Koran Mandalika, Mataram- Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) NTB, merespons sebuah video dugaan penelantaran jemaah umrah asal Lombok, NTB.
Kepala Kanwil Kemenhaj NTB Lalu Muhammad Amin, mengatakan pihaknya mengetahui berita tersebut dari media sosial.
“Untuk jemaah umrah, Kemenhaj sudah melaksanakan tugas sebagai bentuk pengawasan, perlindungan. Sesungguhnya secara langsung kami tidak terima dari yang bersangkutan. Tetapi berita melalui medsos,” kata Amin, Selasa (31/3).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Dia menjelaskan pelaksanaan Ibadah Umrah sepenuhnya melalui Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU).
Sedangkan, Kementerian Haji bertugas melakukan pengawasan terhadap pihak penyelenggara.
“Namanya (penyelenggara) PT Assofa Duta Mandiri. Kalau berkaitan perjalanan umrah, sepenuhnya dilaksanakan PPIU tidak ada melalui Kemenhaj. Namun tugas kami, memantau dan mengawasi penyelenggaraan perjalanan ibadah umrah,” jelasnya.
Untuk itu, pihaknya meminta penyelenggra yang bersangkutan untuk memberikan klarifikasi.
“Kami sudah melayangkan surat, kepada PT yang memberangkatkan. Jemaah ini dari Parampuan sebanyak 41 orang,” ucapnya.
Menurut hasil penelusuran, beberapa jemaah sudah kembali ke tanah air, namun ada juga yang masih menunggu proses pemulangan.
“Setelah kami telusuri, ada beberapa jemaah sudah kembali 4 orang, ada juga yang disiapkan berangkat tanggal 2. Ada juga yang sedang proses menunggu pemberangkatan ke tanah air dengan mempersiapkan tiketnya,” pungkasnya. (dik)






