Sekali Buat, Bertahun Manfaat: Berkenalan Dengan Konten "Evergreen" - Koran Mandalika

Sekali Buat, Bertahun Manfaat: Berkenalan Dengan Konten “Evergreen”

Senin, 26 Mei 2025 - 11:14

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Mengejar status viral memang bisa datangkan banyak hal positif. Tapi, itu hanya sebuah status sesaat. Kamu juga harus bisa membuat konten yang relevansinya tak akan lekang oleh waktu!

Di tengah “balapan” demi viral, algoritma yang berubah terus, dan tekanan untuk selalu update, banyak pemilik bisnis ataupun kreator jadi terlalu fokus membuat konten yang–kebanyakan–hanya relevan dan ramai beberapa hari saja.

Padahal, ada satu jenis konten yang makin lama justru makin kuat.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Konten jenis ini selalu tetap dicari, berguna, dan akan bisa mendatangkan traffic meski udah lama nggak dipromosikan.

Namanya: konten evergreen.

Apa Itu Konten Evergreen?

Foto ilustrasi dari Unsplash

Sederhananya, konten evergreen adalah jenis konten yang tidak akan basi.

Dengan kata lain, ini adalah jenis konten yang selalu tetap relevan dan dicari orang-orang, tanpa tergantung pada momen, tren, konten lain, ataupun musim tertentu.

Contohnya:

– Cara menulis caption Instagram yang efektif

– Panduan membuat logo brand profesional

– Tips menentukan harga jual produk

– Tutorial membuat invoice untuk UMKM

Konten-konten seperti ini akan terus dicari, karena masalah/kebutuhan yang ingin pembaca selesaikan akan dialami juga oleh orang lain.

Dan biasanya, masalah seperti itu akan selalu ada.

Jadi, selama isi kontennya bermanfaat dan bisa diakses kapan pun, konten evergreen akan terus bekerja untuk kamu dalam menarik audiens—bahkan ketika kamu sedang tidur, atau sudah lupa bahwa pernah membuat konten tersebut.

Kenapa Harus Buat Konten Evergreen?

Menurut data dari Ahrefs, sekitar 90% konten di internet tidak mendapatkan traffic dari Google sama sekali.

Ini terjadi karena banyak konten dibuat hanya untuk mengejar tren sesaat, yang dengan kata lain akan cepat sekali kehilangan relevansinya.

Di sisi lain, konten evergreen punya daya tahan yang sangat tinggi, karena akan terus dicari sampai kapan pun, dan punya peluang lebih besar untuk bertahan di posisi atas hasil pencarian Google.

(Backlinko bahkan mencatat bahwa konten jenis ini cenderung lebih stabil secara performa SEO!)

Jika kamu sedang membangun brand atau mengelola strategi digital marketing, konten evergreen bisa memberikan manfaat besar seperti:

Baca Juga :  Tokocrypto Luncurkan Mini Games untuk Tingkatkan Adopsi Kripto di Indonesia

1. Mendatangkan pengunjung organik secara konsisten

2. Meningkatkan tingkat kepercayaan dan kredibilitas bisnis

3. Menghemat waktu dan biaya promosi jangka panjang

4. Menjaga brand kamu selalu relevan di mata calon pelanggan

Lalu, kalau kamu ingin menulis, mendesain, membuat, ataupun mengoptimalkan konten semacam ini, sekarang kamu pun tidak harus memiliki skill untuk bisa memilikinya.

Freelancer di Sribu.com bisa membantu!—baik mulai dengan kebutuhan penulisan artikel, pembuatan infografik, pembuatan video, hingga optimasi SEO untuk website dan konten.

Ciri-Ciri Konten Evergreen yang Efektif

Foto ilustrasi dari Unsplash

Konten evergreen bukan hanya soal menghindari penyebutan tahun atau tren terkini di judul.

Ada beberapa karakteristik utama yang membuat sebuah konten benar-benar bisa tahan lama dan terus relevan, yaitu:

1. Solusi Topiknya Selalu Dibutuhkan

Misalnya seperti “cara promosi online”, “tips mengelola keuangan usaha”, atau “panduan membuka toko di marketplace.”

Topik seperti ini akan selalu dicari karena menyentuh kebutuhan dasar para audiens.

2. Memberikan Solusi Nyata

Konten evergreen menjawab sebuah pertanyaan/isu secara langsung atau memberi panduan yang praktis.

Formatnya bisa berupa tutorial, panduan langkah demi langkah, atau daftar tips.

3. Tidak Terikat Momen atau Peristiwa

Judul seperti “Strategi Promosi Bisnis Di Ramadan 2025” memang bisa menarik, tapi tidak akan relevan di bulan-bulan berikutnya.

Bandingkan dengan judul seperti “Strategi Promosi Bisnis Saat Momen Liburan & Hari Raya” yang bisa digunakan kapan saja.

Topik masih serupa, tapi karena judulnya saja, daya tarik bisa langsung jauh bertahan lebih lama. 

4. Mudah Diperbarui

Meskipun kamu membuatnya hari ini, konten tersebut harus bisa disesuaikan di masa depan hanya dengan mengganti beberapa data, menambahkan referensi baru, atau memperbaiki tautan yang rusak.

Cara Menyusun Konten Evergreen yang Berkualitas

Ilustrasi dari Pexels

Membuat konten evergreen tidak bisa asal.

Kamu perlu pendekatan yang strategis agar kontennya bisa benar-benar bertahan lama dan mampu mendatangkan manfaat jangka panjang.

