Sade Social Space Resmi Dibuka, ITDC Siapkan Mandalika Jadi Magnet Wisata Olahraga - Koran Mandalika

Sade Social Space Resmi Dibuka, ITDC Siapkan Mandalika Jadi Magnet Wisata Olahraga

Sabtu, 11 Juli 2026 - 11:57

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Koran Mandalika, Lombok Tengah – PT Pengembangan Pariwisata Indonesia InJourney Tourism Development Corporation (ITDC) terus memperkuat ekosistem sport tourism di kawasan The Mandalika, Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat, melalui peresmian Sade Social Space.

Pelaksana Tugas (Plt.) Presiden Direktur ITDC, Ahmad Fajar, mengatakan Sade Social Space menghadirkan berbagai fasilitas olahraga dan rekreasi, di antaranya tiga lapangan padel, satu lapangan basket, serta sebuah restoran. Selain itu, ITDC juga tengah membangun sleep lab sebagai fasilitas akomodasi untuk melengkapi pengalaman wisata olahraga di kawasan tersebut.

“Namanya Sade Social Space. Nama itu kami gunakan sebagai bentuk penghormatan kepada masyarakat dan kawasan Sade. Kami telah meminta izin untuk menggunakan nama tersebut sebagai bagian dari identitas kawasan ini,” ujar Fajar.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Fajar menegaskan ITDC akan terus menambah berbagai fasilitas olahraga guna memperkuat posisi Mandalika sebagai destinasi sport tourism kelas dunia.

“Kami akan terus menambah fasilitas. Mandalika sebagai destinasi sport tourism semakin mendunia. MotoGP telah menjadi national branding dan kami ingin terus mengembangkan sektor ini agar semakin banyak wisatawan datang,” katanya.

Fajar juga menyampaikan apresiasi kepada Menteri Pemuda dan Olahraga, Wakil Menteri Pemuda dan Olahraga, serta Pemerintah Daerah atas dukungan terhadap penyelenggaraan MotoGP Indonesia di Mandalika.

Baca Juga :  Ratusan Warung Tanjung Aan di Ambang Runtuh: Pedagang Bertahan di Tengah Ancaman Penggusuran ITDC

“Terima kasih kepada Menteri, Wakil Menteri, dan pemerintah daerah atas dukungannya. MotoGP harus tetap eksis karena menjadi daya tarik utama wisatawan sekaligus penggerak pengembangan KEK Mandalika,” ujarnya.

Menurut Fajar, pengembangan fasilitas olahraga merupakan bagian dari strategi membangun ekosistem pariwisata yang lebih lengkap dan berkelanjutan.

“Kami mengembangkan ekosistem sehingga wisata olahraga di Mandalika semakin lengkap,” tambahnya.

Sementara itu, Wakil Menteri Pemuda dan Olahraga, Taufik Hidayat, menegaskan pemerintah mendukung pembangunan berbagai fasilitas olahraga, tidak hanya untuk meningkatkan prestasi atlet, tetapi juga sebagai bagian dari pengembangan industri olahraga nasional.

“Sekarang Kemenpora sangat mendukung pembangunan fasilitas olahraga. Kita tidak hanya bicara prestasi, tetapi juga industri olahraga,” kata Taufik.

Dia menilai Mandalika telah dikenal dunia sebagai destinasi olahraga dan pariwisata. Kehadiran fasilitas baru seperti Sade Social Space dinilai semakin memperkuat daya tarik kawasan tersebut.

“Di Mandalika ini sudah mendunia. Dengan adanya fasilitas seperti ini tentu sangat baik. Sayang saja belum ada fasilitas bulutangkis,” ujarnya sambil berseloroh.

Menurut Taufik, keberadaan fasilitas olahraga juga diharapkan mampu membudayakan masyarakat untuk berolahraga sekaligus melahirkan atlet-atlet baru dari Nusa Tenggara Barat.

“Mudah-mudahan ini menjadi kebanggaan masyarakat NTB. Harapannya dari fasilitas ini bisa lahir atlet-atlet baru dan dimanfaatkan dengan baik, sehingga orang datang ke Mandalika tidak hanya untuk menonton MotoGP,” katanya.

