Panen Perdana Sawit PalmCo Tembus 2,5 Tahun, TM1 Bisa 18 Ton? - Koran Mandalika

Panen Perdana Sawit PalmCo Tembus 2,5 Tahun, TM1 Bisa 18 Ton?

Minggu, 13 Juli 2025 - 13:47

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Holding Perkebunan PTPN III (Persero) melalui Sub Holding PTPN IV PalmCo mencatat capaian mengejutkan dalam panen perdana sawit pasca replanting di Kebun Terantam, Regional III Riau. Di usia tanam baru 2,5 tahun yang sejatinya masih tergolong belum menghasilkan (TBM), tanaman kelapa sawit di bawah pengelolaan PalmCo telah mampu menyentuh angka produktivitas 6,5 hingga 7 ton per hektare. Angka ini hampir dua kali lipat dari rerata nasional untuk umur tanam yang sama, yang umumnya berada di kisaran 3 hingga 4 ton per hektare.

Panen perdana ini dilakukan di area seluas 615,74 hektare yang berada di Afdeling 7 dan 8 Kebun Terantam. Areal ini merupakan bagian dari siklus tanam kedua di kebun tersebut, yang sebelumnya telah memasuki fase tanaman tua sebagai bagian dari strategi peningkatan produktivitas. Bahkan, jika tren ini bertahan, bukan tidak mungkin saat memasuki usia TM 1 tahun depan, kebun ini mampu mencetak produksi hingga 18 ton per hektare. Dalam kondisi optimal, proyeksi produksinya bahkan bisa menyentuh angka 33 hingga 35 ton per hektare.

Direktur Utama PTPN IV PalmCo Jatmiko Santosa yang hadir langsung di lokasi panen menyampaikan apresiasi atas capaian tersebut. Menurutnya, performa ini adalah buah dari konsistensi dan strategi tanam yang terukur.

“Ini adalah cara kita menjawab risiko terbesar di PTPN Group yakni menjaga kualitas investasi tanam. Hasilnya tidak hanya optimal, tapi bahkan bisa kita dorong hingga maksimal,” ujar Jatmiko.

PalmCo sendiri telah mereplanting lebih dari 19 ribu hektare sejak integrasi PTPN, sebagai bagian dari strategi jangka panjang untuk meningkatkan daya saing. Selama lima tahun terakhir, pola replanting yang diterapkan terus menunjukkan tren produktivitas yang meningkat.

Contohnya, untuk tanaman tahun tanam 2020, PalmCo mencatat rata-rata produktivitas TBM 3 sebesar 7,2 ton per hektare,jauh di atas potensi standar nasional versi PPKS yang hanya 4 ton per hektare. Saat tanaman tersebut masuk usia TM1, hasil panennya tercatat mencapai 14,5 ton per hektare, melebihi standar PPKS yang berada di angka 12 ton.

“Ini bukan hanya soal unggul dari sisi produktivitas, tapi juga soal konsistensi di berbagai wilayah operasional,” imbuh Jatmiko.

Ia merujuk pada sejumlah kebun yang mencatat produktivitas jauh di atas standar nasional. Misalnya, Kebun Sarang Giting di Regional I, untuk tahun tanam 2020 mencatat 21,5 ton per hektare melampaui standar PPKS 12 ton. Kebun Sisumut (tahun tanam 2019) mencetak 25,8 ton per hektare dibandingkan standar PPKS 15 ton. Bahkan, Kebun Tanah Putih di Regional III berhasil menembus 28,9 ton per hektare untuk tahun tanam 2018 hampir 10 ton lebih tinggi dari standar usia serupa.

Baca Juga :  Pangkas Waktu Tempuh, Jembatan Gantung Babakan Losari Lor Percepat Perjalanan Warga Cirebon-Brebes

Dalam kesempatan tersebut, Jatmiko juga memperkenalkan inovasi baru yang kini menjadi standar di Palmco, yaitu sistem Agro View. Teknologi ini memanfaatkan drone untuk memantau kondisi tanaman secara visual dan real-time, membantu Planters dan General Manager Palmco mengambil keputusan cepat berbasis data.

“Drone ini saya operasikan langsung di sini. Kita bisa lihat kondisi tanaman dari udara, deteksi homogenitas, bahkan potensi serangan hama. Ini sekarang sudah jadi alat kerja wajib GM PalmCo,” terang Jatmiko sambil mendemonstrasikan perangkat yang digunakannya.

Penggunaan teknologi ini merupakan bagian dari sistem pengawasan internal berbasis self-assessment yang kini dijalankan secara berkala dan divalidasi oleh pihak eksternal. Agro View menjadi alat verifikasi penting untuk memastikan akurasi antara laporan dan kondisi lapangan.

Menutup rangkaian kegiatan, Jatmiko menegaskan bahwa capaian tinggi bukan alasan untuk lengah. Inovasi dan perbaikan harus terus menjadi budaya kerja di PalmCo.

“Jangan cepat puas. Terus lakukan inovasi, terus berubah, terus perbaiki. Jangan pernah menyerah, jangan pernah kasih kendor,” pungkasnya.

Berita Terkait

Pandai Gadai: Hadirkan Extra Pinjaman hingga Rp100.000 untuk Gadai Elektronik
Mengapa Limit Pinjaman yang Kamu Dapat Bisa Berbeda? Ini Penjelasannya
Dulu Diajarkan Menabung, Kini Saatnya Belajar Membuat Uang Bertumbuh
Inspiraya Goes to Campus Gunadarma, Bank Raya Ajak Mahasiswa Cerdas Kelola Cash Flow dan Mulai Berinvestasi Sejak Dini
Drone as First Responder: Cara Baru Merespons Keadaan Darurat Hadir di Indonesia
“DNA” Presiden Menandai Bangkitnya Diplomasi Peradaban
7 Ide Usaha Kreatif untuk Pemula yang Ingin Memulai Usaha
SUCOFINDO – HCETS PERKUAT SINERGI BILATERAL DORONG SOLUSI WASTE TO ENERGY YANG BERKELANJUTAN

Berita Terkait

Rabu, 19 Agustus 2026 - 01:02

Pandai Gadai: Hadirkan Extra Pinjaman hingga Rp100.000 untuk Gadai Elektronik

Selasa, 18 Agustus 2026 - 21:02

Mengapa Limit Pinjaman yang Kamu Dapat Bisa Berbeda? Ini Penjelasannya

Selasa, 18 Agustus 2026 - 20:36

Dulu Diajarkan Menabung, Kini Saatnya Belajar Membuat Uang Bertumbuh

Selasa, 18 Agustus 2026 - 19:02

Inspiraya Goes to Campus Gunadarma, Bank Raya Ajak Mahasiswa Cerdas Kelola Cash Flow dan Mulai Berinvestasi Sejak Dini

Selasa, 18 Agustus 2026 - 19:01

“DNA” Presiden Menandai Bangkitnya Diplomasi Peradaban

Selasa, 18 Agustus 2026 - 18:02

7 Ide Usaha Kreatif untuk Pemula yang Ingin Memulai Usaha

Selasa, 18 Agustus 2026 - 16:02

SUCOFINDO – HCETS PERKUAT SINERGI BILATERAL DORONG SOLUSI WASTE TO ENERGY YANG BERKELANJUTAN

Selasa, 18 Agustus 2026 - 16:02

BINUS @Malang Perkuat Kolaborasi dengan Orang Tua melalui Parents Day BINUSIAN B2030

Berita Terbaru

NTB Terkini

Diduga Cemari Laut, DLHK NTB Periksa Tambak Udang di KLU

Selasa, 18 Agu 2026 - 19:52