Poltekpar Lombok Aktivasi Gerakan Wisata Bersih di Pantai Loang Baloq - Koran Mandalika

Poltekpar Lombok Aktivasi Gerakan Wisata Bersih di Pantai Loang Baloq

Sabtu, 27 Desember 2025 - 10:04

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Koran Mandalika, Mataram- Politeknik Pariwisata (Poltekpar) Lombok, Nusa Tenggara Barat, aktivasi program prioritas Kementerian Pariwisata (Kemenpar) RI, yakni gerakan wisata bersih di Pantai Loang Baloq, Kecamatan Sekarbela, Kota Mataram.

Sebelumnya, Poltekpar Lombok juga tuntas melaksanakan amanah Kemenpar RI tersebut di empat titik. Di antaranya, Mandalika, Pantai Tanjung Aan, bukit-bukit di Sembalun, dan Pantai Ampenan.

Direktur Poltekpar Lombok Ali Muhtasom menegaskan Pantai Loang Baloq akan dihajatkan menjadi pilot project program gerakan wisata bersih.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Karena kalau tidak piloting, nanti tidak akan maksimal hasilnya. Jadi, kita akan melihat sampai sedetail mana kita bisa mengedukasi dan mengimplementasikan. Semua menjadi komitmen ya. Kita terapkan budaya bersih. Ini akan menjadi harapan baru buat kualitas pariwisata Nusa Tenggara Barat,” kata Ali Muhtasom, Sabtu (27/12.

Menurut Ali, Laang bolak dipilih karena dinilai membutuhkan. Selain itu, pokdarwisnya juga inisiatif lakukan kolaborasi dengan Poltekpar Lombok demi keasrian sekitar.

Ali Muhtasom mengatakan program gerakan wisata bersih akan berakhir tahun ini. Selanjutnya, pada 2026 fokus terhadap kualitas toilet di destinasi wisata.

“Jadi, menurut kami yang paling krusial ialah kebersihan terkait dengan sampah dan toilet. Sehingga ini harus kita seriusi. Poltekpar Lombok pada 2026 punya program khusus, yaitu Gerakan Toilet (Getol) Bersih Destinasi Wisata,” kata Ali Muhtasom usai melepas peserta bersih-bersih Pantai Loang Baloq.

Baca Juga :  Alumni Poltekpar Lombok Kantongi Sertifikat Kompetensi BNSP

Ke depannya, Gerakan Toilet Bersih Destinasi Wisata akan digarap atau kolaborasi deengan semua stakeholder. Termasuk paling penting berkolaborasi dengan teman-teman yang berkontribusi langsung di destinasi wisata.

“Kita akan melakukan edukasi, pelatihan-pelatihan bagaimana standardisasi toilet, dan tentunya akan melakukan pendampingan untuk memujudkan bagaimana toilet itu menjadi standar. Sehingga itu menjadi bagian dari indikator kualitas dari pariwisata Nusa Tenggara Barat tentunya,” ujar Ali.

Dia menyebut toilet di destinasi wisata ini menjadi faktor yang menyebabkan keluhan terbesar dari wisatawan.

“Keluhan soal kepuasan pelanggan. Jadi bisa disebut langsung karena toiletnya. Kalau ditanya gimana pengalaman berwisatanya di suatu tempat destinasi, jawabannya kualitas kurang memuaskan dan saya tidak ingin kembali lagi. Memang destinasinya menarik banget, tapi toiletnya kurang,” ucap Ali mencontohkan keluhan wisatawan.

Berangkat dari 2025, pihaknya optimistis pada 2026 destinasi wisata yang dimiliki akan menjadi berkualitas.

Baca Juga :  Poltekpar Lombok Buka Seleksi Jalur Mandiri, Catat Jadwal dan Persyaratannya

“Kita akan mencoba melakukan kolaborasi dan integrasi dengan semua pihak untuk bergerak bersama dan kami menginisiasi fokus pada kebersihan, khususnya toilet. Karena saya lihat memang di mana-mana toilet ini kurang mendapat perhatian dan itu menjadi fokus keluhan tamu,” beber Ali.

