Tidak lagi menjadi Ibu Kota, Jakarta Didorong Menjadi Fifteen Minutes City - Koran Mandalika

Tidak lagi menjadi Ibu Kota, Jakarta Didorong Menjadi Fifteen Minutes City

Jumat, 15 Maret 2024 - 13:35

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pengembangan masif Kawasan Berorientasi Transit/Transit Oriented Development (TOD) berpotensi jadikan Jakarta “Fifteen Minutes City”.

Di tengah pergeseran dari status ibu kota menjadi , Jakarta didorong untuk segera menerapkan konsep Fifteen Minutes City — sebuah konsep perkotaan dimana semua kebutuhan sehari-hari dapat diakses dalam waktu lima belas menit perjalanan. Langkah strategis ini diharapkan dapat mengurangi kemacetan, polusi, dan meningkatkan efisiensi mobilitas masyarakat Jakarta.

Dalam wawancara eksklusif dengan Yoga Adiwinarto, pakar mobilitas perkotaan selaku Sekretaris Jenderal di ITS Indonesia, menguraikan bahwa tantangan mobilitas perkotaan yang dihadapi Indonesia—khususnya Jakarta—dapat diatasi melalui implementasi ITS yang komprehensif. Implementasi sistem canggih ini diharapkan tidak hanya akan meningkatkan efisiensi dan keamanan transportasi tapi juga memperhatikan aspek keberlanjutan dan ramah lingkungan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Salah satunya, pengembangan Kawasan Berorientasi Transit/Transit Oriented Development (TOD) baru dipandang sebagai strategi efektif untuk mengurangi ketergantungan masyarakat terhadap kendaraan pribadi dan mempromosikan gaya hidup yang lebih aktif. “TOD tidak hanya berfokus pada peningkatan aksesibilitas dan kenyamanan bagi pejalan kaki tapi juga pada integrasi dan efisiensi jaringan transportasi antar moda seperti MRT, LRT, BRT maupun ride hailing sebagai pilihan transportasi masyarakat.” ujar mantan dirut Transjakarta itu.

Baca Juga :  WhatsApp Blast Resmi untuk Kirim Pesan Massal dengan Barantum

Dengan TOD yang mulai bermunculan di Jakarta, Yoga meyakini perubahan tersebut dapat mendorong dan mempercepat terwujudnya Jakarta sebagai Fifteen Minutes City. Sebagai gambaran, dari daerah Senayan ke tujuan perjalanan yang dapat dijangkau dengan berjalan beberapa menit dari apartemen ke stasiun, lalu melanjutkan perjalanan dengan kereta yang lebih cepat, yang dapat di capai dalam waktu sepuluh hingga lima belas menit.

Langkah ini perlu melibatkan koordinasi yang erat antara pemerintah dan sektor swasta untuk mengembangkan infrastruktur yang mendukung, seperti terminal dan stasiun yang terhubung, sistem tiket terpadu, serta aplikasi navigasi dan informasi yang dapat diakses oleh pengguna secara real time. Yoga juga menegaskan bahwa implementasi sistem cerdas ini wajib didasari dengan analitik data yang kuat untuk mengoptimalkan alur penumpang dan memastikan pengalaman pengguna yang lebih baik.

Baca Juga :  BRI Region 6 Gelar Upacara Hari Lahir Pancasila 2026 dengan Khidmat dan Penuh Semangat Kebangsaan

Untuk mempercepat duplikasi konsep yang sudah membawa dampak positif di Jakarta ke daerah lain di Indonesia, Yoga mengajak untuk seluruh stakeholders dan pengguna transportasi publik untuk mengikut Intelligent Transport System (ITS) Asia Pacific Forum 2024, pada 28-30 Maret 2024 di Jakarta Convention Center untuk melihat perkembangan teknologi transportasi seperti taksi terbang hingga teknologi sistem transportasi cerdas berbasis AI yang bisa di gunakan untuk menguraikan permasalahan lalu lintas di wilayah Indonesia. Selain pameran teknologi, akan hadir panelis dari luar negeri yang membawa succes story penerapan sistem transportasi cerdas di kota mereka.

Berita Terkait

Pandai Gadai: Hadirkan Extra Pinjaman hingga Rp100.000 untuk Gadai Elektronik
Mengapa Limit Pinjaman yang Kamu Dapat Bisa Berbeda? Ini Penjelasannya
Dulu Diajarkan Menabung, Kini Saatnya Belajar Membuat Uang Bertumbuh
Inspiraya Goes to Campus Gunadarma, Bank Raya Ajak Mahasiswa Cerdas Kelola Cash Flow dan Mulai Berinvestasi Sejak Dini
Drone as First Responder: Cara Baru Merespons Keadaan Darurat Hadir di Indonesia
“DNA” Presiden Menandai Bangkitnya Diplomasi Peradaban
7 Ide Usaha Kreatif untuk Pemula yang Ingin Memulai Usaha
SUCOFINDO – HCETS PERKUAT SINERGI BILATERAL DORONG SOLUSI WASTE TO ENERGY YANG BERKELANJUTAN

Berita Terkait

Rabu, 19 Agustus 2026 - 01:02

Pandai Gadai: Hadirkan Extra Pinjaman hingga Rp100.000 untuk Gadai Elektronik

Selasa, 18 Agustus 2026 - 21:02

Mengapa Limit Pinjaman yang Kamu Dapat Bisa Berbeda? Ini Penjelasannya

Selasa, 18 Agustus 2026 - 20:36

Dulu Diajarkan Menabung, Kini Saatnya Belajar Membuat Uang Bertumbuh

Selasa, 18 Agustus 2026 - 19:02

Inspiraya Goes to Campus Gunadarma, Bank Raya Ajak Mahasiswa Cerdas Kelola Cash Flow dan Mulai Berinvestasi Sejak Dini

Selasa, 18 Agustus 2026 - 19:01

“DNA” Presiden Menandai Bangkitnya Diplomasi Peradaban

Selasa, 18 Agustus 2026 - 18:02

7 Ide Usaha Kreatif untuk Pemula yang Ingin Memulai Usaha

Selasa, 18 Agustus 2026 - 16:02

SUCOFINDO – HCETS PERKUAT SINERGI BILATERAL DORONG SOLUSI WASTE TO ENERGY YANG BERKELANJUTAN

Selasa, 18 Agustus 2026 - 16:02

BINUS @Malang Perkuat Kolaborasi dengan Orang Tua melalui Parents Day BINUSIAN B2030

Berita Terbaru

NTB Terkini

Diduga Cemari Laut, DLHK NTB Periksa Tambak Udang di KLU

Selasa, 18 Agu 2026 - 19:52