Tren Bullish Emas Diprediksi Berlanjut, Target Berikutnya di Level $2.929 - Koran Mandalika

Tren Bullish Emas Diprediksi Berlanjut, Target Berikutnya di Level $2.929

Kamis, 6 Maret 2025 - 10:31

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Harga emas (XAU/USD) melanjutkan tren kenaikannya selama tiga hari berturut-turut pada hari Rabu (5/3), didorong oleh meningkatnya permintaan safe-haven ditengah penerapan tarif impor baru oleh Amerika Serikat. Pada hari Kamis (6/3), harga emas kembali menguat dan diperdagangkan di level $2.924 per troy ounce. Namun, kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah AS menjadi faktor yang dapat membatasi pergerakan bullish emas, mengingat emas tidak memberikan imbal hasil.

Analis dari Dupoin Indonesia, Andy Nugraha, menyampaikan bahwa berdasarkan kombinasi pola candlestick dan indikator Moving Average, tren bullish emas masih cukup kuat. Proyeksi teknikal menunjukkan bahwa XAU/USD berpotensi naik hingga level 2.929 sebagai target kenaikan terdekat. Namun, jika harga emas gagal menembus level tersebut dan mengalami pembalikan (reversal), maka penurunan dapat terjadi hingga level 2.897.

Faktor fundamental yang turut mendukung kenaikan harga emas adalah kebijakan tarif AS yang baru diberlakukan oleh Presiden Donald Trump. Tarif sebesar 25% untuk impor dari Meksiko dan Kanada mulai berlaku pada hari Selasa, bersamaan dengan kenaikan tarif impor Tiongkok yang meningkat menjadi 20%. Ketegangan perdagangan global semakin meningkat, mendorong investor untuk mencari aset yang lebih aman, termasuk emas. Namun, Menteri Perdagangan AS, Howard Lutnick, dalam wawancara dengan Fox News, menyatakan bahwa Trump dapat mempertimbangkan kembali kebijakan tarif dalam waktu 48 jam setelah penerapannya, tergantung pada kepatuhan terhadap aturan USMCA. Meskipun demikian, laporan dari New York Times menyebutkan bahwa Trump secara pribadi bertekad untuk mempertahankan tarif tersebut.

Selain itu, harga emas juga didukung oleh meningkatnya ketidakpastian geopolitik setelah AS menghentikan bantuan militer ke Ukraina. Bloomberg melaporkan bahwa semua peralatan militer AS yang belum sampai di Ukraina akan ditahan, termasuk senjata yang sedang dalam perjalanan melalui pesawat dan kapal, serta yang menunggu di transit di Polandia. Ketegangan politik antara AS dan Ukraina meningkat setelah perdebatan antara Presiden Trump dan Presiden Ukraina, Volodymyr Zelenskyy, dalam negosiasi perdamaian.

Baca Juga :  Jembatan Tak Terlihat: Bagaimana Infrastruktur Digital Diam-Diam Mengubah Hubungan India dan Indonesia

Di sisi lain, pergerakan dolar AS (USD) juga menjadi faktor yang mempengaruhi harga emas. Indeks Dolar AS (DXY), yang mengukur kekuatan USD terhadap enam mata uang utama, saat ini berada di sekitar 105,70, sedikit lebih tinggi karena meningkatnya imbal hasil obligasi pemerintah AS. Obligasi bertenor 2 tahun dan 10 tahun masing-masing memiliki imbal hasil sebesar 3,98% dan 4,25%. Meski demikian, dolar masih menghadapi tekanan akibat kekhawatiran terhadap perlambatan ekonomi AS dan dampak tarif baru terhadap pertumbuhan ekonomi. Pelaku pasar berspekulasi bahwa Trump pada akhirnya mungkin akan mengurangi kebijakan tarifnya untuk menghindari dampak negatif lebih lanjut pada perekonomian domestik.

Dengan kombinasi faktor teknikal dan fundamental yang telah disebutkan, Andy memprediksikan bahwa emas masih berpotensi untuk melanjutkan kenaikan dalam jangka pendek. Namun, investor tetap perlu mewaspadai kemungkinan koreksi harga jika tekanan dari dolar AS dan imbal hasil obligasi terus meningkat.

Berita Terkait

Pandai Gadai: Hadirkan Extra Pinjaman hingga Rp100.000 untuk Gadai Elektronik
Mengapa Limit Pinjaman yang Kamu Dapat Bisa Berbeda? Ini Penjelasannya
Dulu Diajarkan Menabung, Kini Saatnya Belajar Membuat Uang Bertumbuh
Inspiraya Goes to Campus Gunadarma, Bank Raya Ajak Mahasiswa Cerdas Kelola Cash Flow dan Mulai Berinvestasi Sejak Dini
Drone as First Responder: Cara Baru Merespons Keadaan Darurat Hadir di Indonesia
“DNA” Presiden Menandai Bangkitnya Diplomasi Peradaban
7 Ide Usaha Kreatif untuk Pemula yang Ingin Memulai Usaha
SUCOFINDO – HCETS PERKUAT SINERGI BILATERAL DORONG SOLUSI WASTE TO ENERGY YANG BERKELANJUTAN

Berita Terkait

Rabu, 19 Agustus 2026 - 01:02

Pandai Gadai: Hadirkan Extra Pinjaman hingga Rp100.000 untuk Gadai Elektronik

Selasa, 18 Agustus 2026 - 21:02

Mengapa Limit Pinjaman yang Kamu Dapat Bisa Berbeda? Ini Penjelasannya

Selasa, 18 Agustus 2026 - 20:36

Dulu Diajarkan Menabung, Kini Saatnya Belajar Membuat Uang Bertumbuh

Selasa, 18 Agustus 2026 - 19:02

Inspiraya Goes to Campus Gunadarma, Bank Raya Ajak Mahasiswa Cerdas Kelola Cash Flow dan Mulai Berinvestasi Sejak Dini

Selasa, 18 Agustus 2026 - 19:01

“DNA” Presiden Menandai Bangkitnya Diplomasi Peradaban

Selasa, 18 Agustus 2026 - 18:02

7 Ide Usaha Kreatif untuk Pemula yang Ingin Memulai Usaha

Selasa, 18 Agustus 2026 - 16:02

SUCOFINDO – HCETS PERKUAT SINERGI BILATERAL DORONG SOLUSI WASTE TO ENERGY YANG BERKELANJUTAN

Selasa, 18 Agustus 2026 - 16:02

BINUS @Malang Perkuat Kolaborasi dengan Orang Tua melalui Parents Day BINUSIAN B2030

Berita Terbaru

NTB Terkini

Diduga Cemari Laut, DLHK NTB Periksa Tambak Udang di KLU

Selasa, 18 Agu 2026 - 19:52