Baca Juga :  ITDC Luruskan Soal Janji Kepada Warga Kampung Nelayan Kuta

Dia turut mengapresiasi langkah ITDC yang terus mengembangkan konsep sport tourism di Mandalika.

“Saya sangat mengapresiasi semangat mengembangkan sport tourism. Kami mendukung penuh upaya tersebut,” ujarnya.

Menanggapi rencana Nusa Tenggara Barat menjadi tuan rumah Pekan Olahraga Nasional (PON), Taufik mengingatkan pentingnya pemanfaatan fasilitas olahraga secara berkelanjutan setelah ajang tersebut berakhir.

“Pengalaman di beberapa daerah, fasilitas olahraga hanya dibangun untuk penyelenggaraan acara, tetapi setelah itu tidak dimanfaatkan. Jangan sampai setelah PON selesai, fasilitasnya terbengkalai,” tegasnya.

Menurutnya, olahraga harus menjadi sebuah industri yang mampu memberikan dampak ekonomi berkelanjutan bagi masyarakat.

“Dengan adanya berbagai fasilitas olahraga lainnya, saya yakin kawasan ini akan semakin maju,” katanya.

Fajar menambahkan, selain mengembangkan sport tourism, Mandalika juga terus mengangkat potensi budaya lokal sebagai daya tarik wisata.

“Sport tourism dan budaya berjalan beriringan. Ke depan kami juga akan menambah lima lapangan padel lagi untuk semakin memperkuat ekosistem olahraga di Mandalika,” ujarnya.

Sementara itu, Bupati Lombok Tengah, Lalu Pathul Bahri, mengatakan kehadiran Sade Social Space akan memberikan efek berganda (multiplier effect) terhadap perekonomian daerah.

Menurutnya, pembangunan fasilitas tersebut tidak hanya menambah pilihan sarana olahraga, tetapi juga memperkaya pengalaman wisatawan yang berkunjung ke Lombok Tengah sekaligus membuka peluang ekonomi bagi masyarakat sekitar. (wan)

Berita Terkait

Warga Tenggelam Saat Mencari Ikan di Bendungan Batujai Ditemukan Meninggal Dunia
MotoGP Mandalika Cari 2.500 Orang: Mau Jadi Bagian dari Balapan Dunia?
Jalan Sehat Kelurahan Leneng Berlangsung Meriah, Wabup Loteng Beri Hadiah
MI NW Leneng Dapat Sentuhan Inspiratif, GM Lombok Astoria Siap Mengajar Bahasa Inggris
GPK NTB Desak Polres Bima Tangkap Pelaku Tabrak Lari di Desa Sanolo Bolo
Karnaval MIN 1 Lombok Tengah Meriah, Wabup Nursiah Titip Masa Depan Bangsa
Jalan Sehat HUT RI di Leneng: Pemuda Dipinggirkan, EO Luar Didatangkan
Audiensi ke Wabup Lobar, KAMMI Soroti Krisis Air Penanggak dan Gagas “Energi Muda”
Tag :

Berita Terkait

Kamis, 13 Agustus 2026 - 18:08

Merajut Narasi, Melupakan Substansi: Catatan Kritis kegiatan PBAK 2026 UIN Mataram

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 16:05

Ketika Opini Menjadi Hakim, Hukum Bukan Soal Viral di Ruang Publik

Selasa, 12 Mei 2026 - 11:07

Pemilihan Bupati 2030: Politik “Lauq-Daye” Tak Lagi Relevan, Lombok Tengah Butuh Pemimpin Berintegritas dan Berpengalaman

Minggu, 5 April 2026 - 17:55

Oligarki Global di Balik Tragedi Perang Iran Amerika Israel 2026

Rabu, 18 Februari 2026 - 21:06

Aktivis Demokrasi Songsong Ramadhan

Minggu, 18 Januari 2026 - 20:33

‎Diskusi Terbatas Hariman Siregar Cs Tekankan Integritas dan Kemanusiaan

Kamis, 15 Januari 2026 - 16:20

‎Peringatan Malari 1974 dan HUT INDEMO ke-26

Selasa, 23 Desember 2025 - 06:08

Mengakhiri Kemiskinan NTB dari Desa

Berita Terbaru