Mengenal Syaukat Takuma, Mahasiswa BINUS ASO School of Engineering yang Jadi Otak Strategi Tim Porsche Sprint Challenge - Koran Mandalika

Mengenal Syaukat Takuma, Mahasiswa BINUS ASO School of Engineering yang Jadi Otak Strategi Tim Porsche Sprint Challenge

Jumat, 27 Juni 2025 - 08:15

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Syaukat Takuma Mahasiswa BINUS ASO School of Engineering menjadi bagian dari Tim Balapan Porsche

Berawal
dari ruang kelas dan terjun ke sirkuit balap, Syaukat Takuma–atau yang akrab
disapa Taka–membuktikan bahwa ilmu teknik bisa diterapkan di dunia nyata.
Mahasiswa jurusan Automotive & Robotics Engineering di BINUS ASO School of
Engineering ini kini menjadi bagian penting dalam tim Porsche Indonesia sebagai
data engineer untuk ajang Porsche
Carrera Cup Asia Bagaimana kisahnya? Simak di sini!

Awal Mula
Bergabung dengan Porsche Indonesia

Perjalanan
Taka masuk ke dunia balap profesional bukan karena melamar ke job fair. Semua berawal dari
pertemuannya dengan seorang pembalap muda bernama David saat sesi test day menggunakan mobil CT3 di
sirkuit Mandalika.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Saat
itu, Taka diminta menganalisis data mobil David, dan hasil kerjanya menarik
perhatian Bagus Hermanto, pemilik tim Superstars Indonesia yang merupakan
penyelenggara resmi Porsche Sprint Challenge di Indonesia.

“Mas
Bagus lihat hasil data yang aku analisa, dan langsung ngajak gabung jadi data engineer untuk tim mereka,” cerita
Taka. Dari sana, tanggung jawabnya melebar dari hanya menganalisis satu mobil
menjadi seluruh armada GT yang bertanding. Maka otomatis Taka pun
diikutsertakan sebagai data engineer dalam ajang internasional Porsche Cup
Asia.

Tugas
Seorang Data Engineer di Dunia Balap

Apa
sebenarnya pekerjaan seorang data
engineer
di tim balap? Apakah mereka hanya duduk di depan komputer dan
membaca angka? Taka memberikan jawabannya dengan tegas, “Nggak sesederhana
itu.”

Menurutnya,
pekerjaan data engineer dimulai jauh
sebelum balapan. Ada sesi pre-event preparation,
mulai dari penimbangan mobil (cross-weight),
setting aerodinamika seperti ukuran
sayap belakang, hingga perencanaan strategi ban sesuai kondisi sirkuit.

Baca Juga :  Kerjasama Media VRITIMES dengan Waspadaindonesia.com, Detiktimur.com, Indonesiapost.icu, dan Investigasinews24.biz.id

Saat
hari balapan, Taka dan tim memantau data
real-time
dari mobil. Terutama, dari segi kecepatan, posisi gas, sudut
kemudi, hingga gaya pengereman. Semua itu diolah untuk mengevaluasi apakah
masalah ada di mobil, atau di cara mengemudi sang pembalap.

Ia
juga menegaskan bahwa setiap trek balap memiliki karakter yang berbeda.
Tikungan tajam, aspal licin, atau perubahan suhu udara bisa mengubah segalanya.
Bahkan waktu start balapan, seperti
siang atau sore, ikut mempengaruhi strategi yang ia racik bersama tim.

Image

Harmoni
Tim dan Komunikasi yang Kuat

Walau
pembalap adalah sosok yang paling terlihat di sirkuit, Taka menekankan bahwa
balapan adalah olahraga tim. Ada mekanik, manajer tim, dan tentu saja, data engineer. Keputusan yang ia ambil
berdampak langsung pada performa pembalap, sehingga komunikasi menjadi kunci
utama.

“Pembalap
kasih feedback, bilang misalnya mobil
kurang stabil di tikungan cepat. Nah, dari situ aku cek data, cocokkan dengan feeling si pembalap, dan ambil
keputusan: mau setting ulang? Atau
gaya nyetirnya yang harus diubah?” tuturnya.

Setiap
keputusan harus presisi. Salah hitung sedikit, akibatnya bisa fatal. Meskipun
demikian, Taka tetap menambahkan, “Pressure-nya
tinggi, tapi justru itu yang bikin nagih.”

Ilmu
Kampus yang Terpakai di Lintasan

Taka
mengaku bahwa ilmu yang ia pelajari di BINUS ASO School of Engineering sangat
berperan besar dalam pekerjaannya. Mulai dari technical knowledge seperti aerodinamika, sistem suspensi, hingga
kemampuan analisis data.

