Emas Meroket! Sentimen Trump dan Geopolitik Jadi Pemantik Utama - Koran Mandalika

Emas Meroket! Sentimen Trump dan Geopolitik Jadi Pemantik Utama

Jumat, 21 Februari 2025 - 09:52

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Harga emas (XAU/USD) kembali bergerak mendekati level tertinggi sepanjang masa setelah sebelumnya mencatatkan rekor pada hari Kamis (20/2). Penguatan harga emas ini didorong oleh pernyataan Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, yang mengindikasikan kemungkinan adanya kesepakatan perdagangan dengan Tiongkok. Sementara itu, ketegangan geopolitik kembali meningkat setelah Trump menyatakan bahwa Ukraina telah memulai perang dengan Rusia dan mengisyaratkan bahwa sudah saatnya bagi Ukraina untuk membayar kembali dana yang diberikan oleh AS. Sentimen ini semakin memperkuat permintaan terhadap emas sebagai aset safe-haven.

Dari perspektif teknikal, Andy Nugraha Analis Dupoin Indonesia menjelaskan, kombinasi candlestick dan indikator Moving Average menunjukkan bahwa tren bullish emas kembali menguat. Saat ini, harga emas memiliki potensi untuk melanjutkan kenaikan hingga mencapai level $2.954. Namun, jika terjadi pergerakan reversal, maka harga dapat terkoreksi turun dengan target terdekat di $2.924. Prospek bullish ini tetap kuat seiring dengan meningkatnya permintaan emas di tengah ketidakpastian global.

Di sisi lain, sikap hawkish The Fed berpotensi membatasi kenaikan harga emas, meskipun kondisi jenuh beli yang ringan membuat logam mulia ini mengalami koreksi pada hari Jumat (21/2) hingga ke level $2.928. Pernyataan Trump yang menegaskan akan mengenakan tarif baru pada sejumlah produk dalam waktu dekat semakin memperburuk ketegangan perdagangan, yang berpotensi meningkatkan permintaan emas sebagai lindung nilai terhadap ketidakpastian ekonomi.

Sementara itu, Dolar AS mengalami kesulitan dalam mempertahankan pemulihan moderatnya selama dua hari terakhir akibat penurunan imbal hasil obligasi pemerintah AS. Faktor ini memberikan dukungan tambahan bagi emas, yang sering dianggap sebagai aset alternatif ketika dolar melemah. Risalah rapat kebijakan FOMC terakhir yang dirilis menunjukkan bahwa para pejabat The Fed masih menghadapi ketidakpastian tinggi terkait kebijakan moneter ke depan. Wakil Ketua The Fed, Philip Jefferson, menekankan bahwa meskipun inflasi mulai mereda, tingkat suku bunga masih perlu dipertimbangkan dengan hati-hati.

Presiden The Fed Chicago, Austan Goolsbee, juga menyatakan bahwa meskipun inflasi telah menurun, levelnya masih relatif tinggi, sehingga pemotongan suku bunga lebih lanjut hanya akan dilakukan jika inflasi benar-benar menunjukkan tren penurunan yang stabil. Namun, komentar ini tidak memberikan dampak signifikan terhadap dolar AS maupun harga emas.

Baca Juga :  Sinergi Logistik Nasional: Stasiun Belawan Perkuat Mata Rantai Integrasi Kereta Api dan Jalur Laut

Dari sisi agenda ekonomi, data Klaim Tunjangan Pengangguran AS dan Indeks Manufaktur The Fed Philadelphia yang akan dirilis hari ini dapat memberikan pengaruh terhadap pergerakan USD dan pasangan XAU/USD. Selain itu, pasar juga akan memperhatikan rilis data IMP global pendahuluan, yang bisa memberikan wawasan lebih lanjut mengenai kesehatan ekonomi global dan potensi dampaknya terhadap permintaan emas.

Secara keseluruhan, emas masih berada dalam tren bullish yang kuat, dengan potensi kenaikan lebih lanjut jika ketidakpastian ekonomi dan geopolitik terus meningkat. Namun, investor juga perlu mewaspadai potensi koreksi jika terdapat sentimen positif dari kebijakan moneter The Fed atau data ekonomi AS yang lebih baik dari ekspektas

Berita Terkait

MODB BINUS UNIVERSITY Pertemukan Karya Master Designer dengan Industri Kreatif melalui ‘The Convergence of Design’
Sambut HUT ke-81 RI, BRI BO Rawamangun Semarakkan Kantor dengan Dekorasi Nuansa Merah Putih
Tingkatkan Kenyamanan Pengguna Jalan, PT Jasamarga Tollroad Maintenance Laksanakan Rekonstruksi Beton di Jalan Tol JORR Non S dan Jalan Tol Pondok Aren–Ulujami
Bukan Sekadar Titik Transit, Stasiun Dukuh Atas Hubungkan Berbagai Pusat Aktivitas di Jabodebek
LRT Jabodebek Perpanjang Layanan hingga Tengah Malam pada 17 Agustus
Kenali 8 Penyebab dan Cara Mengatasi Kucing Menangis
Sambut HUT ke-81 RI, BRI BO Pluit Semarakkan Kantor dengan Dekorasi Nuansa Merah Putih
Sambut HUT ke-81 RI, BRI BO Cut Mutiah Semarakkan Kantor dengan Dekorasi Merah Putih

Berita Terkait

Kamis, 27 Agustus 2026 - 09:24

MODB BINUS UNIVERSITY Pertemukan Karya Master Designer dengan Industri Kreatif melalui ‘The Convergence of Design’

Kamis, 27 Agustus 2026 - 09:02

Sambut HUT ke-81 RI, BRI BO Rawamangun Semarakkan Kantor dengan Dekorasi Nuansa Merah Putih

Kamis, 27 Agustus 2026 - 08:46

Tingkatkan Kenyamanan Pengguna Jalan, PT Jasamarga Tollroad Maintenance Laksanakan Rekonstruksi Beton di Jalan Tol JORR Non S dan Jalan Tol Pondok Aren–Ulujami

Kamis, 27 Agustus 2026 - 08:33

Bukan Sekadar Titik Transit, Stasiun Dukuh Atas Hubungkan Berbagai Pusat Aktivitas di Jabodebek

Kamis, 27 Agustus 2026 - 08:33

LRT Jabodebek Perpanjang Layanan hingga Tengah Malam pada 17 Agustus

Kamis, 27 Agustus 2026 - 07:02

Sambut HUT ke-81 RI, BRI BO Pluit Semarakkan Kantor dengan Dekorasi Nuansa Merah Putih

Kamis, 27 Agustus 2026 - 06:02

Sambut HUT ke-81 RI, BRI BO Cut Mutiah Semarakkan Kantor dengan Dekorasi Merah Putih

Kamis, 27 Agustus 2026 - 00:10

Petugas LRT Jabodebek Gagalkan Upaya Pencurian Kabel Grounding di Stasiun Cawang

Berita Terbaru