Rela Habiskan Ratusan Juta untuk Belajar Trading? Perjalanan Mathias Putra Temukan Sistem Trading Anti-MC - Koran Mandalika

Rela Habiskan Ratusan Juta untuk Belajar Trading? Perjalanan Mathias Putra Temukan Sistem Trading Anti-MC

Senin, 16 Juni 2025 - 11:22

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Di balik hingar-bingar dunia trading, masih banyak yang tak menyadari bahwa keberhasilan di pasar bukan soal hoki, melainkan soal ilmu, pengalaman, dan mental tahan banting.
Mathias Putra adalah contoh hidup dari prinsip ini. Ia rela menghabiskan ratusan juta rupiah hanya untuk satu tujuan: memahami bagaimana trading benar-benar bekerja. Baginya, tak ada jalan pintas; semua butuh waktu dan ketekunan.

Ilmu Itu Mahal, Tapi Gagal Lebih Mahal

Mathis Putra kini dikenal sebagai praktisi dan pengajar trading Forex melalui kelas Big Boy Concept. Namun, Mathias tidak memulai perjalanan tradingnya dengan mudah.

Dimulai dari rasa penasaran, Mathias mengikuti pelatihan trading dari dalam negeri hingga luar negeri, dari workshop kecil sampai seminar eksklusif bersama fund manager institusional di Malaysia, Singapura, hingga Hongkong. Rasa penasaran itu berkembang menjadi tekad untuk menemukan satu sistem paling efektif untuk trading. Tidak tanggung-tanggung, total biaya yang ia keluarkan mencapai ratusan juta rupiah untuk satu kali workshop.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Apakah kemudian semua workshop tersebut seketika memberikan hasil sepadan? Tentu tidak. Mathias masih didera kegagalan berkali-kali karena loss/MC. Namun justru dari kegagalan-kegagalan awal, ia makin terpacu. Setiap kerugian menjadi bahan bakar untuk mencari tahu di mana kesalahan dan bagaimana seharusnya.

Baca Juga :  Holding Perkebunan Nusantara Perkuat Peran PTPN IV PalmCo dalam Relokasi Warga Batangtoru

“Kalau rugi bikin kamu berhenti, berarti kamu memang belum siap jadi trader,” tegasnya.

Dari Kantoran ke Dunia Trading: Cari Jalan Baru Menuju Kebebasan

Sebelum mengenal trading, Mathias bekerja di sektor perbankan dan manufaktur. Meski penghasilan stabil, ia merasa hidupnya tak punya arah. Ia mendambakan kebebasan waktu dan finansial.

Saat itu, trading menjadi salah satu opsi karir yang paling menjanjikan karena “nampak” mudah mencari keuntungan dalam waktu yang jauh lebih fleksibel daripada kerja kantoran. Akan tetapi, ketika ia mulai terjun ke industri, realitasnya jauh lebih kejam.

Ia kehilangan banyak modal, termasuk properti yang dikumpulkan selama bertahun-tahun bekerja. Meski begitu, pengalaman tersebut justru membawanya pada kesadaran bahwa kalau ingin berhasil, ia tak bisa asal coba-coba. Ia harus berpikir seperti institusi, bukan spekulan.

Baca Juga :  Moses Simaremare: Dari Rugi 500 Juta hingga Jadi Trader Bebas Finansial dengan AI I-Trade X

Sebab, apabila mendapatkan keuntungan di Forex hanya khayalan, tak mungkin industrinya berkembang pesat hingga hari ini.

Big Boy Concept: Sistem yang Lahir dari Kegagalan dan Ilmu

Dari seluruh pengalaman itu, Mathias membangun pendekatan yang ia sebut Big Boy Concept—cara berpikir dan strategi seperti trader institusi:

Tidak menahan posisi semalam

Menghitung risiko sebelum entry

Cut loss cepat, jangan baper

Hindari overtrading dan euforia

Konsep ini lahir bukan dari teori, tapi dari ribuan jam pengalaman dan kekalahan trading yang ia pelajari selama 20 tahun. “Institusi besar bisa tetap untung bukan karena mereka selalu benar, tapi karena mereka tahu kapan harus bertahan dan mundur,” jelasnya.

Trading memang membutuhkan konsistensi, logika, dan mental baja. Bagi Mathias, profit adalah hasil dari sistem dan mental. Di pasar yang tak peduli siapa kamu, hanya mereka yang disiplin yang bisa bertahan. Ia tidak menjual mimpi cepat kaya. Ia menawarkan realita: bahwa untuk jadi trader yang kuat, kamu harus gigih belajar dan berani untuk gagal.

Berita Terkait

Stablecoin Jadi Lapisan Proteksi Portofolio di Tengah Tekanan Rupiah dan Ketidakpastian Global
Dorong Akses Motor Premium, BRI Finance Tawarkan Skema Pembiayaan Mulai 0,7%
Dari Nol ke First Trade: Strategi Trading untuk Pemula dan 5 Aset Kripto untuk Memulai Secara Lebih Terukur
Long Weekend 1–3 Mei, LRT Jabodebek Operasikan 270 Perjalanan per Hari, Jadi Solusi Mobilitas Liburan yang Efisien, Tepat Waktu, dan Terintegrasi
Mei Banyak Libur, Dompet Bisa Ikut “Libur”?
KA Sangkuriang Bandung–Ketapang Resmi Berangkat Perdana Hari Ini, Buka Konektivitas Baru Jawa Barat hingga Ujung Timur Jawa
Dukung Ketahanan Pangan, Holding Perkebunan Nusantara Lewat PalmCo Perkuat Kemitraan Petani di Jambi
Perkuat Literasi dan Solusi Finansial Nasabah, BRI Life Hadirkan “Wealth and Tax Excellence 2026” di Surabaya

Berita Terkait

Jumat, 17 April 2026 - 12:43

FP4 NTB Soroti Kebijakan Anggaran Bupati Lombok Tengah terkait Nakes

Rabu, 15 April 2026 - 21:02

Camat Sape Resmi Buka MTQ ke-III Yayasan Tahfidz Salahuddin Al Ayyubi 2026, Dorong Lahirnya Generasi Qur’ani

Selasa, 14 April 2026 - 08:30

Diakui Nasional, Bupati Lombok Tengah Terima TOP Pembina BUMD Award 2026

Sabtu, 11 April 2026 - 10:44

Kejari Lombok Tengah dan Poltekpar Lombok Perkuat Kolaborasi, Hadirkan Inovasi Jaksa Sahabat Disabilitas

Jumat, 10 April 2026 - 12:37

Fokus dan Siap Total! Peserta Paskibraka Lombok Tengah Hadapi Tahap Penentuan

Jumat, 10 April 2026 - 10:16

Wabup Nursiah Dorong Aturan Ketat HP Anak, Sekolah Diminta Berinovasi

Kamis, 9 April 2026 - 13:46

Pipa Induk Rusak, Dirut PDAM Loteng: Tak Ada Dampak Signifikan Terhadap Pelayanan

Kamis, 9 April 2026 - 07:10

Musrenbang Lombok Tengah 2026, DPRD Tegaskan Pentingnya Perencanaan Berpihak pada Rakyat

Berita Terbaru