Stabilkan Cost of Fund pada Kuartal I-2026, Strategi Bisnis Ampuh BRI Finance - Koran Mandalika

Stabilkan Cost of Fund pada Kuartal I-2026, Strategi Bisnis Ampuh BRI Finance

Selasa, 9 Juni 2026 - 11:00

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta, 18 Mei 2026 – Di tengah tren kenaikan suku bunga dan meningkatnya imbal hasil (yield) obligasi yang masih membayangi industri jasa keuangan, PT BRI Multifinance Indonesia (“BRI Finance”) tetap mampu menjaga efisiensi biaya pendanaan perusahaan pada kuartal I-2026. Kondisi ini menjadi perhatian penting bagi industri multifinance yang saat ini masih mengandalkan pendanaan dari sektor perbankan sebagai sumber utama pendanaan.

Data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menunjukkan bahwa hingga Maret 2026, pendanaan industri pembiayaan nasional masih didominasi oleh pinjaman perbankan dengan total mencapai Rp279,74 triliun atau setara 73,65% dari keseluruhan sumber pendanaan. Ketergantungan tersebut membuat industri multifinance menghadapi tantangan yang cukup besar ketika suku bunga bergerak naik dan pasar obligasi mengalami tekanan yield.

Corporate Secretary BRI Finance, Aditia Fakhri Ramadhani, mengatakan, “BRI Finance secara aktif melakukan penyesuaian strategi pendanaan agar tetap adaptif terhadap dinamika suku bunga dan kondisi likuiditas pasar. Dukungan sinergi dengan Group BRI juga menjadi salah satu faktor yang memperkuat stabilitas biaya dana perusahaan.”

Hingga Maret 2026, komposisi pendanaan BRI Finance berasal dari pendanaan perbankan sebesar Rp2,32 triliun atau 56,01% dari total pendanaan perusahaan. Selain itu, pendanaan dari obligasi tercatat sebesar Rp1 triliun atau 24,22%, sementara joint financing mencapai Rp818,7 miliar atau 19,77%.

Perseroan kemudian melakukan penyesuaian strategi pendanaan pada April 2026 seiring perkembangan kondisi pasar. Porsi pendanaan dari perbankan tercatat turun menjadi 52,72% atau sebesar Rp2,20 triliun. Di saat yang sama, kontribusi joint financing meningkat menjadi Rp973,9 miliar atau 23,29%, sedangkan porsi obligasi berada di level 23,99% atau sekitar Rp1 triliun.

Baca Juga :  Bangun Hubungan Lebih Kuat Lewat Customer Relationship Management dan Software CRM

Peningkatan porsi joint financing dilakukan karena skema tersebut dinilai mampu memberikan alternatif pendanaan dengan tingkat bunga yang lebih kompetitif. Perusahaan juga memanfaatkan pendanaan jangka pendek secara lebih optimal untuk menjaga fleksibilitas pengelolaan dana.

Selain melakukan diversifikasi sumber pendanaan, BRI Finance turut memperkuat pengelolaan likuiditas internal melalui optimalisasi arus kas dan efisiensi penggunaan dana. Perseroan juga terus meningkatkan kualitas penagihan guna mempercepat cash inflow serta menjaga posisi likuiditas tetap solid.

Dalam strategi penerbitan obligasi, BRI Finance juga menerapkan pendekatan yang lebih selektif dengan mempertimbangkan momentum pasar serta tenor yang dinilai paling optimal bagi perusahaan. “Langkah-langkah tersebut menjadi bagian dari upaya perusahaan untuk menjaga kesinambungan bisnis sekaligus mendukung pertumbuhan pembiayaan secara sehat di tengah tantangan industri yang terus bergerak dinamis,” tutup Dhani.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Berita Terkait

Godrej Consumer Products Lanjutkan Ekspansi di Indonesia Dengan Meresmikan Pabrik Baru di Kendal
Ada yang Makin PLUS di neobank Menjelang Akhir Tahun
Prediksi Harga Minyak Hari Ini: WTI Berpotensi Turun ke US$84,95
Dolar dan Yield Jadi Beban, Emas Berpotensi Turun ke US$4.064
FLOQ Hadir di TOKEN2049 Singapore 2026, Jadi Bagian dari Momentum Besar Industri Kripto Global
BRI BO Kalimalang Peringati Hari Kesaktian Pancasila dengan Khidmat dan Penuh Semangat Kebangsaan
BRI BO Cempaka Mas Peringati Hari Kesaktian Pancasila dengan Khidmat dan Penuh Semangat Kebangsaan
Salah Pilih Media Filter Air Bisa Menambah Biaya Operasional, Begini Cara Menentukannya

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 14:02

Godrej Consumer Products Lanjutkan Ekspansi di Indonesia Dengan Meresmikan Pabrik Baru di Kendal

Rabu, 7 Oktober 2026 - 14:02

Ada yang Makin PLUS di neobank Menjelang Akhir Tahun

Rabu, 7 Oktober 2026 - 14:02

Prediksi Harga Minyak Hari Ini: WTI Berpotensi Turun ke US$84,95

Rabu, 7 Oktober 2026 - 14:02

Dolar dan Yield Jadi Beban, Emas Berpotensi Turun ke US$4.064

Rabu, 7 Oktober 2026 - 13:02

FLOQ Hadir di TOKEN2049 Singapore 2026, Jadi Bagian dari Momentum Besar Industri Kripto Global

Rabu, 7 Oktober 2026 - 12:05

BRI BO Cempaka Mas Peringati Hari Kesaktian Pancasila dengan Khidmat dan Penuh Semangat Kebangsaan

Rabu, 7 Oktober 2026 - 12:02

Salah Pilih Media Filter Air Bisa Menambah Biaya Operasional, Begini Cara Menentukannya

Rabu, 7 Oktober 2026 - 12:02

Pertemuan Rutin Bulanan: H. Robert Nitiyudo Wachjo Pesankan Dzikir dan Syukur kepada 1.200 Anak Binaan

Berita Terbaru

Teknologi

Ada yang Makin PLUS di neobank Menjelang Akhir Tahun

Rabu, 7 Okt 2026 - 14:02