Kemah Budaya di Lombok Tengah Dorong Kaum Muda Berkreasi - Koran Mandalika

Kemah Budaya di Lombok Tengah Dorong Kaum Muda Berkreasi

Jumat, 19 Desember 2025 - 19:33

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Koran Mandalika, Lombok Tengah- Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kabupaten Lombok Tengah menggelar kemah budaya. Bertempat di Taman Tonjeng Beru, Kecamatan Praya. Kegiatan berlangsung tiga hari, mulai Jumat hingga Minggu (21/12).

Pamong Budaya Ahli Muda Dikbud Lombok Tengah, Muliadi menjelaskan kemah budaya ini bertujuan agar adik-adik yang di jenjang sekolah bisa mengenal budaya lebih dalam lagi. Disampaikan, rangkaian acaranya selain workshop juga ada pegelaran.

“Pesertanya sekitar 150 orang. Jadi, apa yang disampaikan materinya, mereka langsung tampil nanti di hari keduanya,” kata Muliadi, Jumat (19/12).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Hari ketiga, peserta akan berkunjung ke cagar budaya yang ada di Lombok Tengah. Seperti Masjid Rembitan, Masjid Gunung Pujut, dan Makam Ketak.

Kemah budaya dikonsep agar anak muda tertarik dengan budaya mereka sendiri. Mengingat, banyak pelaku atau komunitas budaya sudah tua-tua. Dengan begitu, para orang tua bisa mengajarkan dan memperkenalkan budaya kepada anak muda.

Dia berharap kemah budaya ini menjadi agenda tahunan agar makin banyak informasi seni dan budaya itu tersebar.

Bidang kebudayaan hadir agar bisa mendukung sekolah-sekolah untuk memperkenalkan seni dan budaya.

“Kalau sekarang ini kan sudah jalan yang pakaian adatnya. Pembelajaran di sekolah sudah termasuk kuliner, termasuk seni pertunjukan, itu sudah jalan. Cuma sekarang bagaimana agar ini lebih luas lagi sebenarnya,” jelas Muliadi.

Baca Juga :  ‎Begini Hasil Tes Urine Anggota Polres Lombok Tengah

Sementara itu, Ketua Dewan Kebudayaan Daerah (DKD) Kabupaten Lombok Tengah,
Syahirul Alim menjelaskan konsep acara mengacu kepada sepuluh objek pemajuan kebudayaan (OPK).

Dijelaskan Syahirul, sepuluh unsur inti kebudayaan Indonesia yang ditetapkan dalam Undang-Undang No. 5 Tahun 2017, yaitu Tradisi Lisan, Manuskrip, Adat Istiadat, Ritus, Pengetahuan Tradisional, Teknologi Tradisional, Seni, Bahasa, Permainan Rakyat, dan Olahraga Tradisional, yang menjadi fokus utama untuk dilindungi, dikembangkan, dan dimanfaatkan guna membangun peradaban bangsa.

“Nah, kita mengacu kepada itu. Jadi bukan kemah budaya hanya sekadar untuk pegelaran-pegelaran budaya yang hanya sebatas seremonial. Kami coba mencari sebuah terobosan yang lain, tetapi tanpa menghilangkan inti (sepuluh OPK) dari apa yang ingin kami sampaikan itu,” kata Syahirul, Jumat (19/12).

Selaku konseptor kemah budaya, Syahirul mengaku tidak berani membuat acara terlalu berlebihan. Kegiatan tersebut juga menjadi edukasi bagi pihaknya di DKD dan dinas terkait.

“Nah, untuk ke depannya, kalau ini berhasil, tentu sekali nanti akan kami bisa membuat sebuah event yang mungkin skalanya lebih besar lagi. Kalau yang sekarang ini masih terbatas di anak-anak SMA, jadi kami telah mengirim undangan ke semua SMA-SMK yang ada di Lombok Tengah,” jelas Syahirul.

