Sambil Menunggu Usaha Untung, Bertahan Hidup Tetap Perlu Strategi - Koran Mandalika

Sambil Menunggu Usaha Untung, Bertahan Hidup Tetap Perlu Strategi

Kamis, 15 Januari 2026 - 10:43

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Memulai usaha selalu diawali dengan harapan. Produk sudah siap, konsep sudah dipikirkan, dan semangat masih penuh. Namun di balik semua itu, ada fase yang sering terasa paling berat. Usaha belum menghasilkan keuntungan, sementara kebutuhan hidup tetap berjalan setiap hari.

Fase ini jarang dibicarakan secara jujur. Banyak pelaku usaha merasa harus selalu terlihat kuat dan optimis, padahal realitanya tidak sesederhana itu.

Menunggu usaha untung bukan berarti hidup ikut berhenti. Di sinilah strategi bertahan hidup menjadi sama pentingnya dengan strategi bisnis.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Realita Awal Usaha yang Sering Terjadi

Di bulan bulan awal, uang lebih banyak keluar daripada masuk. Modal dipakai untuk bahan baku, sewa, alat, promosi, dan operasional. Pemasukan mungkin sudah ada, tapi belum cukup untuk menutup semuanya.

Pada saat yang sama, kebutuhan pribadi tidak bisa ditunda. Biaya makan, tempat tinggal, transportasi, dan tanggungan keluarga tetap harus dipenuhi. Tekanan sering muncul bukan karena usaha berjalan buruk, tapi karena hidup harus terus berjalan sambil menunggu hasil.

Menunggu Untung Butuh Waktu dan Napas Panjang

Setiap usaha punya ritme sendiri. Ada yang cepat stabil, ada yang butuh waktu lebih lama. Faktor pasar, lokasi, daya beli, dan kebiasaan konsumen sangat berpengaruh.

Keuntungan jarang datang langsung di bulan pertama. Banyak usaha perlu melewati fase belajar, penyesuaian, dan perbaikan. Di fase ini, yang paling dibutuhkan bukan ambisi berlebihan, tapi napas yang cukup panjang untuk bertahan.

Baca Juga :  MUFG dan Danantara Indonesia Selenggarakan “Indonesia Day” di Tokyo untuk Dorong Kolaborasi Investasi Strategis Jepang–Indonesia

Kesalahan Umum Saat Tekanan Finansial Datang

Salah satu kesalahan yang sering terjadi adalah memaksa usaha langsung menghasilkan uang untuk kebutuhan pribadi. Stok diambil tanpa dicatat, kas usaha dipakai untuk kebutuhan harian, dan pencatatan jadi berantakan.

Akibatnya, kamu sulit menilai kondisi usaha yang sebenarnya. Usaha terlihat jalan, tapi modal terus terkikis tanpa disadari. Di titik ini, tekanan justru semakin besar.

Bertahan Hidup Juga Bagian dari Strategi Usaha

Bertahan hidup bukan tanda gagal berwirausaha. Justru, bertahan hidup dengan cara yang terukur menunjukkan kedewasaan dalam mengambil keputusan.

Selama usaha belum untung, kamu perlu memastikan kebutuhan dasar tetap terpenuhi agar fokus tidak terpecah. Pikiran yang tenang membuat kamu bisa menjalankan usaha dengan lebih konsisten dan rasional.

Opsi Pinjaman sebagai Penyangga Sementara

Dalam kondisi tertentu, pinjaman bisa menjadi alat bantu untuk bertahan hidup sambil menunggu usaha stabil. Pinjaman di sini bukan untuk menutup kerugian tanpa arah, tapi untuk menjaga kehidupan pribadi tetap berjalan.

Contohnya untuk biaya hidup bulanan, kebutuhan keluarga, atau pengeluaran mendesak yang tidak bisa ditunda. Dengan kebutuhan dasar yang aman, kamu tidak perlu terus menarik dana dari usaha yang masih rapuh.

Mengatur Ulang Ekspektasi dan Target

Alih alih mengejar keuntungan besar dalam waktu singkat, targetkan stabilitas terlebih dahulu. Pastikan usaha bisa menutup biaya operasional. Setelah itu, baru bicara soal laba.

Pendekatan bertahap membuat tekanan terasa lebih ringan. Kamu tahu apa yang sedang dikejar dan tidak merasa gagal hanya karena belum sampai di titik akhir.