Sementara itu, Ketua Pokdarwis Loang Baloq, yakni Tamrin sangat mengapresiasi kegiatan Poltekpar Lombok.

Tamrin mengaku rerata anggotanya tidak mempunyai latar belakang pariwisata. Sehingga dia bersyukur kegiatan ini dapat memberikan pembelajaran bagi pihaknya.

“Kegiatan ini menjadi bahan tindak lanjut kami. Terutama soal kebersihan dan toiletnya. Ini yang kendala kami karena kalau bicara masalah toilet yang ada di pinggir pantai ini beda dengan toilet-toilet yang lain,” jelas Tamrin.

Dia menilai, toilet di pantai ini bukan hanya orang ingin buang air kecil dan sebagainya, tapi ketika pengunjung mandi di pantai mereka semuanya menuju ke toilet tersebut.

“Nah, ini yang jadi masalah kami sehingga kami mencoba mencari pola bagaimana agar ketika mereka mandi di pantai tidak langsung ke toilet, melainkan mungkin kami akan buatkan shower dan sebagainya ke depannya,” ungkap Tamrin. (wan)

Berita Terkait

PDAM Loteng Salurkan Bantuan untuk Santri Korban Kebakaran
Meriahkan Piala Dunia 2026, Warga Pajangan Hias Kantor Desa
Aksi Blokade Jalan Hambat Investasi, Pengusaha Konstruksi Minta Pemda dan Polisi Bertindak
DPRD Lombok Tengah: Jangan Tambah Beban Rakyat, Tarif PDAM Sebisa Mungkin Tak Naik
Akhyar Tegaskan Komitmen Kawal Aspirasi Warga Pelambik, Soroti Pelatihan Kerja hingga Dana Hibah OKP
Lombok Tengah Mantap Sambut Kafilah MTQ XXXI Tingkat Provinsi NTB
Polres Loteng Gelar Pembinaan dan Sosialisasi PPNS untuk Peningkatan Profesionalisme dan Sinergitas
Perjuangan Ibu Murnah Mengurus Hidup di Tengah Keterbatasan, Pemerintah Beri Pendampingan

Berita Terkait

Senin, 15 Juni 2026 - 12:00

Selain Lovina: Tempat Menginap Terbaik di Bali Utara untuk Setiap Jenis Wisatawan

Senin, 15 Juni 2026 - 12:00

Narendra Modi Akan Kunjungi Indonesia, Tandai Babak Baru Kemitraan Strategis Indonesia dan India

Senin, 15 Juni 2026 - 11:00

BRI Finance Hadirkan Mini Expo Kendaraan dengan Promo Spesial bagi Karyawan dan Nasabah BRI

Senin, 15 Juni 2026 - 10:00

Harga Emas Masih Berpeluang Naik, Momentum Bullish Diperkirakan Berlanjut

Senin, 15 Juni 2026 - 10:00

Pop Mie Campus Gaming Ground Hadir di Cirebon, Dorong Pertumbuhan Esports Kampus dan Talenta Daerah

Minggu, 14 Juni 2026 - 21:00

Jaga Kualitas Layanan Jalan Tol, PT Jasamarga Tollroad Maintenance Gelar Pemeliharaan Perkerasan di Sejumlah Titik Ruas Tol Jagorawi

Minggu, 14 Juni 2026 - 17:00

Optimalkan Peran Korwil Satgas Bencana BUMN Peduli DIY, Jasa Marga Perkuat Koordinasi Penanggulangan Bencana dengan BPBD DIY

Minggu, 14 Juni 2026 - 17:00

KAI Sesuaikan Jadwal LRT Jabodebek untuk Optimalkan Layanan Jam Sibuk Pagi

Berita Terbaru