Baca Juga :  Kabar Gembira! Xerpihan Luncurkan Aplikasi Noot, Inovasi Terbaru dalam Manajemen Rapat

“Nggak
cuma hard skill, tapi juga soft skill seperti komunikasi dan
berpikir sistematis itu semua diajarin di kampus,” katanya.

Ia
menyebutkan bahwa integrasi antara teori di kelas dan pengalaman lapangan
membuatnya mampu cepat beradaptasi. Ditambah lagi, dukungan dari pihak kampus
membuatnya bisa tetap aktif di dunia profesional sambil menyelesaikan kuliah.

Dari
Sentul hingga Porsche Cup Asia

Taka
bukan hanya bekerja di kejuaraan lokal. Pada 2024, ia dan tim Superstars
Indonesia ikut serta dalam ajang Porsche Cup Asia di Malaysia. Itu adalah debut
perdana dari tim Indonesia di level Asia. Ke depannya, Taka berencana ikut
kejuaraan serupa di Jepang, Cina, dan negara lainnya.

“Sekarang
kita udah jadi official organizer Porsche
Sprint Challenge Indonesia, lisensi dari Porsche langsung,” jelas Taka. Ia
berharap timnya bisa ikut full season,
membawa nama Indonesia lebih jauh di kancah motorsport
Asia, serta mengharumkan nama kampus BINUS ASO School of Engineering.

Bagi
Taka, dunia otomotif bukan sekadar hobi. Baginya, itu adalah panggilan hidup,
hingga ia sudah mantap menjadikan bidang tersebut sebagai karier jangka
panjangnya. Namun, ia tak menampik ada tantangan besar. Dunia balap sangat
kompetitif, dan semua orang ingin jadi yang terbaik. Maka dari itu, kuncinya
adalah terus belajar dan memperbaiki diri.

Apa
kamu juga punya mimpi besar seperti Taka? Ingat, peluang bisa datang dari mana
saja, asal kamu sudah siap ketika momen tersebut tiba. Kamu bisa mengikuti
jejaknya dengan mendalami ilmu serta passion-mu
di jurusan Automotive & Robotics Engineering BINUS ASO!

Berita Terkait

Hadir di BRI Consumer Expo 2026 Jakarta, BRI Finance Tawarkan Promo KKB Mulai 1,59%
Dorong Budaya Kepemimpinan Inklusif dan Penuh Empati, Srikandi Jasa Marga Gelar Inspira Talks Bertema “Leading with HEART” Bersama Maudy Ayunda
PTPN I Setujui Restorative Justice Kakek Mujiran
Subsidi EV Bergulir Juni 2026, Pengamat: Momentum Bangun Industri Baterai NMC Nasional
EVOS GOPAY Watch Party Berlanjut di Solo, Dorong Tren Esports Berbasis Komunitas di Kota-Kota Non-Metropolitan
Indeks Hang Seng: Fungsi dan Perannya di Pasar Global
Perkuat Ekosistem Halal, SUCOFINDO Edukasi Pelaku UMKM di Timika
Fakultas Hukum UB Sinergi dengan Rusia, Perkuat Kerja Sama Pendidikan Hukum dan Teknologi

Berita Terkait

Selasa, 26 Mei 2026 - 12:46

Bank NTB Syariah dan Pemprov NTB Luncurkan KUR PMI, Putus Mata Rantai Rekrutmen Ilegal

Selasa, 26 Mei 2026 - 11:07

Insiden Pendaki Malaysia di Gunung Rinjani, Korban Berhasil Dievakuasi

Selasa, 26 Mei 2026 - 08:52

Pendaki Asal Malaysia Alami Insiden di Gunung Rinjani, Tim Evakuasi Udara Dikerahkan

Senin, 25 Mei 2026 - 18:33

PPP NTB Pecah! Muzihir dan Akri Saling Copot Jabatan di Paripurna DPRD

Senin, 25 Mei 2026 - 14:23

Tak Ada Penutupan Lapak Pedagang Hewan Kurban, Kasat Pol PP NTB: Sebatas Teguran Saja

Senin, 25 Mei 2026 - 11:53

Bank NTB Syariah Tegaskan Komitmen Perlindungan Nasabah

Jumat, 22 Mei 2026 - 19:24

Yek Agil Soroti Maraknya Kekerasan Seksual di Ponpes: Jangan Generalisasi Semua Pesantren

Jumat, 22 Mei 2026 - 10:52

PPPK Tak Perlu Khawatir, BPR NTB Tegaskan Tak Ada Kendala dalam Pengambilan Gaji

Berita Terbaru

Teknologi

PTPN I Setujui Restorative Justice Kakek Mujiran

Selasa, 26 Mei 2026 - 12:00