Yek Agil Soroti Maraknya Kekerasan Seksual di Ponpes: Jangan Generalisasi Semua Pesantren - Koran Mandalika

Yek Agil Soroti Maraknya Kekerasan Seksual di Ponpes: Jangan Generalisasi Semua Pesantren

Jumat, 22 Mei 2026 - 19:24

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

0-4064x3048-0-0#

0-4064x3048-0-0#

Koran Mandalika, Mataram – Wakil Ketua II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) NTB, Yek Agil, meminta seluruh pihak untuk berbenah ditengah maraknya kasus kekerasan seksual yang menyasar lingkungan pondok pesantren.

Seperti halnya kasus yang baru-baru ini terjadi di Lombok Tengah, Yek Agil mendorong agar seluruh pondok pesantren melakukan fungsinya dengan baik.

“Saya yakin ya itu (pondok pesantren) sudah melaksanakan beberapa hal yang menjadi fungsi,” katanya, Jumat (22/5).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dari setiap kasus kekerasan seksual yang ada di Lombok Tengah, terutama di lingkungan ponpes, Yek Agil tetap berbaik sangka selama belum ada ketetapan hukum yang berlaku.

Baca Juga :  Jumlah Keaktifan Peserta JKN Lombok Tengah dan Lombok Timur Masih Rendah

Namun, ia juga mendorong setiap proses hukum yang sedang berjalan.

“Dalam posisi ini kan belum berketetapan hukum tetap, jadi kita berbaik sangka dulu kepada mereka sekaligus kita dalami masalah-masalah itu. Tentu kita serahkan kepada pihak yang berwajib,” ucapnya.

Dengan banyaknya kasus-kasus serupa, tidak menutup kemungkinan timbulnya kekhawatiran di masyarakat.

Menanggapi hal itu, Dewan fraksi PKS itu menjelaskan masyarakat jangan terlalu cepat berpikir negatif.

Memang, kata Yek Agil, ada oknum-oknum ponpes yang bermasalah. Namun, Ia menegaskan tidak semua ponpes seperti itu.

Baca Juga :  Bangunan yang Menyalahi Tata Ruang di Kawasan Wisata Sembalun Akan Ditertibkan

“Saya berharap ya kita bisa memilah-milah. Mungkin ada oknum pondok pesantren yang bermasalah. Tapi tidak bisa juga (disebut) semua pondok pesantren seperti itu. Kita dewasa lah menyikapi seperti itu,” tegasnya.

Dari segi pengawasan, lanjut Yek Agil, perlu harus dimaksimalkan terutama pada pembinaan. Sehingga, ke depan tidak terjadi lagi kasus-kasus serupa.

“Ya kita dorong dalam hal ini lembaga yang diberikan kewenangan terutama Kementerian Agam bisa melakukan pengawasan dan pembinaan. Jangan sampai terjadi lagi kasus seperti ini baru dilakukan pengawasan,” tandasnya. (dik)

Berita Terkait

Sumbawa Barat Juara Fahmil Putra MTQ NTB dengan Nilai Tertinggi
MTQ XXXI NTB Siap Memasuki Babak Final
MTQ XXXI di Praya: Meneguhkan Langkah NTB Menuju Serambi Al-Qur’an
MTQ NTB Bawa Berkah bagi UMKM, Penghasilan Tembus Rp 1 Juta per Hari
BBPOM Mataram Sita Obat dan Kosmetik Ilegal Senilai Puluhan Juta Selama 2026
Bank NTB Syariah Bawa Pelabuhan Senggigi ke Era Digital
Harga BBM Naik Tajam, Ibu Rumah Tangga Menjerit: Semua Serba Mahal
Mengenal Bung Heru, Sosok Pendiri Direktur Seniman Hukum Law Firm

Berita Terkait

Minggu, 14 Juni 2026 - 10:00

Tangani Pembayaran Klaim Dengan Cepat, BRI Insurance Bayarkan Asuransi Mikro Puluhan Juta di Balikpapan

Minggu, 14 Juni 2026 - 09:00

Dari Prestasi Akademik dan Non-Akademik: Perjalanan Irham Mengembangkan Diri di BINUS @Bandung

Minggu, 14 Juni 2026 - 00:00

Optimistis Pembiayaan EV Terus Bertumbuh, BRI Finance Sambut Kebijakan Pembebasan Pajak Kendaraan Listrik

Minggu, 14 Juni 2026 - 00:00

Dana Renovasi Rumah Terwujud, Cek Pendanaan Tunai BRI Finance Berikut Ini

Minggu, 14 Juni 2026 - 00:00

Wujudkan Perjalanan Nyaman, BRI Finance Hadirkan KKB Mobil Baru dengan Bunga Mulai 3,97%

Minggu, 14 Juni 2026 - 00:00

BRI Finance Catatkan Pertumbuhan Bisnis Resilien Di Tengah Perubahan Nilai Tukar Rupiah

Minggu, 14 Juni 2026 - 00:00

Pastikan Ekspansi Bisnis Terukur, BRI Finance Catat Pertumbuhan Pembiayaan Alat Berat 33,26%

Sabtu, 13 Juni 2026 - 19:00

Inkubator Bisnis BINUS International, Peluang Cuan Sejak Kuliah

Berita Terbaru

NTB Terkini

MTQ XXXI NTB Siap Memasuki Babak Final

Minggu, 14 Jun 2026 - 07:53