Solid di Tengah Gejolak, Kinerja Grup MIND ID Melampaui Ekspektasi Pasar - Koran Mandalika

Solid di Tengah Gejolak, Kinerja Grup MIND ID Melampaui Ekspektasi Pasar

Selasa, 9 Juni 2026 - 11:00

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA — Perusahaan-perusahaan di bawah naungan Holding Industri Pertambangan Indonesia (MIND ID) berhasil menavigasi tantangan volatilitas harga komoditas dan gejolak geopolitik global sepanjang 2025. Alih-alih tertekan, seluruh anggota holding tambang pelat merah tersebut justru mencatat kinerja yang solid dan konsisten positif sepanjang tahun lalu.

Pengamat BUMN Universitas Indonesia (UI), Toto Pranoto menilai capaian kinerja Grup MIND ID telah melampaui ekspektasi dan bukan semata-mata hasil dari kenaikan harga komoditas.

“Kinerja ini menunjukkan kemampuan MIND ID dalam integrasi hulu ke hilir bisnis yang semakin baik. Di luar windfall profit yang diperoleh karena harga komoditas yang meningkat akibat situasi geopolitik yang tidak stabil,” tutur Toto.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Bila dirinci berdasarkan komoditas, segmen emas melalui PT Aneka Tambang Tbk. (ANTM) mencatatkan kinerja mencolok dengan laba tahun berjalan sebesar Rp7,92 triliun pada tahun buku 2025. Capaian tersebut melonjak 106% dibandingkan laba tahun berjalan 2024 yang sebesar Rp3,85 triliun.

Pertumbuhan laba itu sejalan dengan peningkatan pendapatan perseroan yang naik 22% menjadi Rp84,64 triliun pada 2025, dibandingkan Rp69,19 triliun pada tahun sebelumnya. Kinerja tersebut terutama ditopang oleh bisnis emas yang menyumbang sekitar 79% terhadap total penjualan perusahaan. Penjualan emas ANTAM tercatat mencapai Rp66,47 triliun sepanjang 2025 atau meningkat 15% dibandingkan Rp57,56 triliun pada 2024, ditopang oleh permintaan yang tetap kuat.

Baca Juga :  Fee Marketplace Makin Mencekik? Coba Beralih ke WhatsApp CRM

Dari komoditas batu bara, PT Bukit Asam Tbk. (PTBA) membukukan laba bersih sebesar Rp2,93 triliun pada 2025, dengan pendapatan sebesar Rp42,65 triliun yang relatif stabil dibandingkan tahun sebelumnya. Kinerja ini berlangsung di tengah tekanan harga batu bara global yang masih berlanjut, yang mana Harga Newcastle Index justru tercatat turun 22% secara tahunan, sementara Indonesia Coal Index (ICI-3) melemah 16%. PTBA terbukti mampu menjaga kinerja melalui peningkatan volume penjualan sebesar 6% secara tahunan, dengan porsi penjualan domestik mencapai 54% dan ekspor 46% ke pasar Bangladesh, India, Vietnam, Korea Selatan, dan Filipina.

PT Freeport Indonesia (PTFI) mencatat laba bersih sebesar US$2,52 miliar atau sekitar Rp42,07 triliun (kurs Rp 16.698 per dolar AS) pada 2025 dengan pendapatan sebesar US$8,62 miliar atau sekitar Rp143,9 triliun. Capaian ini mencerminkan kekuatan dari operasional tambang tembaga dan emas di Papua, sekaligus hasil dari penguatan hilirisasi melalui fasilitas smelter tembaga di JIIPE Gresik.

Beranjak ke komoditas aluminium, PT Indonesia Asahan Aluminium (Inalum) mencatatkan kenaikan laba bersih hingga 15% sepanjang 2025, ditopang oleh kenaikan pendapatan sekitar 10% menjadi US$785,7 juta. Kinerja ini mencerminkan stabilitas operasional pabrik peleburan aluminium terbesar di Asia Tenggara di tengah fluktuasi harga aluminium global.

