Riset F&B: 83% Bisnis Kuliner Lolos Tahun Ke-1 Tapi Beguguran karena 5 Faktor Ini - Koran Mandalika

Riset F&B: 83% Bisnis Kuliner Lolos Tahun Ke-1 Tapi Beguguran karena 5 Faktor Ini

Senin, 18 Mei 2026 - 15:00

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Salah satu mitos bisnis industri F&B yang paling sering diulang adalah “Sebagian besar restoran 70-80% gagal di tahun pertama.” dan ini ulang diberbagai media dan blog.

Namun, Tim Riset Tantri menemukan menemukan hasil riset yang berbeda. Berdasarkan data UC Berkeley, OECD, BLS AS, dan Cornell menemukan 70–83% bisnis F&B bertahan di tahun pertama. Tantangan terbesar justru muncul pada tahun ke-3 hingga ke-5 akibat lemahnya sistem operasional dan cashflow.

Data dalam riset ini disusun berdasarkan cross-analysis berbagai penelitian dan dataset internasional, termasuk studi UC Berkeley terhadap 1,9 juta bisnis dan 81.000 restoran independen, data business survival U.S. Bureau of Labor Statistics (BLS), framework OECD, serta Cornell Hospitality Research terkait operasional, cashflow, dan customer experience bisnis restoran.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

5 Faktor Utama Tingkat Survival Rate Bisnis Cafe dan Resto

Melalui “Weighted Operational Survival Analysis”, Tim Riset Tantri mengidentifikasi lima faktor operasional yang paling konsisten berkorelasi dengan survival bisnis cafe dan restoran dalam jangka panjang.

Temuan ini juga memperlihatkan bahwa banyak kegagalan bisnis restoran sebenarnya bukan disebabkan oleh kurangnya permintaan pasar, melainkan akumulasi masalah operasional yang terjadi secara perlahan dalam beberapa tahun pertama bisnis berjalan.

1. Financial dan Cashflow Control (30%)

Masalah yang paling sering terjadi pada bisnis F&B terlihat ramai secara penjualan, tetapi sebenarnya memiliki margin yang sangat tipis. Kenaikan food cost, biaya operasional, dan labor cost sering kali tidak diikuti kontrol cashflow yang baik. (Deloitte Restaurant Industry Outlook, Restaurant365 Industry Reports)

Dalam banyak kasus, owner baru menyadari masalah ketika:

cashflow mulai seret,

Baca Juga :  BIRFEST 2025: Diplomasi Nasional BINUS University Didorong Kehadiran Wamen Dr. Bima Arya & Dubes Derry Aman

pembayaran vendor terlambat,

atau profit tidak sebanding dengan omzet.

tindakan yang tepat seharusnya melakukan: monitoring food cost,

laporan cashflow realtime,

kontrol margin per menu,

serta visibility terhadap biaya operasional harian.

2. Operational Systems dan SOP (25%)

Kasus kedua tertinggi bisnis cafe dan restoran masih bergantung pada owner atau staff tertentu. Ketika volume order meningkat atau tim bertambah, operasional mulai tidak konsisten:

antrean lebih panjang,

salah input order,

stok tidak terkontrol,

hingga kualitas pelayanan menurun.

solusi fase ini adalah membangun sistem sepert:

SOP operasional,

workflow kerja,

inventory system,

serta reporting system yang terstandarisasi. (Cornell Hospitality Quarterly, National Restaurant Association Research)

3. Customer Experience Consistency (20%)

Fokus mencari customer baru tetapi kurang menjaga konsistensi customer experience merupakan faktor ketiga yang kruisial. Padahal customer loyal akan membawa keberlanjutan bisnis sedangkan customer baru tanda perkembangan namun konsekuensi biaya promosi.

Akibatnya:

rasa berubah-ubah,

pelayanan tidak stabil,

waiting time terlalu lama,

atau pengalaman pelanggan berbeda setiap kunjungan.

Hal ini membuat repeat order dan loyalitas pelanggan sulit terbentuk.

Pemilik Bisnis perlu menjaga hal – hal berikut:

konsistensi rasa,

kecepatan pelayanan,

customer flow,

dan quality control operasional. (PwC Consumer Insights Survey ,Deloitte Consumer Experience Research)

4. Adaptability to Consumer Trends (15%)

Perubahan perilaku konsumen di industri F&B saat ini terjadi jauh lebih cepat dibanding beberapa tahun sebelumnya. sementara operasional bisnis cafe / restoran belum mampu beradaptasi dengan cepat.

Dalam beberapa tahun terakhir, tren konsumen F&B global mulai bergeser ke arah:

delivery & online ordering,

cashless & QR payment,

convenience experience,

self-service ordering,

digital loyalty program,

personalized customer experience,

Baca Juga :  NPF Terkendali di 2,23%, BRI Finance Tunjukkan Ketahanan Kualitas Aset

hingga fast-response service.

