Koran Mandalika, Lombok Tengah – Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah menunjukkan komitmen nyata dalam memajukan layanan kesehatan bagi masyarakat. Bupati Lombok Tengah, H. Lalu Pathul Bahri, meresmikan instalasi pelayanan jantung (Poli Jantung) dan Cath Lab di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Praya. Peresmian ini menjadi sejarah baru karena untuk pertama kalinya RSUD Praya memiliki fasilitas spesialis jantung.
Dalam sambutannya, Bupati Pathul Bahri menegaskan pentingnya terobosan ini mengingat tingginya angka penderita penyakit kardiovaskular. Di Nusa Tenggara Barat (NTB), diperkirakan ada sekitar 700 ribu warga yang mengidap penyakit jantung, dengan tambahan kasus rata-rata mencapai 700 orang per enam bulan.
”Tugas kita adalah melayani 1,2 juta penduduk Lombok Tengah. Penyakit jantung atau stroke membutuhkan penanganan medis yang sangat cepat. Karena itu, hadirnya instalasi jantung dan laboratorium kateterisasi (cath lab) ini menjadi wahana kemajuan penting agar masyarakat tidak perlu lagi kesulitan mencari akses perawatan spesialis,” ujar Bupati.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Untuk memastikan seluruh lapisan masyarakat dapat menikmati fasilitas ini, Pemkab Lombok Tengah mengalokasikan anggaran besar melalui program jaminan kesehatan. Masyarakat dapat berobat cukup dengan menunjukkan Kartu Tanda Penduduk (KTP).
Selain dukungan BPJS Kesehatan yang dianggarkan hingga Rp135 miliar, pemerintah daerah juga bekerja sama dengan BAZNAS menghadirkan Kartu Maiq Meres bagi para tokoh agama untuk mendapatkan pelayanan kesehatan di kelas VIP.
Bupati juga memberikan apresiasi tinggi kepada tim medis dan seluruh jajaran yang bekerja keras mempersiapkan fasilitas ini. Ia meminta seluruh pegawai dan tenaga kesehatan untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan serta menjaga fasilitas RSUD Praya dengan sebaik-baiknya.
”Kalau tidak bersama, kita tidak bisa memajukan rumah sakit ini. Kalau mengeluh, tidak usah jadi pelayan masyarakat. Kita harus berbenah dan berjuang bersama memberikan pelayanan terbaik bagi rakyat Lombok Tengah,” tegasnya.
Kolaborasi dan Pendampingan Klinis
Program pengembangan pelayanan jantung di RSUD Praya ini turut didukung oleh program jejaring pengampuan pelayanan kardiovaskular nasional.
Melalui pendampingan klinis dan transfer pengetahuan dari Rumah Sakit Jantung dan Pembuluh Darah (RSJPD) Harapan Kita serta RSUD Provinsi NTB, RSUD Praya diharapkan mampu melakukan tindakan intervensi non-bedah secara mandiri dan berkelanjutan ke depannya. (wan)