Baca Juga :  BRI Finance Tawarkan Ragam Keuntungan Pembiayaan Kendaraan di BRI KKB Expo Sumatera Barat

Di segmen timah, PT Timah Tbk. (TINS) mencatatkan laba bersih sebesar Rp1,31 triliun atau mencapai 119% dari target RKAP 2025. Pendapatan TINS tercatat sebesar Rp11,55 triliun atau meningkat 6,41% dibandingkan Rp10,86 triliun pada 2024. Dari sisi operasional, perusahaan membukukan produksi bijih timah sebesar 18.635 ton Sn, produksi logam timah sebesar 17.815 metrik ton, dan penjualan logam timah mencapai 16.634 metrik ton.

Dari hasil tambang nikel, PT Vale Indonesia Tbk. (INCO) turut mencatatkan pertumbuhan laba yang solid pada 2025 dengan pendapatan naik 4,19% menjadi US$990,19 juta. Pertumbuhan ini mencerminkan efisiensi operasional yang konsisten di wilayah Sorowako, Sulawesi Selatan.

Secara keseluruhan, kinerja solid Grup MIND ID sepanjang 2025 turut memberikan kontribusi signifikan bagi penerimaan negara. Melalui pembayaran pajak, royalti, dan dividen kepada pemegang saham, hasil operasional seluruh anggota holding mengalir kembali sebagai manfaat nyata bagi perekonomian nasional. Hal ini menegaskan bahwa pengelolaan sumber daya mineral strategis Indonesia tidak hanya menghasilkan nilai korporasi, tetapi juga memperkuat fondasi fiskal negara.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Berita Terkait

CLARITY Act Tertahan di Senat AS, Bittime Soroti Peluang di Tengah Perkembangan Regulasi Aset Digital Global
Cicilan Sudah Lunas, Bisakah Punya Cicilan Lagi?
Banyak Pelaku Usaha Baru Tahu Ada Layanan Ini, Akses Kesehatan Lintas Negara Jadi Sorotan di BNI National Conference 2026
Bittime Futures Soroti Lonjakan Aktivitas Derivatives di Tengah Tren Pasar
CLARITY Act Terganjal di Senat AS, Indonesia Sudah Punya Fondasi Regulasi Kripto
Dengarkan “Butterflies”, Album Terbaru Amagra yang Sudah Hadir di Berbagai Platform Streaming Musik
Dorong Inklusi & Kemandirian, PT Pelindo Sinergi Lokaseva Latih dan Bantu Disabilitas Netra di Semarang
Buka Booth di Tech in Asia Conference 2026 Singapura, Sanct Bagikan Swag Terbatas dan Meluncur di Product Hunt pada 15 September

Berita Terkait

Rabu, 16 September 2026 - 19:02

CLARITY Act Tertahan di Senat AS, Bittime Soroti Peluang di Tengah Perkembangan Regulasi Aset Digital Global

Rabu, 16 September 2026 - 18:02

Cicilan Sudah Lunas, Bisakah Punya Cicilan Lagi?

Rabu, 16 September 2026 - 17:02

Banyak Pelaku Usaha Baru Tahu Ada Layanan Ini, Akses Kesehatan Lintas Negara Jadi Sorotan di BNI National Conference 2026

Rabu, 16 September 2026 - 17:02

Bittime Futures Soroti Lonjakan Aktivitas Derivatives di Tengah Tren Pasar

Rabu, 16 September 2026 - 17:02

CLARITY Act Terganjal di Senat AS, Indonesia Sudah Punya Fondasi Regulasi Kripto

Rabu, 16 September 2026 - 16:02

Dorong Inklusi & Kemandirian, PT Pelindo Sinergi Lokaseva Latih dan Bantu Disabilitas Netra di Semarang

Rabu, 16 September 2026 - 16:02

Buka Booth di Tech in Asia Conference 2026 Singapura, Sanct Bagikan Swag Terbatas dan Meluncur di Product Hunt pada 15 September

Rabu, 16 September 2026 - 16:02

Instagram dan TikTok Jadi Layanan dengan Permintaan Tertinggi di Katalog SMM Panel Indonesia

Berita Terbaru

Teknologi

Cicilan Sudah Lunas, Bisakah Punya Cicilan Lagi?

Rabu, 16 Sep 2026 - 18:02