Berikut langkah-langkah yang bisa kamu terapkan:

1. Temukan Masalah yang Terus Muncul

Perhatikan pertanyaan yang sering muncul dari pelanggan kamu.

Baca Juga :  KILSA Indonesia Rayakan 7 Tahun Kesuksesan sebagai Bagian dari KILSA Global Group, Luncurkan Model Bisnis “Global Business Builder”

Lihat juga kolom komentar sosial media, DM, hingga hasil pencarian di situs web.

Di situlah kamu akan menemukan bahan topik konten evergreen terbaik.

2. Gunakan Bahasa yang Netral

Hindari kata-kata seperti “tahun ini” atau “bulan lalu.” di judul maupun isi konten.

Gunakan kalimat yang tetap logis, relevan, dan masuk akal jika dibaca dua tahun ke depan.

Contoh:

“Cara Promosi Produk di Instagram 2023”

“Cara Promosi Produk di Instagram Menggunakan Konten Soft Selling”

3. Prioritaskan Kualitas, Bukan Jumlah

Konten evergreen memang akan membutuhkan riset dan waktu pengerjaan lebih lama, tapi hasilnya bisa bertahan lebih lama pula.

Jadi, buat kontennya padat, komprehensif, dan menjawab seluruh pertanyaan audiens dalam satu tempat.

Kalau kamu kesulitan membuat konten seperti ini, jangan lupa, gunakan saja jasa freelancer di Sribu.com untuk membantu kebutuhan konten!

4. Optimalkan SEO dengan Kata Kunci yang Stabil

Gunakan keyword yang dicari sepanjang tahun, dan hindari keyword musiman.

Selain itu, pastikan juga strukturnya rapi, heading jelas, dan judulnya menarik agar mudah diindeks oleh Google.

5. Lakukan Review Berkala

Meskipun bersifat “evergreen”, konten kamu tetap akan perlu diperbarui secara berkala.

Coba periksa kembali setiap 3–6 bulan: apakah data masih relevan, apakah link masih aktif, dan apakah ada informasi tambahan yang bisa disisipkan.

Penutup

Konten evergreen bukan konten yang mengandalkan sensasi atau tren cepat, tapi merupakan fondasi dari sebuah strategi pemasaran jangka panjang yang akan bekerja diam-diam, namun konsisten.

Kalau kamu ingin brand terus ditemukan, menarik traffic tanpa iklan setiap hari, dan bisa membangun kepercayaan dari waktu ke waktu—maka konten evergreen adalah investasi digital yang wajib kamu prioritaskan.

Dan yang lebih penting: kamu tidak perlu mengerjakannya sendirian!

Di Sribu.com, kamu bisa menemukan penulis, SEO specialist, konten kreator, editor hingga desainer visual yang siap membantu membangun konten evergreen yang berdampak positif.

Jadi bagaimana, konten jangka panjang apa yang akan kamu mulai hari ini?

Berita Terkait

Long Weekend 1–3 Mei, LRT Jabodebek Operasikan 270 Perjalanan per Hari, Jadi Solusi Mobilitas Liburan yang Efisien, Tepat Waktu, dan Terintegrasi
Mei Banyak Libur, Dompet Bisa Ikut “Libur”?
KA Sangkuriang Bandung–Ketapang Resmi Berangkat Perdana Hari Ini, Buka Konektivitas Baru Jawa Barat hingga Ujung Timur Jawa
Dukung Ketahanan Pangan, Holding Perkebunan Nusantara Lewat PalmCo Perkuat Kemitraan Petani di Jambi
Perkuat Literasi dan Solusi Finansial Nasabah, BRI Life Hadirkan “Wealth and Tax Excellence 2026” di Surabaya
Kemendes PDT Gandeng Pertamina Foundation Dorong Kemandirian Energi Pedesaan
Pacu Ekspansi Global, SUCOFINDO Perkuat SDM melalui Asesmen Asian Network Forum
Kunjungan Wapres RI ke Proyek Bendungan Bagong, PTPP Percepat Pembangunan untuk Dukung Ketahanan Air dan Pangan

Berita Terkait

Sabtu, 2 Mei 2026 - 20:23

PSI NTB Targetkan Dua Kursi di DPR RI, Kaesang Minta Kader Turun ke Akar Rumput

Sabtu, 2 Mei 2026 - 17:45

Bank NTB Syariah Tegaskan Transparansi dan Kepatuhan Hukum Terkait Isu KC Dompu

Sabtu, 2 Mei 2026 - 13:00

Replikasi Sukses Pasar Dasan Agung, Bank NTB Syariah Hadirkan ‘POJOK NTBS’ di Pasar Acc Ampenan untuk Perkuat Ekosistem Digital

Senin, 27 April 2026 - 15:58

DPRD Sepakati Ranperda Strategis, Haji Ahkam: Perkuat Layanan Publik dan Kelembagaan Daerah

Jumat, 24 April 2026 - 08:26

Sorotan DPRD: Saatnya Nakes P3K Paruh Waktu Dapat Jaminan Kesejahteraan

Kamis, 23 April 2026 - 21:03

Semua Jemaah Terpantau Sehat, JCH Kloter 2 Lombok Tengah Tiba di Tanah Suci

Kamis, 23 April 2026 - 19:48

CSD Samara Ubah Wajah Desa Montong Ajan: Dari Kesehatan hingga Pendidikan Melesat

Kamis, 23 April 2026 - 16:25

Komisi III DPR RI Atensi Aduan Tiga Terdakwa Gratifikasi DPRD NTB

Berita Terbaru

Teknologi

Mei Banyak Libur, Dompet Bisa Ikut “Libur”?

Sabtu, 2 Mei 2026 - 18:00