Superpower Bitcoin Versi Trump: Janji Politik Tak Cukup Dorong Harga BTC - Koran Mandalika

Superpower Bitcoin Versi Trump: Janji Politik Tak Cukup Dorong Harga BTC

Jumat, 21 Maret 2025 - 15:00

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Harga Bitcoin sempat menyentuh level $87.453 di awal sesi perdagangan New York, namun hanya berselang beberapa jam kemudian, harganya terkoreksi tajam ke $83.655. Hal ini terjadi setelah Presiden AS Donald Trump menyampaikan pernyataan dalam Digital Asset Summit di New York, di mana ia menegaskan ambisinya menjadikan Amerika sebagai superpower Bitcoin. Sayangnya, pernyataan tersebut tidak mampu mendorong pasar seperti yang diharapkan.

Harapan Tinggi, Kenyataan Mengecewakan

Sebelum pidato Trump dirilis, berbagai spekulasi muncul di media sosial. Banyak yang menduga ia akan mengumumkan kebijakan besar seperti penghapusan pajak capital gain untuk aset kripto atau rencana strategis pemerintah terkait Bitcoin reserve. Harapan pasar sangat tinggi, sehingga banyak trader membeli sebelum pengumuman resmi.

Namun kenyataannya, isi pidato Trump tidak sefantastis prediksi. Ia hanya mengulang komitmen untuk tidak menjual Bitcoin hasil sitaan dan mendorong Kongres agar segera membuat regulasi stablecoin. Meskipun ia menyebut ingin menjadikan AS sebagai pemimpin dunia dalam kripto, pasar melihat itu sebagai retorika politik tanpa aksi konkret.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pola Lama: Buy the Rumor, Sell the News

Koreksi harga yang terjadi setelah pernyataan Trump mencerminkan pola klasik pasar kripto: beli saat rumor, jual saat berita keluar. 

Baca Juga :  LabX & BINUS University Kolaborasi Bekali Generasi Muda dengan Branding Muslim bersama Sandiaga Uno & Para Expert

Trader yang sudah masuk lebih awal buru-buru melepas asetnya begitu pernyataan resmi dirilis. Bahkan, analis teknikal memprediksi bahwa harga Bitcoin masih berpeluang turun hingga ke kisaran $73.700 sebelum benar-benar menemukan pijakan baru.

Saat artikel ini ditulis, harga BTC USDT di market Bittime berada di level $84.305.97, turun 1.86% dalam 24 jam terakhir.

Sumber: harga BTC/USDT di market Bittime

Faktor Lain: Sinyal Dovish dari The Fed

Bukan hanya pernyataan Trump yang memengaruhi harga. Pada 19 Maret, rilis notulen FOMC dan komentar dari Ketua The Fed Jerome Powell memberi sentimen positif. 

The Fed mengisyaratkan akan memperlambat program pengetatan kuantitatif (QT) dan membuka peluang dua kali pemotongan suku bunga pada 2025. Kebijakan ini dianggap sebagai angin segar bagi aset kripto yang sensitif terhadap kebijakan moneter.

Coinbase Premium Muncul Lagi, Tanda Minat Spot Meningkat

Di luar dinamika makro dan politik, indikator teknikal seperti Coinbase Premium kembali muncul. Ini menunjukkan bahwa harga Bitcoin di platform Coinbase lebih tinggi daripada di bursa internasional lainnya—tanda bahwa permintaan pembelian spot, khususnya dari investor AS, mulai menguat lagi.

Baca Juga :  Pasar Bedak Padat & Foundation: Wardah dan Maybelline Bersaing di Puncak Penjualan

Sumber: CryptoQuant

Kesimpulan: Momentum Koreksi Bisa Jadi Peluang

Pernyataan Trump memang mencuri perhatian, tapi tanpa kebijakan nyata, pasar kripto tidak akan bergerak hanya karena ambisi politik. Untuk saat ini, sinyal dari The Fed dan minat spot investor menjadi faktor yang lebih menentukan arah pasar.

Kalau kamu ingin memanfaatkan momentum koreksi ini, sekarang waktu yang tepat untuk beli Bitcoin. Kamu bisa mulai investasi dengan aman dan mudah melalui Bittime, platform tepercaya yang cocok untuk pemula maupun investor berpengalaman. Jangan lewatkan peluang ini!

Disclaimer

Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi termasuk fluktuasi harga, kehilangan modal, risiko likuiditas, teknologi, dan regulasi yang menjadi tanggung jawab pribadi pengguna. Bittime adalah platform perdagangan aset kripto terdaftar di Bappebti yang menyediakan informasi berdasarkan riset internal, bersifat umum dan edukatif. Informasi ini bukan merupakan nasihat keuangan, investasi, hukum, atau perpajakan. Kinerja masa lalu tidak mencerminkan kinerja masa depan. Pengguna wajib melakukan analisis mandiri dan memastikan kepatuhan terhadap seluruh peraturan yang berlaku.

Berita Terkait

Pandai Gadai: Hadirkan Extra Pinjaman hingga Rp100.000 untuk Gadai Elektronik
Mengapa Limit Pinjaman yang Kamu Dapat Bisa Berbeda? Ini Penjelasannya
Dulu Diajarkan Menabung, Kini Saatnya Belajar Membuat Uang Bertumbuh
Inspiraya Goes to Campus Gunadarma, Bank Raya Ajak Mahasiswa Cerdas Kelola Cash Flow dan Mulai Berinvestasi Sejak Dini
Drone as First Responder: Cara Baru Merespons Keadaan Darurat Hadir di Indonesia
“DNA” Presiden Menandai Bangkitnya Diplomasi Peradaban
7 Ide Usaha Kreatif untuk Pemula yang Ingin Memulai Usaha
SUCOFINDO – HCETS PERKUAT SINERGI BILATERAL DORONG SOLUSI WASTE TO ENERGY YANG BERKELANJUTAN

Berita Terkait

Rabu, 19 Agustus 2026 - 01:02

Pandai Gadai: Hadirkan Extra Pinjaman hingga Rp100.000 untuk Gadai Elektronik

Selasa, 18 Agustus 2026 - 21:02

Mengapa Limit Pinjaman yang Kamu Dapat Bisa Berbeda? Ini Penjelasannya

Selasa, 18 Agustus 2026 - 20:36

Dulu Diajarkan Menabung, Kini Saatnya Belajar Membuat Uang Bertumbuh

Selasa, 18 Agustus 2026 - 19:02

Inspiraya Goes to Campus Gunadarma, Bank Raya Ajak Mahasiswa Cerdas Kelola Cash Flow dan Mulai Berinvestasi Sejak Dini

Selasa, 18 Agustus 2026 - 19:01

“DNA” Presiden Menandai Bangkitnya Diplomasi Peradaban

Selasa, 18 Agustus 2026 - 18:02

7 Ide Usaha Kreatif untuk Pemula yang Ingin Memulai Usaha

Selasa, 18 Agustus 2026 - 16:02

SUCOFINDO – HCETS PERKUAT SINERGI BILATERAL DORONG SOLUSI WASTE TO ENERGY YANG BERKELANJUTAN

Selasa, 18 Agustus 2026 - 16:02

BINUS @Malang Perkuat Kolaborasi dengan Orang Tua melalui Parents Day BINUSIAN B2030

Berita Terbaru

NTB Terkini

Diduga Cemari Laut, DLHK NTB Periksa Tambak Udang di KLU

Selasa, 18 Agu 2026 - 19:52