Risiko Digital Fatigue dan Cara Menguranginya - Koran Mandalika

Risiko Digital Fatigue dan Cara Menguranginya

Jumat, 6 Juni 2025 - 07:04

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Digital fatigue merupakan kondisi kelelahan mental dan fisik yang timbul akibat terlalu lama terpapar perangkat digital. Gejala yang sering muncul, antara lain, mata lelah dan kering, sakit kepala yang berkelanjutan serta sulit berkonsentrasi. Rasa kewalahan dengan notifikasi yang terus masuk juga dapat menimbulkan rasa cemas, hingga kesulitan beristirahat dan tidur di malam hari.

Sobat #SadarRisiko pernah merasa lelah setelah seharian
bekerja di depan layar atau menghadiri banyak rapat virtual? Jika iya, mungkin
sobat #SadarRisiko sedang mengalami digital fatigue atau
kelelahan digital.

Apa itu digital fatigue?

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Digital fatigue merupakan kondisi kelelahan
mental dan fisik yang timbul akibat terlalu lama terpapar perangkat digital.
Gejala yang sering muncul, antara lain, mata lelah dan kering, sakit kepala
yang berkelanjutan serta sulit berkonsentrasi. Rasa kewalahan dengan notifikasi
yang terus masuk juga dapat menimbulkan rasa cemas, hingga kesulitan
beristirahat dan tidur di malam hari.

Baca Juga :  Bongkar Tuntas! Panduan Cepat Implementasi Accurate untuk Keuangan Bisnis Anti-Ribet.

Jika dibiarkan, digital fatigue bisa
berdampak serius pada kesehatan dan produktivitas. Beberapa risiko
yang mungkin timbul:

1. Kesehatan
mental bisa terganggu akibat terlalu banyak informasi digital yang membuat
otak kita kewalahan memprosesnya, yang kemudian memicu stres dan
kecemasan.

2. Produktivitas
kerja menurun karena saat mengalami kelelahan digital, kemampuan kita
untuk fokus dan mengambil keputusan menjadi berkurang.

3. Kesehatan
fisik terganggu akibat terlalu lama berinteraksi dengan perangkat digital
yang menyebabkan gangguan tidur, nyeri otot, dan masalah penglihatan.

Lalu bagaimana cara untuk #KurangiRisiko digital
fatigue
?

Ada beberapa langkah praktis yang bisa diterapkan untuk
menguranginya:

1. Terapkan
aturan “20-20-20” yaitu untuk setiap 20 menit bekerja di depan layar,
luangkan waktu 20 detik untuk melihat objek yang berjarak 20 meter. Cara
ini efektif untuk mengurangi ketegangan mata.

2. Atur
jadwal Digital Detox dengan menetapkan waktu khusus tanpa gadget setiap
harinya. Misalnya, dengan tidak menggunakan ponsel, tablet atau laptop
saat sedang makan dan satu jam sebelum tidur.

Baca Juga :  MAXY Academy dan The Global Citizen Resmi Tandatangani MoU untuk Penyelenggaraan Ivy League Global Impact Summit 2025 di Indonesia

3. Optimalkan
lingkungan kerja dengan memastikan pencahayaan ruangan cukup dan posisi
layar sejajar dengan mata, serta dengan menggunakan filter cahaya biru
pada perangkat digital yang digunakan.

4. Batasi
waktu rapat virtual dengan menyisipkan jeda 5-10 menit di tengah-tengah
rapat virtual yang berlangsung lama.

Pahami
prioritas bekerja dan kelola notifikasi gadget dengan bijak.

Sobat #SadarRisiko, pada era digital saat ini, menghindari
penggunaan teknologi secara total memang sangat sulit dan bahkan tidak mungkin.
Namun penggunaan teknologi secara bijak dan sehat harus tetap diutamakan.

Dengan #SadarRisiko digital fatigue dan
menerapkan langkah-langkah pencegahan, kita bisa terus produktif tanpa
mengorbankan kesehatan fisik dan mental. Ingatlah, bahwa teknologi seharusnya
membantu, bukan membebani hidup kita. Mari Sobat #SadarRisiko mulai terapkan
kebiasaan digital yang lebih sehat dari sekarang dengan #KurangiRisiko digital
fatigue
.

Ikuti terus media sosial dan artikel-artikel MASINDO dan
tetap #SadarRisiko untuk hidup lebih sehat dan
seimbang!

Berita Terkait

Krakatau Steel Tekankan Pentingnya Proteksi Industri Baja untuk Menjaga Keberlanjutan Bisnis Nasional
Thesis Defense 2026 BINUS Bandung Raih Publikasi Scopus
PWC Diakui ASEAN dan Asia Records sebagai Dompet Non-Custodial Pertama
Eksim pada Bayi: Apa Penyebabnya dan Skincare Apa yang Aman Digunakan?
Tegaskan Kepemilikan Aset di Jalan Mawar, KAI Daop 9 Jember Imbau Warga Segera Lakukan Perikatan Kontrak
SEGA ATLUS FESTIVAL Festival Game & Pop Culture Pertama di Indonesia
Skin Barrier Bayi Lemah? Ini Dampaknya dan Cara Memperkuatnya
Libur Panjang Imlek, KAI Bandara Layani 115.272 Penumpang

Berita Terkait

Selasa, 24 Februari 2026 - 13:10

Krakatau Steel Tekankan Pentingnya Proteksi Industri Baja untuk Menjaga Keberlanjutan Bisnis Nasional

Selasa, 24 Februari 2026 - 10:41

Thesis Defense 2026 BINUS Bandung Raih Publikasi Scopus

Selasa, 24 Februari 2026 - 08:42

PWC Diakui ASEAN dan Asia Records sebagai Dompet Non-Custodial Pertama

Selasa, 24 Februari 2026 - 05:39

Tegaskan Kepemilikan Aset di Jalan Mawar, KAI Daop 9 Jember Imbau Warga Segera Lakukan Perikatan Kontrak

Senin, 23 Februari 2026 - 23:17

SEGA ATLUS FESTIVAL Festival Game & Pop Culture Pertama di Indonesia

Senin, 23 Februari 2026 - 23:10

Skin Barrier Bayi Lemah? Ini Dampaknya dan Cara Memperkuatnya

Senin, 23 Februari 2026 - 23:05

Libur Panjang Imlek, KAI Bandara Layani 115.272 Penumpang

Senin, 23 Februari 2026 - 20:09

Bittime Tekankan Edukasi di Tengah Transformasi Strategi Bitcoin yang Digadang Michael Saylor

Berita Terbaru

Bisnis

Inspeksi Pipa Migas Berbasis Drone dengan Sniffer4D

Selasa, 24 Feb 2026 - 11:50

Teknologi

Thesis Defense 2026 BINUS Bandung Raih Publikasi Scopus

Selasa, 24 Feb 2026 - 10:41