Trump Siap Umumkan Tarif Otomotif, Harga Emas Tetap Stabil - Koran Mandalika

Trump Siap Umumkan Tarif Otomotif, Harga Emas Tetap Stabil

Kamis, 27 Maret 2025 - 10:36

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Harga emas (XAU/USD) masih menunjukkan pergerakan stabil dalam perdagangan hari ini, dipengaruhi oleh pemulihan Indeks Dolar AS (DXY) setelah sempat melemah ke level 104,18. Saat ini, emas diperdagangkan di sekitar $3.019, mencerminkan kondisi pasar yang masih menunggu katalis baru. Faktor utama yang membatasi kenaikan harga emas adalah pernyataan Gedung Putih mengenai kemungkinan Presiden AS, Donald Trump, akan mengumumkan tarif baru terhadap sektor otomotif.

Menurut analisis dari Andy Nugraha, dari Dupoin Indonesia, tren bullish pada XAU/USD masih kuat berdasarkan pola candlestick dan indikator Moving Average. Proyeksi harga emas hari ini menunjukkan potensi kenaikan hingga $3.035 jika momentum bullish berlanjut. Namun, apabila terjadi pembalikan arah (reversal), harga emas bisa mengalami koreksi ke level support terdekat di $3.013.

Pada perdagangan Kamis (27/3), harga emas menghadapi tantangan dari penguatan dolar AS. DXY naik 0,32% ke level 104,55, memberikan tekanan bagi logam mulia. Meskipun demikian, emas tetap kokoh di atas level psikologis $3.000, yang memberikan harapan bagi investor akan potensi kenaikan lebih lanjut. Para pedagang juga memantau perkembangan terkait kebijakan tarif yang dipertimbangkan oleh Trump, yang dapat berdampak pada prospek ekonomi global dan mempengaruhi pergerakan emas.

Dari segi fundamental, data ekonomi AS terbaru menunjukkan pesanan barang tahan lama meningkat, menandakan kekuatan dalam perekonomian. Sementara itu, komentar dari pejabat Federal Reserve menjadi perhatian pasar. Alberto Mussalem dari The Fed St. Louis menyebutkan bahwa pasar tenaga kerja mendekati tingkat pekerjaan penuh dan kebijakan suku bunga saat ini masih sesuai dengan kondisi inflasi yang ada. Namun, ia juga mengingatkan bahwa risiko inflasi yang bertahan di atas target 2% semakin meningkat, yang dapat memengaruhi keputusan suku bunga The Fed ke depan.

Baca Juga :  ADVAN Borong 3 Penghargaan Selular Award 2024 Berkat Inovasi AI

Presiden The Fed Minneapolis, Neel Kashkari, juga mengomentari perkembangan inflasi dan menegaskan bahwa bank sentral telah membuat kemajuan signifikan dalam menekan inflasi. Namun, ia menekankan bahwa masih ada pekerjaan yang harus dilakukan sebelum The Fed dapat mulai menurunkan suku bunga. Para pelaku pasar kini memperkirakan kemungkinan pemangkasan suku bunga sekitar 64,5 basis poin pada tahun 2025, menurut Prime Market Terminal.

Fokus utama pasar dalam beberapa hari ke depan adalah rilis Indeks Harga Belanja Konsumsi Pribadi (PCE) inti, yang menjadi acuan utama The Fed dalam mengukur inflasi. Jika angka inflasi lebih tinggi dari perkiraan, maka dolar AS dapat menguat lebih lanjut, membatasi pergerakan emas. Sebaliknya, jika inflasi lebih rendah, emas berpotensi mendapatkan momentum kenaikan lebih besar.

Berita Terkait

Profesor BINUS Masuk Top 50 Most Influential People in Tacit Knowledge Dunia
Binusian Hadir di Art Jakarta Papers 2026: Mengangkat Eksplorasi Seni Berbasis Kertas
Emas Masih di Jalur Penguatan, Kombinasi Sentimen Safe-Haven dan Sinyal Teknikal Buka Peluang Menuju $5.220
Hero Masa Depan Lahir di Sini: Pororo Star Chajgi Final Show Siap Cetak Hero Masa Depan di Pondok Indah Mall
Melalui PT Enero, Holding Perkebunan Nusantara Sukses Produksi 32 Juta Liter Bioetanol
Antisipasi Cuaca Ekstrem, KAI Daop 9 Jember Perkuat Infrastruktur dan Siagakan Petugas Ekstra
Optimalkan Nilai Kendaraan, BRI Finance Hadirkan Solusi Dana Tunai Cepat dan Aman
5 Pemimpin Global Pengiriman Internasional dan Rahasia Kesuksesan Mereka

Berita Terkait

Jumat, 27 Februari 2026 - 13:17

Profesor BINUS Masuk Top 50 Most Influential People in Tacit Knowledge Dunia

Jumat, 27 Februari 2026 - 11:13

Binusian Hadir di Art Jakarta Papers 2026: Mengangkat Eksplorasi Seni Berbasis Kertas

Jumat, 27 Februari 2026 - 09:40

Emas Masih di Jalur Penguatan, Kombinasi Sentimen Safe-Haven dan Sinyal Teknikal Buka Peluang Menuju $5.220

Jumat, 27 Februari 2026 - 05:35

Melalui PT Enero, Holding Perkebunan Nusantara Sukses Produksi 32 Juta Liter Bioetanol

Jumat, 27 Februari 2026 - 05:23

Antisipasi Cuaca Ekstrem, KAI Daop 9 Jember Perkuat Infrastruktur dan Siagakan Petugas Ekstra

Kamis, 26 Februari 2026 - 21:24

Optimalkan Nilai Kendaraan, BRI Finance Hadirkan Solusi Dana Tunai Cepat dan Aman

Kamis, 26 Februari 2026 - 20:46

5 Pemimpin Global Pengiriman Internasional dan Rahasia Kesuksesan Mereka

Kamis, 26 Februari 2026 - 18:34

Jaga Keberkahan Ramadan, KAI Divre I Sumut Larang Vandalisme dan Ajak Masyarakat Hindari Ngabuburit di Jalur KA

Berita Terbaru

NTB Terkini

‎Pemprov NTB Buka Suara Soal Video Viral WNI di Libya

Jumat, 27 Feb 2026 - 18:05