Strategi Pensiun Dini dari Kontrakan dengan Reksa Dana - Koran Mandalika

Strategi Pensiun Dini dari Kontrakan dengan Reksa Dana

Rabu, 9 Juli 2025 - 21:38

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

“Enak ya, kalau nanti bisa pensiun muda dan tetap hidup nyaman dari hasil kontrakan.” Kalimat ini sering muncul di obrolan anak muda saat membahas masa depan finansial. Apalagi di tengah tren soft quitting, freelance lifestyle, dan keinginan hidup lebih fleksibel tanpa harus ngantor terus-menerus.

Memiliki kontrakan atau kos-kosan sebagai sumber passive income masih jadi impian klasik banyak generasi muda Indonesia. Namun, dengan harga properti yang makin mahal dan biaya hidup yang terus naik, apakah impian ini masih masuk akal?

Kamu masih bisa melakukannya asal strategi dan ekspektasinya disesuaikan. Salah satu langkah cerdas yang bisa mempercepat jalan menuju impian ini adalah mengandalkan reksa dana sebagai akselerator modal awal.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Punya kontrakan dianggap sebagai sumber pendapatan pasif idea karena beberapa hal di bawah ini: 

1. Cash flow rutin

Gaji pasif dari uang sewa yang datang setiap bulan.

2. Aset nyata

Nilainya cenderung naik seiring waktu.

3. Bisa diwariskan

Properti dapat menjadi warisan untuk keluarga.

Namun, masalah utama tetap sama, yaitu modal awal. Bahkan untuk rumah mungil pinggir kota, uang muka bisa mencapai ratusan juta. Di sinilah banyak orang mentok.

Mengumpulkan DP Properti dengan Reksa Dana Pasar Uang

Reksa dana bisa jadi strategi yang lebih realistis untuk anak muda yang mau beli properti di usia 30–40-an.

1. Gunakan Reksa Dana

Untuk target jangka menengah (3–10 tahun), reksa dana pasar uang bisa memberikan potensi imbal hasil lebih dibanding tabungan biasa atau deposito.

Contoh: Target DP kontrakan Rp300 juta dalam 5–7 tahun. Menabung Rp3 juta per bulan di rekening biasa mungkin tidak cukup. Tapi jika kamu investasikan secara rutin ke reksa dana dengan rata-rata imbal hasil 8–10% per tahun, target ini jadi lebih mungkin tercapai.

Baca Juga :  WSBP Belajar Beton Goes To School Hadir Kembali, Ajarkan Inovasi Beton Ramah Lingkungan ke Siswa-Siswi Teknik Konstruksi SMKN 1 Jakarta

2. Strategi DCA (Dollar Cost Averaging):

Mulai dari nominal kecil (misalnya Rp500 ribu – 1 juta per bulan), dan tingkatkan secara bertahap sesuai kenaikan penghasilan.

3. Gunakan platform digital

Sekarang reksa dana pasar uang sudah bisa dibeli lewat aplikasi neobank dari Bank Neo Commerce. Cara investasi reksa dana pun jadi lebih praktis dan mudah dimonitor.

Strategi Kombinasi Dua Aset 

Alih-alih memilih antara properti atau reksa dana, strategi keuangan yang lebih cerdas justru adalah menggabungkan keduanya:

1. Mengumpulkan modal (usia 20–35)

Fokus investasi ke reksa dana untuk mencapai modal DP atau dana pembelian properti tunai.

2. Usia pensiun aktif (usia 35+)

Sewa kontrakan jadi pemasukan pasif. Keuntungan sewanya bisa diinvestasikan kembali ke reksa dana untuk memperkuat portofolio.

3. Mengembangkan aset

Gunakan return dari reksa dana dan penghasilan kontrakan untuk mulai membeli properti berikutnya atau memperbesar bisnis.

Hal yang Harus Diperhatikan Sebelum Membangun Kontrakan 

1. Biaya perawatan properti itu nyata. Banyak yang hanya menghitung pendapatan sewa, tapi lupa kalkulasi pajak, renovasi, atau risiko rumah kosong.

Image

2. Harga properti tidak selalu naik cepat. Di kota besar, pertumbuhan harga properti kadang kalah cepat dibanding saham. Karena itu, reksa dana bisa tetap jadi tulang punggung pertumbuhan modal awal.

3. Tren digital nomad dan kos eksklusif makin tinggi. Artinya, peluang menyewakan properti tetap besar, tapi dengan preferensi baru misalnya dengan desain estetik, fleksibel, dan mudah dijangkau secara online.

