RSUD Praya Tempuh Jalur Mediasi Usai Dokter IGD Dibentak Keluarga Pasien - Koran Mandalika

RSUD Praya Tempuh Jalur Mediasi Usai Dokter IGD Dibentak Keluarga Pasien

Kamis, 27 Februari 2025 - 20:19

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

RSUD Praya tempuh jalur mediasi usai dokter IGD dibentak keluarga pasien (istimewa)

RSUD Praya tempuh jalur mediasi usai dokter IGD dibentak keluarga pasien (istimewa)

Koran Mandalika, Lombok Tengah – Sempat viral video salah seorang keluarga pasien bernama Ruslan membentak dokter IGD RSUD Praya. Kedua belah pihak kini telah saling memaafkan.

Permintaan maaf disampaikan langsung oleh Ruslan didampingi Ketua GP Ansor Muhamad Juaini saat upaya mediasi berlangsung di Ruang Rapat Direktur RSUD Praya, Kamis (27/2).

“Atas nama keluarga besar pasien, kami minta maaf atas reaksi yang salah,” kata Ruslan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ruslan menyadari narasi dalam video yang tersebar di media sosial menciderai hati dan profesi. Atas dasar itu, pihaknya kembali mengutarakan permintaan maaf karena sudah memviralkan hal yang berdampak terhadap citra RSUD Praya.

Dia mengaku terpancing emosinya karena memang tidak nyaman dengan pertanyaan-pertanyaan yang disampaikan dokter Heri, yang dinilai sedikit kurang ramah.

Ketua GP Ansor Lombok Tengah Muhamad Juaini juga mengakui kesalahan Ruslan. Dia pun menyambut baik upaya pihak rumah sakit menempuh jalur mediasi.

“Ini yang diharapakan. Saling memaafkan. Tidak lapor melaporkan,” ungkap Juaini.

Dalam kesempatan itu, dokter Hery juga meminta maaf apabila terkesan banyak bertanya walaupun itu bagian dari anamnesis.

“Mungkin ada kata yang menyinggung, kami minta maaf,” kata dokter Heri.

Kabid PPSD RSUD Praya Ns Rohadi juga menyampaikan permohonan mohon maaf apabila dari tenaga kesehatan secara langsung maupun tidak langsung dalam bekerja tidak sesuai dengan harapan masyarakat.

Pihaknya berharap segala aduan dapat ditempuh sesuai mekanisme. Terlebih, di RSUD Praya terdapat kehumasan, nomor aduan/barcode, dan kanal yang bisa diakses secara online.

“Jangan begitu komplain, langsung ekspose kemana-mana. Kami tidak anti kritik. Kami sangat menerima masukan dan kritikan. Kalau mau komplain, mari sesuai koridor. Profesi dokter harus dihargai. Bukan begitu cara komplain,” tegas Rohadi.

Baca Juga :  Program ITDC Kini jadi Ladang Cuan Bagi UMKM di Bazar Mandalika

Perwakilan dari Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Cabang Lombok Tengah dokter Ade Irma sangat menyayangkan kejadian yang viral di media sosial.

“Teman-teman panas dengarnya. Tapi semua sudah terjadi. Harapannya bisa saling mengerti antara pelayan dan masyarakat yang dilayani,” ucap dokter Ade

Menurut dia, kesalahpahaman cenderung terjadi saat proses gawat darurat. Dokter Ade menegaskan anamnesis atau proses pengumpulan data medis merupakan bentuk dari pelayanan.

“Dokter bertanya itu juga bagian dari pelayanan. Informasi itu menunjukkan kemana arah diagnosis pasien itu sendiri. Secara teori, 70 Sampai 80 persen penyakit diketahui dari proses anamnesis. Itu yang harus dipahami,” beber dokter Ade.

IDI berharap ke depannya RSUD Praya menyiapkan lokasi tertentu sebagai wadah diskusi antara masyarakat dengan pihak rumah sakit.

“Jangan sampai masyarakat berhadapan dengan petugas. Jangan sampai hal serupa terulang lagi. Harapan kami profesi dokter ini dihargai. Kami selaku dokter terus berupaya melayani masyarakat semaksimal mungkin dan kami sudah disumpah untuk itu,” tegas dokter Ade.

“Jangan karena kesalahan profesi kami dihujat. Teman-teman dokter garda terdepan. Kasihan sudah capek melayani terus direndahkan banyak orang. Lebih parah lagi di-update ke medsos,” ujar dokter Ade menambahkan.

Pada mediasi tersebut, dihadiri pula para dokter IGD selain dr Heri, yakni, Koordinator IGD dr. Baiq Yeni. Selain itu, ada dr. Dini, dr. Grace, dr. Faris, dr. Arif, dan dr. Fatria yang sama sama mengungkapkan kepedihan atas narasi di video yang beredar di medsos

Mereka berharap Ruslan mencabut statement-nya. Terlebih, menurut mereka, Ruslan tidak hanya menyinggung pribadi dokter Heri saja, melainkan dokter yang ada di IGD RSUD Praya.