Adaptasi terhadap tren bukan hanya mengikuti teknologi baru, tetapi bagaimana bisnis mampu membuat pengalaman pelanggan menjadi:

lebih cepat,

lebih praktis,

lebih nyaman,

dan lebih konsisten. (Deloitte Digital Consumer Trends, McKinsey Perspectives on the future of restaurants, Euromonito Key Consumer Foodservice Trends )

5. Sustainable Expansion Pace (10%)

Mengejar momentum dengan terlalu cepat sebelum sistem bisnis benar-benar matang. Dalam banyak kasus:

kualitas mulai tidak konsisten,

kontrol operasional melemah,

cashflow terganggu,

dan manajemen tim menjadi lebih kompleks.

Bisnis perlu memastikan:

operasional stabil,

cashflow sehat,

SOP berjalan konsisten,

dan tim siap sebelum melakukan ekspansi besar.

salah satu studi kasus di indonesia adalah warung SSB awal bisnis 2002 dan baru tahun 2012 mulai membuka cabang perlahan hingga 86 gerai secara keseluruhan, dengan rincian 85 gerai tersebar di berbagai wilayah Indonesia (mulai dari Pekanbaru, Malang, hingga Denpasar) dan 1 gerai internasional yang berada di Arab Saudi.

Viral Belum Tentu Sustainable

Fokus membantu fondasi yang kuat akan lebih membantu bisnis cafe dan resto tidak hanya bertahan namun berkembang dalam jangka panjang.  

Tidak hanya melalui riset di dunia F&B, Tantri.id telah membantu 2000+ cafe dan restoran Sejak 2023 agar lebih efisien & rapi dengan QR Menu ordering yang terhubung ke POS & Sistem Dapur mengurangi salah orderan dan efisiensi waktu.

Integrasi Inventory mampu menjaga foodcost lebih terkontrol, hingga kelola cabang memastikan perfoma dan SOP terjaga.

160+ fitur digital lainya membuat bisnis kuliner tidak ketinggalan trend sehingga 5 malasah survival rate yang sudah dibahas mampu teratasi dalam 1 aplikasi. 

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Berita Terkait

Pandai Gadai: Hadirkan Extra Pinjaman hingga Rp100.000 untuk Gadai Elektronik
Mengapa Limit Pinjaman yang Kamu Dapat Bisa Berbeda? Ini Penjelasannya
Dulu Diajarkan Menabung, Kini Saatnya Belajar Membuat Uang Bertumbuh
Inspiraya Goes to Campus Gunadarma, Bank Raya Ajak Mahasiswa Cerdas Kelola Cash Flow dan Mulai Berinvestasi Sejak Dini
Drone as First Responder: Cara Baru Merespons Keadaan Darurat Hadir di Indonesia
“DNA” Presiden Menandai Bangkitnya Diplomasi Peradaban
7 Ide Usaha Kreatif untuk Pemula yang Ingin Memulai Usaha
SUCOFINDO – HCETS PERKUAT SINERGI BILATERAL DORONG SOLUSI WASTE TO ENERGY YANG BERKELANJUTAN

Berita Terkait

Rabu, 19 Agustus 2026 - 01:02

Pandai Gadai: Hadirkan Extra Pinjaman hingga Rp100.000 untuk Gadai Elektronik

Selasa, 18 Agustus 2026 - 21:02

Mengapa Limit Pinjaman yang Kamu Dapat Bisa Berbeda? Ini Penjelasannya

Selasa, 18 Agustus 2026 - 20:36

Dulu Diajarkan Menabung, Kini Saatnya Belajar Membuat Uang Bertumbuh

Selasa, 18 Agustus 2026 - 19:02

Inspiraya Goes to Campus Gunadarma, Bank Raya Ajak Mahasiswa Cerdas Kelola Cash Flow dan Mulai Berinvestasi Sejak Dini

Selasa, 18 Agustus 2026 - 19:01

“DNA” Presiden Menandai Bangkitnya Diplomasi Peradaban

Selasa, 18 Agustus 2026 - 18:02

7 Ide Usaha Kreatif untuk Pemula yang Ingin Memulai Usaha

Selasa, 18 Agustus 2026 - 16:02

SUCOFINDO – HCETS PERKUAT SINERGI BILATERAL DORONG SOLUSI WASTE TO ENERGY YANG BERKELANJUTAN

Selasa, 18 Agustus 2026 - 16:02

BINUS @Malang Perkuat Kolaborasi dengan Orang Tua melalui Parents Day BINUSIAN B2030

Berita Terbaru

NTB Terkini

Diduga Cemari Laut, DLHK NTB Periksa Tambak Udang di KLU

Selasa, 18 Agu 2026 - 19:52