Baca Juga :  Jembatan Kidang-Bangket Parak Molor, DPRD Semprot Kabid Bina Marga

Dia mengaku mendesain acara sesuai peserta. Menurut dia, anak-anak muda, anak-anak remaja yang masih SMA, tentu sekali tidak bisa dijebak dalam suasana-suasana yang serius.

“Harus banyak event (diasjikan) sambil belajar, terutama kita mengajar supaya mereka tahu, mereka kenal terhadap budayanya dan supaya mereka tidak menganggap bahwa budaya itu hanya sebatas adat-istiadat,” beber Syahirul.

Syahirul menilai anak-anak muda mungkin berpikir bahwa budaya itu hanya terbatas kepada orang yang pergi nyongkolan, orang yang bisa nembang, dan prosesi dalam adat-istiadat.

“Tidak, itu kan luas. Makanya saya bilang tadi, itu mengacu kepada sepuluh objek pemajuan kebudayaan itu. Salah satunya di sana adalah adat-istiadat. Nah, itulah yang coba kami konsep dan telurkan dalam mata kegiatannya,” tutur Syahirul.

Peserta nantinya akan dibagi sesuai dengan bidang dan bakat minat mereka. Peserta yang bidang sastra lisan akan diperkenalkan dan diajar untuk nembang.

“Ada juga misalnya pengetahuan tradisional, pengetahuan tradisional itu kita ambil kuliner karena itu adalah salah satu pengetahuan tradisional. Mereka akan diajarkan masak. Diperkenalkan bagaimana masakan-masakan yang ada di Suku Sasak ini, khususnya di Lombok Tengah. Seperti membuat ares, pelecing, cengeh,

Berita Terkait

Bukti Kepedulian, PDAM Loteng Salurkan 6 Sapi Kurban untuk Desa Sumber Mata Air
14 Kali Berturut-turut, Pemkab Lombok Tengah Kembali Raih Opini WTP
MTQ XXXI NTB 2026 Digelar di Poltekpar Lombok, Kampus Siapkan Fasilitas Terbaik
PDAM Loteng Kaji Arahan Bupati Soal Perluasan Layanan Air Gratis bagi Rumah Ibadah
25 Ritel Modern di Loteng Diminta Tutup Mandiri, Kasat Pol PP: Jika Tidak Kita Tutup Paksa
Lombok Tengah Jadi Sorotan, Polres dan AFP Perkuat Benteng Anti Penyelundupan Manusia
Poltekpar Lombok Satu Dekade: Cetak SDM Siap Kerja, Siap Wirausaha, Siap Mendunia
Abdul Hadi Wujudkan Jembatan Gantung Darmaji–Kerembong, Warga Sambut Antusias Proyek Bersejarah

Berita Terkait

Kamis, 28 Mei 2026 - 10:00

Harga Emas Masih Rentan Turun, XAU/USD Diprediksi Menguji Area Support 4.247

Kamis, 28 Mei 2026 - 10:00

Kinerja Stabil, Metland Perluas Ekspansi di Sulawesi Utara

Kamis, 28 Mei 2026 - 10:00

Motor 20 Jutaan Sudah Smart Key? Ini Motor Yamaha yang Banyak Dicari Warganet !

Kamis, 28 Mei 2026 - 10:00

Kolaborasi BINUS @Bandung dan Kampus di Bandung Perkuat Artspreneurship sebagai Pilar Ekonomi Kreatif

Kamis, 28 Mei 2026 - 09:00

Helikopter FINNS Search & Rescue berhasil evakuasi wisatawan terluka dari Gunung Rinjani

Kamis, 28 Mei 2026 - 08:00

Holding Perkebunan Nusantara melalui RPN Hadirkan Museum Gula Indonesia: Rumah Sejarah dan Inovasi Pergulaan

Kamis, 28 Mei 2026 - 08:00

BRI Region 6 Gelar Onboarding Pekerja Tahap 3 Tahun 2026 untuk Perkuat Budaya Kerja dan Profesionalisme

Rabu, 27 Mei 2026 - 22:01

Grup MIND ID Salurkan 1.735 Hewan Kurban Dari Sumatra hingga Papua

Berita Terbaru