebih lanjut terkait perjalanan kereta api dan ketersediaan tiket, pelanggan dapat mengakses aplikasi Access by KAI, situs web kai.id, maupun Contact Center KAI121 (telepon 121, WhatsApp 0811-222-33-121, email cs@kai.id).

Berita Terkait

Bittime Gelar Event di Bali, Bahas Potensi dan Masa Depan Futures di Indonesia
Drone Kargo untuk Lokasi Sulit Dijangkau: Cara Baru Mengirim Barang ke Tempat yang Tak Terhubung Jalan
Omzet Naik tapi Laba Menipis? Sering Terlewat Sebelum Beralih ke Odoo ERP
Beda Re-Key dan Daftar Ulang Sertifikat Elektronik yang Hampir Kedaluwarsa
Pandai Gadai: Hadirkan Extra Pinjaman hingga Rp100.000 untuk Gadai Elektronik
Mengapa Limit Pinjaman yang Kamu Dapat Bisa Berbeda? Ini Penjelasannya
Dulu Diajarkan Menabung, Kini Saatnya Belajar Membuat Uang Bertumbuh
Inspiraya Goes to Campus Gunadarma, Bank Raya Ajak Mahasiswa Cerdas Kelola Cash Flow dan Mulai Berinvestasi Sejak Dini

Berita Terkait

Rabu, 19 Agustus 2026 - 10:02

Bittime Gelar Event di Bali, Bahas Potensi dan Masa Depan Futures di Indonesia

Rabu, 19 Agustus 2026 - 10:02

Drone Kargo untuk Lokasi Sulit Dijangkau: Cara Baru Mengirim Barang ke Tempat yang Tak Terhubung Jalan

Rabu, 19 Agustus 2026 - 10:02

Omzet Naik tapi Laba Menipis? Sering Terlewat Sebelum Beralih ke Odoo ERP

Rabu, 19 Agustus 2026 - 10:02

Beda Re-Key dan Daftar Ulang Sertifikat Elektronik yang Hampir Kedaluwarsa

Rabu, 19 Agustus 2026 - 01:02

Pandai Gadai: Hadirkan Extra Pinjaman hingga Rp100.000 untuk Gadai Elektronik

Selasa, 18 Agustus 2026 - 20:36

Dulu Diajarkan Menabung, Kini Saatnya Belajar Membuat Uang Bertumbuh

Selasa, 18 Agustus 2026 - 19:02

Inspiraya Goes to Campus Gunadarma, Bank Raya Ajak Mahasiswa Cerdas Kelola Cash Flow dan Mulai Berinvestasi Sejak Dini

Selasa, 18 Agustus 2026 - 19:02

Drone as First Responder: Cara Baru Merespons Keadaan Darurat Hadir di Indonesia

Berita Terbaru