Koran Mandalika, Lombok Tengah – Program pokok pikiran (pokir) Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Lombok Tengah Lalu Muhamad Akhyar untuk penyelenggaraan kejuaraan sepak bola usia dini menuai sorotan publik.
Pokir senilai Rp100 juta tersebut dikelola melalui Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kabupaten Lombok Tengah.
Sorotan muncul karena panitia masih memungut biaya pendaftaran sekitar Rp500 ribu per klub. Meski demikian, biaya tersebut dikabarkan dikembalikan secara bertahap setelah kejuaraan berakhir.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Seorang wasit yang enggan disebutkan namanya mengaku kecewa dengan honor yang diterimanya. Dia menyebut hanya dibayar Rp40 ribu per pertandingan, lebih rendah dari standar yang menurutnya mencapai Rp60 ribu.
“Silakan cek RAB-nya. Apa benar biaya segitu? Setahu saya anggarannya dari pokir Rp100 juta,” ujarnya.
Selain itu, Dia juga menyoroti besaran hadiah yang dinilai tidak sebanding dengan total anggaran kegiatan.
Untuk kategori usia 11 tahun, juara pertama hanya menerima Rp1 juta, juara kedua Rp800 ribu, juara ketiga Rp700 ribu, dan juara keempat Rp500 ribu. Besaran hadiah yang sama juga berlaku untuk kategori usia 13 tahun.
Di sisi lain, Wakil Ketua I DPRD Lombok Tengah, Lalu Muhamad Akhyar memberikan tanggapan singkat saat dikonfirmasi.
Politikus Golkar itu menyatakan bahwa berdasarkan informasi yang diterimanya, tidak ada pungutan biaya pendaftaran dalam kejuaraan tersebut.
Pernyataan tersebut justru menambah tanda tanya terkait pelaksanaan kegiatan, terutama soal transparansi anggaran dan mekanisme pengelolaannya.
Sementara itu, Kepala Dispora Lombok Tengah Lalu Hilim mengatakan pihaknya sedang koordinasi terkait penyelenggaraan kejuaraan sepak bola yang digelar 15-19 April tersebut.
“Sedang koordinasi dengan panitia, sore ini akan kumpul,” kata Hilim.
(wan)