Baca Juga :  Dispora Loteng Harapkan Pemuda  Manfaatkan Bonus Demografi

Opsi Pinjaman neobank untuk Bertahan dengan Lebih Terukur

Pinjaman di neobank dari Bank Neo Commerce bisa menjadi salah satu opsi pinjaman cicilan praktis saat kamu membutuhkan penyangga sementara. Proses pengajuan yang digital, transparansi biaya, dan kemudahan pengelolaan membantu kamu mengambil keputusan dengan lebih tenang.

Pinjaman cicilan ini bisa digunakan untuk menjaga kebutuhan hidup sambil memberi waktu bagi usaha untuk tumbuh. Dengan perhitungan matang dan komitmen yang jelas, pinjaman berfungsi sebagai jembatan, bukan jebakan.

Layanan Neo Pinjam di neobank menawarkan pinjaman dengan proses praktis dan pengelolaan yang mudah lewat aplikasi. Neo Pinjam punya beberapa kelebihan utama, antara lain:

– Limit pinjaman hingga Rp100.000.000

– Pilihan tenor hingga 24 bulan

– Bunga mulai dari 0,06% per hari sesuai hasil evaluasi kredit

Selain itu, pinjaman ini juga bebas biaya admin saat pencairan sesuai ketentuan yang berlaku pada saat pengajuan.

Meski prosesnya lebih mudah, setiap pengajuan tetap melalui evaluasi kelayakan untuk menjaga keamanan pengguna dan mencegah risiko kredit bermasalah.Pinjaman tetap perlu disesuaikan dengan kemampuan finansial masing-masing dan direncanakan dengan matang.

PT Bank Neo Commerce Tbk berizin dan diawasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) & Bank Indonesia (BI), serta merupakan bank peserta penjaminan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS).

Press release ini juga sudah tayang di VRITIMES. 

Berita Terkait

Hadapi Dinamika Bisnis 2026: KitaLulus dan Smart Salary Gelar Forum Strategis bagi HR Leaders di Jakarta
Satu Tahun Melayani: KA Madiun Jaya Catatkan 43.387 Penumpang dan Terus Bertransformasi
Penjualan Tiket KA Jarak Jauh Lebaran 2026 dari Daop 2 Bandung Diminati Masyarakat
KAI Daop 1 Jakarta Sambut Kunjungan SMK Jayawisata1 Kenalkan Pelayanan Prima di Stasiun Gambir
Harga Emas Bertahan Bullish, Sentimen Geopolitik Jadi Penggerak Utama
PTPP Rampungkan RSUD Tarempa, Dukung Asta Cita Pemerintah Perkuat Layanan Kesehatan di Wilayah Terluar
Wujudkan Perjalanan Aman dan Amanah, KAI Divre I Sumut Pastikan Seluruh Barang Tertinggal Kembali ke Penumpang
Terminal Penumpang Pelabuhan Tanjung Emas Layani Puluhan Ribu Penumpang Selama Nataru

Berita Terkait

Kamis, 5 Februari 2026 - 00:48

AIIP Luncurkan Whitepaper “Accelerating AI Adoption in Indonesia: Mendorong Kolaborasi Ekosistem untuk Percepatan Adopsi AI Nasional”

Rabu, 4 Februari 2026 - 20:43

KAI Daop 4 Semarang dan DJKA Kemenhub Perkuat Keselamatan melalui Inspeksi Bersama

Rabu, 4 Februari 2026 - 19:08

Bitcoin Terkoreksi ke US$81.000, Volume Trading XAUT di Bittime Naik 8%

Rabu, 4 Februari 2026 - 17:16

Sambut Lebaran 2026, KAI Daop 7 Madiun Ajak Masyarakat Rencanakan Perjalanan Lebih Awal dan Bagikan Tips “War” Tiket

Rabu, 4 Februari 2026 - 14:01

Tingkatkan Kualitas Layanan, Kunjungan Pasien di Klinik Mediska KAI Daop 9 Jember Tembus 21 Ribu Orang pada 2025

Rabu, 4 Februari 2026 - 00:24

Maksimalkan ROI Acara Korporat, Lokasoka Hadirkan Solusi Seminar Kit Terintegrasi untuk Tren MICE 2026

Selasa, 3 Februari 2026 - 23:18

Terus Bertumbuh! Kinerja Angkutan Barang KAI Daop 6 Naik 23% pada 2025

Selasa, 3 Februari 2026 - 20:36

Holding Perkebunan Nusantara Perkuat Sinergi Lintas Sektor untuk Akselerasi CPCL 2026

Berita Terbaru