Bersama Mewujudkan Inklusifitas, Membangun Transportasi Publik untuk Semua - Koran Mandalika

Bersama Mewujudkan Inklusifitas, Membangun Transportasi Publik untuk Semua

Minggu, 24 Agustus 2025 - 20:07

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sebagai moda transportasi massal, kereta api digunakan oleh berbagai kalangan masyarakat, sehingga penting bagi penyedia layanan untuk menjamin setiap pelanggan merasakan pengalaman perjalanan yang setara tanpa terkecuali. Oleh karena itulah, KAI Daop 4 terus berkomitmen untuk menghadirkan layanan transportasi publik yang inklusif, aman, dan nyaman

Sebagai moda transportasi massal, kereta api digunakan oleh berbagai kalangan masyarakat, sehingga penting bagi penyedia layanan untuk menjamin setiap pelanggan merasakan pengalaman perjalanan yang setara tanpa terkecuali. Oleh karena itulah, KAI Daop 4 terus berkomitmen untuk menghadirkan layanan transportasi publik yang inklusif, aman, dan nyaman

Manager Humas KAI Daop 4 Semarang, Franoto Wibowo, menjelaskan bahwa inklusivitas merupakan pilar utama dalam penyelenggaraan transportasi publik modern. Transportasi bukan hanya sarana mobilitas, tetapi juga ruang sosial yang harus ramah terhadap keberagaman. Karena itu, setiap kebijakan dan layanan yang diberikan diarahkan untuk mengakomodasi kebutuhan seluruh pelanggan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Transportasi publik adalah ruang bersama yang perlu menghadirkan kenyamanan bagi semua orang. KAI Daop 4 Semarang berkomitmen menciptakan lingkungan perjalanan yang ramah bagi setiap kalangan, mulai dari anak-anak hingga lansia, termasuk kelompok rentan dan disabilitas,” ujar Franoto.

Baca Juga :  RevComm Raih Penghargaan Menteri Dalam Negeri dan Komunikasi Jepang di Japan Startup Awards 2025

Untuk mewujudkan hal tersebut, KAI menghadirkan berbagai fasilitas yang ramah inklusi. Fasilitas tersebut antara lain ruang laktasi bagi ibu menyusui, mushola di berbagai stasiun, toilet ramah difabel, serta fasilitas ruang tunggu khusus bagi pelanggan prioritas seperti lansia, ibu hamil, dan lainnya. Selain itu, KAI Daop 4 juga menyediakan fasilitas khusus bagi pelanggan disabilitas, sehingga mereka dapat melakukan perjalanan dengan lebih mudah dan mandiri.

Kebijakan kawasan bebas rokok di seluruh kereta api dan stasiun juga menjadi bagian penting dari layanan inklusif. Lingkungan perjalanan yang sehat dan bersih merupakan hak seluruh pelanggan. Dengan kebijakan ini, KAI berupaya memastikan bahwa setiap penumpang, termasuk anak-anak dan kelompok rentan, dapat menikmati perjalanan tanpa gangguan asap rokok.

Sejalan dengan itu, KAI juga terus memperkuat layanan digital. Aplikasi KAI Access hadir dengan fitur yang memudahkan pelanggan melakukan pemesanan tiket, perubahan jadwal, hingga akses informasi perjalanan. Pengembangan digitalisasi ini merupakan bentuk inklusivitas di era modern, yang menjamin kemudahan akses layanan bagi seluruh kalangan.

Baca Juga :  Gerakan InJourney Green Tanam 1.480 Pohon di Tangerang

Franoto menambahkan, pentingnya inklusifitas dalam transportasi umum juga tercermin dalam komitmen global. Prinsip aksesibilitas dan keadilan dalam mobilitas menjadi bagian dari Sustainable Development Goals (SDGs) poin 10 tentang pengurangan ketimpangan serta poin 11 tentang kota dan komunitas berkelanjutan.

“Kami percaya bahwa inklusifitas bukan hanya kewajiban moral, melainkan juga standar internasional yang perlu diterapkan. Dengan menyesuaikan layanan pada regulasi nasional sekaligus kebijakan global, KAI ingin menjadikan kereta api sebagai moda transportasi yang semakin ramah, setara, dan relevan dengan kebutuhan masyarakat modern,” jelas Franoto.

Dengan konsistensi menghadirkan layanan inklusif, KAI berharap kereta api tetap menjadi moda transportasi pilihan utama masyarakat. Kereta api bukan hanya sarana untuk mencapai tujuan perjalanan, tetapi juga simbol keterhubungan dan kebersamaan antarindividu dari latar belakang yang berbeda.

“KAI Daop 4 mengajak seluruh pelanggan untuk bersama-sama menjaga kenyamanan dan ketertiban selama perjalanan. Dengan saling menghargai dan mematuhi aturan, kita dapat mewujudkan transportasi publik yang benar-benar inklusif, sehat, dan menyenangkan bagi semua,” tutup Franoto.

Berita Terkait

Hingga 12 Ribu Penumpang Gunakan KA Bandara di Yogyakarta, 29 Maret Jadi Puncak Arus Balik
Kementerian PU Mulai Tahap Awal Pembangunan Jembatan Rangka Baja di Desa Salah Sirong, Kabupaten Bireuen, Aceh
Waspada Biaya Tersembunyi! Kenali Layanan All-In Saat Kirim Paket Ke Luar Negeri
Material Banner di Supplier X Banner dan Pilihan Terbaik Tahan Lama
VC Ratio Jalan Tol Trans Jawa Terkendali, Jasa Marga Catat Pergerakan Kembali ke Jakarta Sudah Mencapai 86 Persen
Strategi Baru OpenAI: Efisiensi vs Inovasi, Apa Dampaknya ke Saham Teknologi?
Cara Kirim Promo Massal WhatsApp Lebih Aman dengan Barantum
Di Balik Ramainya Angkutan Lebaran 2026, Ratusan Porter Hadir Berikan Kenyamanan di wilayah Daop 2 Bandung

Berita Terkait

Senin, 30 Maret 2026 - 15:00

Hingga 12 Ribu Penumpang Gunakan KA Bandara di Yogyakarta, 29 Maret Jadi Puncak Arus Balik

Senin, 30 Maret 2026 - 13:00

Kementerian PU Mulai Tahap Awal Pembangunan Jembatan Rangka Baja di Desa Salah Sirong, Kabupaten Bireuen, Aceh

Senin, 30 Maret 2026 - 12:00

Waspada Biaya Tersembunyi! Kenali Layanan All-In Saat Kirim Paket Ke Luar Negeri

Senin, 30 Maret 2026 - 12:00

Material Banner di Supplier X Banner dan Pilihan Terbaik Tahan Lama

Senin, 30 Maret 2026 - 10:00

Strategi Baru OpenAI: Efisiensi vs Inovasi, Apa Dampaknya ke Saham Teknologi?

Senin, 30 Maret 2026 - 09:00

Cara Kirim Promo Massal WhatsApp Lebih Aman dengan Barantum

Minggu, 29 Maret 2026 - 21:00

Di Balik Ramainya Angkutan Lebaran 2026, Ratusan Porter Hadir Berikan Kenyamanan di wilayah Daop 2 Bandung

Minggu, 29 Maret 2026 - 20:03

KAI Logistik Catat 5.740 Ton Angkutan Selama Ramadan–Idul Fitri, Siap Optimalkan Layanan Arus Balik

Berita Terbaru