Baca Juga :  Judul: Fellas Indonesia Hadirkan Layanan Holistik untuk Ibu Pasca Melahirkan di 23 Kota di Indonesia di Hari Ibu

Wujudkan Impian, Tapi Tetap Rasional

Punya kontrakan untuk pensiun dini tetap bisa dicapai, asalkan disiapkan dari sekarang dengan strategi keuangan yang adaptif. Reksa dana dan properti bukan pesaing, tapi pasangan yang saling melengkapi.

Reksa dana bisa jadi opsi untuk menyiapkan modal punya kontrakan. Modal awal investasi tidak besar dan mudah dicairkan. Investasimu juga akan disesuaikan dengan profil risiko. Kamu bisa mulai investasi reksa dana di neobank dari Bank Neo Commerce. 

Dengan investasi reksa dana di neobank, kamu bisa dapat keuntungan di antaranya: 

1. Bisa investasi mulai dari Rp10.000 

2. Pilihan produk sesuai profil risiko 

3. Aman karena dikelola oleh manajer investasi yang berpengalaman 

Mulai investasi reksa dana dari sekarang, susun rencana jangka menengah untuk DP, dan pilih properti dengan cermat. Dengan pendekatan seperti ini, impian pensiun muda dan tetap cuan bukan lagi mimpi semata.

Download aplikasi neobank di PlayStore dan App Store dan mulai berinvestasi reksa dana sekarang. 

Kunjungi link  reksa dana untuk info lengkap serta syarat dan ketentuan terbaru mengenai reksa dana.

Investasi melalui reksa dana mengandung risiko. Calon investor wajib membaca dan memahami prospektus sebelum memutuskan untuk berinvestasi melalui reksa dana. Kinerja masa lalu tidak mencerminkan masa datang.

***

PT Bank Neo Commerce Tbk berizin dan diawasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) & Bank Indonesia (BI), serta merupakan bank peserta penjaminan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS).

Berita Terkait

Hadirkan Dampak Sosial Berkelanjutan Di Bulan Suci, IPCC Gelar Program Berbagi Ramadan 2026
Peran Lembaga Rating dalam Stabilitas Pasar Keuangan Global
Ramadan Berkah Jelang Lebaran, KOMBAT Sumut Berbagi Taliasih dan Bingkisan untuk Ribuan Warga
KAI Daop 2 Bandung Ingatkan Pelanggan Datang Lebih Awal, Khusus Stasiun Bandung, Kiaracondong, dan Cimahi Boarding Ditutup 5 Menit Sebelum Keberangkatan
Antisipasi Lalu Lintas Wisata Idulfitri 1447H, JTT Pastikan Kesiapan Layanan di Ruas Tol Surabaya–Gempol
Tembus 523 Ribu Kendaraan Melintas di Gerbang Tol Cikampek Utama, Mobilitas ke Timur Trans Jawa Melonjak Signifikan
Cara Mengenali Saham Berisiko Tinggi di Pasar Modal
Proyek Koperasi Merah Putih Dimulai, Kebutuhan Besi Mulai Diperebutkan di Seluruh Indonesia

Berita Terkait

Sabtu, 21 Maret 2026 - 09:00

Hadirkan Dampak Sosial Berkelanjutan Di Bulan Suci, IPCC Gelar Program Berbagi Ramadan 2026

Sabtu, 21 Maret 2026 - 06:00

Peran Lembaga Rating dalam Stabilitas Pasar Keuangan Global

Jumat, 20 Maret 2026 - 21:00

Ramadan Berkah Jelang Lebaran, KOMBAT Sumut Berbagi Taliasih dan Bingkisan untuk Ribuan Warga

Jumat, 20 Maret 2026 - 21:00

KAI Daop 2 Bandung Ingatkan Pelanggan Datang Lebih Awal, Khusus Stasiun Bandung, Kiaracondong, dan Cimahi Boarding Ditutup 5 Menit Sebelum Keberangkatan

Jumat, 20 Maret 2026 - 18:00

Antisipasi Lalu Lintas Wisata Idulfitri 1447H, JTT Pastikan Kesiapan Layanan di Ruas Tol Surabaya–Gempol

Jumat, 20 Maret 2026 - 15:00

Cara Mengenali Saham Berisiko Tinggi di Pasar Modal

Jumat, 20 Maret 2026 - 15:00

Proyek Koperasi Merah Putih Dimulai, Kebutuhan Besi Mulai Diperebutkan di Seluruh Indonesia

Jumat, 20 Maret 2026 - 13:00

Mudik Lebih Ringan, Perjalanan Lebih Tenang Bersama MIND ID

Berita Terbaru