Ketua Komite Medik dokter I Gusti Nyoman Sutama menegaskan harus ada perlindungan terhadap dokter. Dia menegaskan kenyamanan dokter harus dijamin pihak rumah sakit.

Baca Juga :  Dedikasi Tanpa Henti, RSUD Praya Rayakan Hari Perawat Internasional 2026

“Jika ada ada persekusi atau intimidasi, harus diselesaikan,” ungkap dokter Sutama.

Dokter spesialis kandungan itu pun menyesalkan reaksi dari keluarga pasien. Dia menilai memojokkan dokter di medsos itu tidak bagus.

“Jika anak buah saya salah, silakan komplain di kanal resmi. Tidak Dengan cara itu,” tutur dokter Sutama.

Kendati demikian, pihaknya berharap persoalan tersebut dapat diselesaikan secara kekeluargaan. Dokter Sutama pun tidak setuju lapor melapor.

Ketua Humas RSUD Praya dokter Yudha Permana menegaskan pihak rumah sakit terbuka atas kritik dan saran.

“Tapi silakan gunakan kanal resmi yang saat ini mudah diakses. Salah satunya di setiap fasilitas di rumah sakit sudah tersedia barcode yang bisa di-scan untuk terhubung di media informasi komunikasi yang di dalamnya ada kanal pengaduan. InsyaAllah, kami berusaha stanby 24 jam,” kata dokter Yudha.

Nomor pengaduan yang dimaksud +62 819-1111-1459. Berikut link pengaduan RSUD Praya https://bit.ly/m/MediaInformasiRSUDPraya

“Berharap ke depannya kami akan menambahkan unit pengaduan dan humas khusus di dalam IGD supaya pengaduan bisa on site dan segera diselesaikan,” ujar dokter spesialis kulit dan kelamin itu.

Direktur RSUD Praya dokter Mamang Bagiansyah saat dihubungi terpisah mengapresiasi prosesi islah ini.

“Memang cara-cara ini yang sering kami lakukan. Ini adalah upaya yang kami lakukan untuk selesaikan masalah,” kata dokter Mamang.

Pihaknya menyadari bahwa sebetulnya pihak rumah sakit memiliki hak untuk menempuh jalur hukum, tetapi tentu banyak pertimbangan.

“Mediasi adalah yang terbaik. Karena rumah sakit juga sedang berbenah, tentu banyak juga kelemahan. Kami berharap peristiwa seperti ini tidak terulang lagi,” harap dokter Mamang. (wan)

Berita Terkait

Pembukaan MTQ NTB Sukses Digelar, Gubernur Iqbal: Sebagai Warga Loteng Saya Bangga
Tiga Ribu Peserta dari Berbagai Kontingen Turut Meriahkan Pawai Taaruf MTQ NTB 2026
Grand Launching Asosiasi Beef NTB, Dorong Peternakan Modern dan Libatkan Generasi Muda
LPA Beberkan Kronologi Dugaan Pembakaran Santri oleh Kakak Kelasnya di Lombok Tengah
Gubernur Iqbal Optimistis Lampaui Target BPK, Utang BLUD Tuntas 100 Persen
Transformasi Tata Kelola Keuangan Pemprov NTB Kian Jelas, BPK Beri Apresiasi
Kebakaran di Kawasan Savana Propok Dipastikan Padam, 98 Hetare Lahan Hangus
MTQ NTB 2026 Padukan Syiar Islam dan Budaya dalam Panggung Spektakuler

Berita Terkait

Rabu, 10 Juni 2026 - 21:00

Kenalkan Solusi Praktis Penanganan Kerusakan Jalan, PT Jasamarga Tollroad Maintenance Gelar Presentasi Travoy Patch kepada BPJN Sulawesi Utara

Rabu, 10 Juni 2026 - 19:00

Perluas Perspektif Global Mahasiswa DKV, BINUS University @Semarang Hadirkan Program Twin Class Internasional

Rabu, 10 Juni 2026 - 18:01

Warga Bekasi dan Cibubur Bisa Manfaatkan LRT Jabodebek untuk Akses ke Jakarta Fair 2026

Rabu, 10 Juni 2026 - 18:01

Mineral Strategis Indonesia Jadi Mesin Pendongkrak Daya Saing Industri

Rabu, 10 Juni 2026 - 18:01

Lewat Program PFsains, Pertamina Jembatani Inovasi Faspol BRIN untuk Pengelolaan Sampah di Bantul

Rabu, 10 Juni 2026 - 17:00

FLOQ: Geopolitik Timur Tengah dan Arus Keluar ETF Kripto Berpotensi Menentukan Arah Bitcoin pada Juni 2026

Rabu, 10 Juni 2026 - 16:00

K Mall Perkuat Destinasi Lifestyle dengan Kehadiran Ranch Market

Rabu, 10 Juni 2026 - 16:00

Mengapa Tanggal Jatuh Tempo Pinjaman Perlu Menjadi Perhatian?

Berita Terbaru